
rencana hari Sabtu Rindu dan Adit beserta sahabatnya akan berkumpul gagal karena Gilang yang ada acara mendadak di Bandung, mereka pun menggantinya dengan membantu Rindu membereskan barang-barangnya pindah ke apartemen Adit.
setelah membereskan barang-barang mereka pun istirahat sejenak sambil menikmati aneka cemilan yang sudah disiapkan Adit dan Rindu.
"kalian ga tinggal berdua kan?" tanya Clara karena saat dia membantu membereskan kamar dia melihat banyak barang-barang milik Adit di sana.
"ga lah Adit mulai hari ini pulang ke rumah kakek Jordan Karena besok kakek akan datang" jelas Rindu
"tapi kok masih ada barang-barang lo sih Dit?" tanya Clara lagi
"kan sebentar lagi kita bakal serumah" ucap Adit membuat semua yang mendengarnya kaget.
"kalian mau menikah???" serentak mereka semua menanyakan pertanyaan yang sama. Adit merangkul pinggang Rindu dan dengan bangga dia mengatakan kalau Rindu akan menjadi istrinya, Rindu yang merasa tidak pernah menyetujuinya melepas rangkulannya.
"Adit kamu kenapa sih dari kemaren nyebelin banget, semua seenaknya aja mengambil keputusan" kata Rindu yang mengeluarkan emosinya yang sejak kemaren dia tahan
"aku semakin tidak mengerti terhadapmu, kamu yang menginginkan untuk menjadi istriku. lebih 100 pesan yang kamu kirimkan kepadaku tapi sekarang apa buktinya?" ucap Adit yang tidak kalah emosinya seperti Rindu. keempat sahabat mereka menatap perdebatan keduanya sembari menikmati aneka cemilan.
"memang aku menginginkan nya Dit tapi ga sekarang, aku masih ingin mengejar impian ku tapi kamu juga yang menghancurkannya, apa kamu benar-benar butuh seorang Asisten pribadi? ga kan?"
"aku kira selama ditinggal olehku kamu mengerti apa yang selama ini aku inginkan ternyata aku salah kamu memang tidak pernah mengerti dan tidak mau mengerti" ucap Adt berdiri dan meninggalkan mereka tapi langkahnya terhenti dengan pelukan Rindu dari belakang.
"guys kayanya happy ending deh" ucap Arya pada yang lainnya
"gue serasa nonton drama Korea" lanjut Kania ketiga temannya mengangguk setuju dengan apa yang dia katakan
"maafin aku Dit, aku terbawa emosi. aku memang ingin sekali menjadi istrimu tapi di sisi lain aku juga sangat ingin mengejar impian ku, maafin aku sayang" Adit tersenyum mendengar apa yang di katakannya, sebenarnya Adit hanya menggertak Rindu agar dia menghilangkan rasa egoisnya. dia pun membalikkan badannya.
__ADS_1
"kamu kan bisa mengejarnya walaupun kamu sudah menjadi istriku"
"kamu tidak kan melarangnya kan?"
"tentu saja, apapun yang ingin kamu lakukan sayang"
"termasuk terus merahasiakan hubungan kita ya" Adit mengerutkan dahinya
"... walaupun kita sudah menikah" lanjut Rindu
"jadi kamu mau menikah denganku?"
" AKU MAU" Adit langsung memeluk tubuh Rindu
"eheeeemmmmm" ketiga sahabatnya menggagalkan Adit saat hendak mencium bibir Rindu. keduanya tidak menyadari selama ini kalau teman-temannya memperhatikan keduanya.
"jadi kapan kalian akan menikah?" tanya Fatih
"besok" jawab singkat Adit membuat semua melirik kearah Adit
"BESOK!!!!" semuanya berteriak termasuk Rindu
"Adit jangan mulai lagi ya, kita baru beres berdebat dan jangan membuatku ingin berdebat lagi dengan mu"
"ternyata drama nya bersambung gaes" bisik Kania membuat mereka tertawa
"aku sudah mengirim pesan ke kakek Jordan besok akan menikah dan kakek mengubah jadwal pulangnya. malam ini dia akan segera pulang" jelasnya tanpa ada rasa bersalah. Rindu yang sudah lelah berdebat dengannya langsung masuk ke kamar membanting pintunya dengan keras membuat semua merasa kaget
__ADS_1
"bro pikir-pikir lagi deh soal menikah ternyata Rindu wanita yang kalem tapi ada sisi buasnya juga" ucap Arya membuat semua tertawa
"ya udah kita pamit deh, selesaikan masalah kalian , tapi ingat kalian belum menikah jadi jangan selesaikan dengan melakukan itu" ucap Fatih menepuk bahunya berjalan keluar di ikuti yang lainnya sambil tertawa dengan ucapan Fatih.
Adit sudah biasa menghadapi sifat Rindu yang keras kepala, dia pun menghampirinya ke dalam kamar.
"ngapain ke sini?" tanya Rindu dengan jutek. Adit naik ke atas kasur dan memeluk dirinya
"sayang kamu harus tau selama aku di Amerika aku sangat terpukul dengan vonis dokter yang bilang kalau aku itu lumpuh, kamu tau apa yang membuat aku semangat untuk melakukan terapi?" Rindu hanya menggelengkan kepalanya
"semua pesan singkat yang di kirimkan oleh mu, itu yang membuat semangat sembuh dalam diriku. kamu harus tau betapa sakitnya aku di setiap langkah kaki ini saat terapi, sangat sakit sayang tapi semua itu seolah hilang saat aku mengingat kata-kata kamu ingin menjadi istriku, dan sampai 1 tahun aku berusaha sekuat mungkin agar bisa berjalan karena aku ingin menjadi seseorang yang sempurna di matamu"
Rindu meneteskan air matanya, dia membalikkan badannya dan langsung memeluk tubuh Adit memasukan wajahnya ke dalam leher Adit dan menangis sejadi-jadinya. Adit menyambut pelukan nya dan menepuk punggungnya untuk menenangkan nya.
"maafkan aku Dit, aku terlalu egois tidak pernah memikirkan penderitaan mu selama ini, maafkan aku" katanya yang masih terisak
"jadi mau kan?"Rindu menatap wajah Adit dan mengangguk. Adit pun langsung mencium Rindu.
"Dit mending kamu pulang, ini udah malam" ucap Rindu sambil mendorong tubuh Adit yang sudah berada di atasnya
"oh iya, aku akan pulang. lagi pula kakek sebentar lagi akan datang" ucapnya yang salah tingkah.
Rindu pun mengantarkan Adit sampai depan pintu.
"sayang besok kita akan menikah di saksikan keluarga dan teman saja sesuai keinginanmu, kamu tidak usah memikirkan apapun biar aku yang mengurusnya, oia jangan lupa kabari keluargamu yang ada di Bandung ya" Rindu mengangguk, Adit pun pamit sambil mencium keningnya
♥️♥️😘
__ADS_1