Cinta Rindu

Cinta Rindu
HARAPAN


__ADS_3

"bu Rindu pamit pulang" katanya sambil meraih tangan ibu tiri nya dan menciumnya. Adit dan yang lainnya sudah pamit terlebih dahulu dan menunggunya di mobil.


"iya, hati-hati" jawabnya singkat dan dengan cepat menarik tangannya


"kak, Rindu pulang dulu ya"


"emm" jawab Fany. Rindu pun keluar dari rumah. Farel sudah menunggunya di depan rumah. cuma dia yang benar-benar peduli dengan Rindu. Rindu yang melihatnya tersenyum dan Farel pun mengantarnya sampai ke mobil


"kamu hati-hati ya, kalau ada apa-apa lekas hubungi aku" ucap Farel yang masih merasa khawatir sama seperti sebelum datangnya Rindu. Rindu tersenyum mengangguk dan melambaikan tangannya memasuki mobil.


Tidid Adit memencet suara klakson mobil pamit pada Farel dan dia pun melambaikan tangannya


"ga ada yang ketinggalan?" tanya Adit


"ga ada" jawabnya tersenyum.


selama perjalanan Adit terus menggenggam tangan Rindu. betapa senangnya dia hari ini saking senangnya dia tidak bisa menggambarkan bagaimana rasanya.


"senyum-senyum sendiri kaya orang gila tau" ledek Rindu


"emang aku lagi tergila-gila sama kamu" katanya mencium tangan Rindu


"kamu ngantuk ga? kenapa bukan Fatih aja sih sayang tadi yang nyetir mobil"


"ga kok sayang tenang aja, oia beri aku kepastian donk sampai kapan kita harus bertunangan?" Rindu kaget dengan pertanyaan yang Adit tanyakan


"emmm....kenapa sih sayang harus membahasnya sekarang, aku juga belum tau sampai kapan" jawab Rindu bingung


"loh kok gitu, yang pengen tunangan kan kamu jadi wajar donk aku nanya sampai kapan, aku sudah cukup mapan kok untuk membangun rumah tangga bersama mu" Rindu tersenyum dan mencubit pipi kiri Adit


" aw sakit" ucapnya manja


"kamu tuh ngegemesin tau, sabar ya sayang kalau hati ini benar-benar sudah siap besok juga aku kan meminta mu untuk menikahi ku" Adit yang mendengarnya tersenyum dengan lebar


"inget ya jangan lama-lama" Rindu mengangguk tersenyum


"Adiiiiiiiiiiiiiiit awas"


BRUUUUK mobil yang mereka tumpangi tertabrak truk gandeng yang kehilangan kendali. bukan hanya mobil Adit saja tapi 3 mobil yang lainnya ikut tertabrak. kecelakaan ini mengakibatkan kemacetan di tol yang sangat panjang.


"ada apa ini" tanya Jordan


"ga tau kek kayanya di depan ada yang mogok atau kecelakaan" jawab Arya yang memegang kemudi


Rindu yang masih setengah sadar dengan banyak darah di kepala melihat Adit yang sudah tidak sadarkan diri di sampingnya


"A..di..t" ucapnya sebelum diapun tidak sadarkan diri. para tim medis dan kepolisian segera melakukan evakuasi kecelakaan.


banyak korban dari kecelakaan ini 3 orang meninggal dan yang lainnya mengalami luka yang sangat parah termasuk Adit dan Rindu.


***

__ADS_1


bunyi ponsel Jordan berdering dan segera mengangkatnya


"ya halo"


"maaf apa saya berbicara dengan Pak Jordan Kandrick"


"iya saya sendiri"


"apa bapa mengenal orang yang bernama Aditya Kandrick dan temannya Rindu Anindira?"


"ya keduany cucu saya, ada apa dengan mereka?" Jordan begitu cemas mendengar nama kedua cucunya


"kedua cucu anda sedang berada di rumah sakit KARTIKA di mohon anda segera kesini"


"apaaaa? bagaimana keadaan cucu saya pak"


"lebih baik anda segera kesini nanti pihak medis yang akan menjelaskan semuanya, selamat siang pak"


"siang, terimakasih"


Jordan memegang dadanya, jantungnya terasa sangat sesak, Fatih yang ada di sebelah kemudi langsung berpindah kebelakang di samping Jordan


"kek, kakek kenapa?" Fatih khawatir padanya


"Adit, Adit... Arya kita keluar di pintu tol depan dan segera ke Rumah sakit Kartika" Arya segera memindahkan Haluan, jalanan sangat macet parah untungnya mobil mereka dekat dengan belokan jalan yang akan keluar tol


"Arya cepat" Arya pun menginjak gasnya begitu dalam hingga kecepatan mobil maksimal. Fatih tidak bertanya lebih lanjut lagi keadaan sahabatnya karena dia sudah bisa menebak apa yang terjadi.


"mba saya keluarga orang yang kecelakaan di jalan tol" ucap Fatih


"oh iya silahkan pak ikut saya" perawat itu pun mengantarkan mereka pergi ke ruangan dokter yang menangani Rindu dan Adit


"pak silahkan masuk untuk menemui dokter di dalam"Fatih dan Jordan pun masuk


"...maaf pak ini untuk administrasi nya silahkan selesaikan dulu" lanjutnya pada Arya dan diapun mengikuti perawat itu menyelesaikan administrasi.


"selamat siang dok" sapa Fatih sambil memapah Jordan dan membantunya untuk duduk di kursi


"siang, maaf ini wali dari siapa?" tanya dokter


" Adit dan Rindu keduanya adalah cucu saya, bagaimana keadaan mereka donk"


"sebelum nya saya minta maaf, tim dokter yang ada di sini sudah semaksimal mungkin untuk mengambil tindakan pada keduanya, dan syukurnya Rindu masih bisa di tangani"


"lalu bagaimana dengan Adit dok?" Jordan kembali memegang dadanya karena terasa sesak


"kek sabar kek" kata Fatih sambil menepuk pundaknya


"Adit sekarang masih dalam keadaan koma, benturan keras di kepalanya membuat geger otak yang cukup berat"


"apa masih ada harapan donk?" tanya Fatih

__ADS_1


"masih ada kalau kita melakukan operasi tapi peralatan di sini tidak memadai untuk melakukan operasi" Jordan menutup wajahnya menangis, dia tidak mau kehilangan cucu dan keluarga satu-satunya.


"Dok siapkan dokter terbaik di sini, saya akan membawa cucu saya untuk melakukan operasi di Amerika"


"tapi pak itu sangat beresiko"


"saya akan bertanggung jawab untuk resiko itu segera siapkan dokter terbaik disini berapapun saya akan bayar, Fatih segera hubungi Jonatan siapkan pesawat segera"


"iya kek" Fatih dengan sigap mempersiapkan semuanya segera, tim Dokter terbaik pun di siapkan untuk memantau kondisi Adit selama perjalanan


"Tih gimana keadaan Adit?" tanya Arya yang dari tadi merasa khawatir dengan keadaan sahabatnya itu, Fatih hanya menunduk diapun meneteskan air matanya, mulutnya tidak bisa mengeluarkan kata-kata Arya yang melihat sahabatnya itu pun memeluknya.


"gue yakin Adit anak yang kuat" ucapnya yang juga meneteskan air matanya


Jonatan asisten pribadi Jordan sudah datang lengkap dengan kendaraan untuk menjemputnya. pesawat pribadi pun sudah disiapkan. dokter pribadi keluarga Kandrick yang ada di Amerika pun sudah siap untuk kedatangan Adit.


"Fatih,Arya" panggil Jordan pada keduanya


"iya kek" jawab keduanya


"titip Rindu, jaga dia sampai nanti Adit kembali dan tolong kabari keluarga Rindu sampaikan kata maaf pada mereka karena kakek tidak bisa menemani Rindu di sini"


"iya kek kita akan menjaga dan merawat Rindu"


"dan ini pegang untuk membayar rumah sakit dan membeli semua kebutuhan Rindu, jangan berikan padanya karena dia akan menolaknya" Jordan memberikan kartu gold unlimited pada Fatih


"iya kek"


"setelah Rindu sadar tolong kirim kabar secepatnya pada kakek ya"


"iya kek, kakek hati-hati dijalan semoga Tuhan memberikan kesembuhan pada Adit" ucap Arya


"pak semuanya sudah siap kita bisa berangkat sekarang" ucap Jonatan


Arya dan Fatih menuntun Jordan sampai masuk kedalam mobil sambil mengantarkan sahabat mereka


"bro cepet bangun ya, kasian Rindu jangan membuatnya menunggu kelamaan" kata Arya yang tidak bisa menahan bendungan air matanya melihat sahabat nya penuh dengan alat medis di tubuhnya


"Dit lo tenang aja Rindu akan gue jaga sebaik mungkin, lo berjuang untuk sembuh ya kita semua di sini menunggumu" kata Fatih


setelah keduanya berbisik di telinga Adit, Adit pun di masukkan kedalam Ambulance dan segera pergi.


Arya masih meneteskan air matanya


"udah bro sekarang kita bantu doa supaya Tuhan memberikan keajaiban buat dia" mereka pun masuk ke dalam untuk melihat perkembangan Rindu


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA NOVEL RINDU


DITUNGGU LIKE DAN KOMENNYA YA


JANGAN LUPA UNTUK TERSENYUM 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2