Cinta Rindu

Cinta Rindu
SEKEDAR HIBURAN


__ADS_3

***Saat ku sendiri, ku lihat foto dan video


Bersamamu yang telah lama ku simpan


Hancur hati ini melihat semua gambar diri


Yang tak bisa, ku ulang kembali


Ku ingin saat ini, engkau ada di sini


Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi


Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah


Bukannya diri ini tak terima kenyataan


Hati ini hanya rindu*


alunan lagu HANYA RINDU yang menemani disaat Rindu duduk sendiri sambil melihat foto-foto kebersamaannya dengan Adit. sudah 6 bulan dia tidak tau bagaimana kabar tunangannya itu sudah berulang kali Rindu mencoba menghubungi kakek Jordan atau om Jonathan tapi semua nihil.


setiap hari bahkan setiap jam dia selalu mengirimkan pesan singkat tentang apa saja yang dia lakukan.


tok...tok...tok


"Rin ini aku Gilang"


"masuk Lang" Rindu dengan cepat mematikan lagu yang di dengarnya juga keluar dari galeri yang ada di ponselnya, karena kalau Gilang tau dia akan sangat marah.


"lagi apa?"


"lagi diem aja sambil main ponsel"


"anak-anak sebentar lagi sampai, kamu siap-siap ya"


"mau kemana?" tanya Rindu


"kamu lupa kita kan hari ini mau jalan ke Ancol" Rindu melupakan rencana mereka kemaren kalau hari minggu akan pergi ke Dufan.


"oh iya aku lupa, ya udah aku siap-siap" Gilang menutup kembali pintu kamarnya.


selama 6 bulan ini Rindu berusaha selalu tegar didepan para sahabatnya padahal hatinya sangat rapuh. saat sendiri Rindu selalu menangis mengingat Adit, yang sahabatnya tau kalau Rindu benar-benar sudah move on karena memang Rindu tidak pernah memperlihatkan kesedihannya.

__ADS_1


Rindu sudah siap memakai kaos pink dan celana jins selutut tidak lupa dia membawa tas kecil selendang. Rindu keluar dari kamar menuju ruang tamu ternyata Kania, Lala, Arya, Fatih dan Clara sudah menunggunya di sana.


sedikit cerita tentang Clara. setiap hari dia ikut bergabung dengan kelima sahabat Rindu. awalnya memang Clara hanya menegur kelimanya tanpa menganggap keberadaan Rindu tapi dari hari ke hari akhirnya dia bisa bersikap biasa saja dengannya. Clara pun berusaha mendapatkan kabarnya Adit dari Wendi papinya. Papinya juga sudah berusaha mencari kabar tentang keluarga Kendrick tapi sudah 6 bulan ini tidak ada satupun email, pesan, bahkan telepon yang di balas.


"sorry lama" ucap Rindu yang baru bergabung dengan mereka


"kebiasaan lo, jamuran tau gue" timpal Clara dengan sinis, begitulah pendekatan Clara dan Rindu. Clara selalu bersikap jutek dengannya tapi dalam hatinya dia juga sangat peduli dengan Rindu.


"lebay lo, kita kan baru sampe" ucap Lala dan mereka tertawa.


"ya udah kita berangkat sekarang yu" ajak Gilang.


Lala, Kania, Rindu berada di mobil Gilang sedangkan Arya dan Clara berada di mobil Fatih. merekapun berangkat menuju Dufan.


liburan ini sebenarnya sudah lama mereka rencanain, sebelum mereka benar-benar akan menghadapi kehidupan yang sesungguhnya yaitu dimana mereka sibuk untuk mencari jalan hidup sesungguhnya. tinggal menghitung bulan mereka semua akan segera lulus, dan sebelum semuanya sibuk masing-masing mereka sengaja mengadakan liburan bareng ini untuk kenangan walaupun hanya sekedar hiburan ke Dufan.


selama perjalanan mereka asik bercanda dan berbincang-bincang. Rindu selalu tertawa mendengar cerita Kania dan Lala tapi tidak dengan hatinya, dia selalu memikirkan dimana Adit dan bagaimana kabarnya.


"ga kerasa ya 2 bulan lagi kita wisuda gue sedih ninggalin kebersamaan kita seperti ini" keluh Kania. semuanya memang sudah sidang dan tinggal menunggu hari wisuda


"gue juga, gue berharap kita bisa dapat kerjaan bareng" lanjut Lala


"semoga yaa" kata Rindu singkat


"jangan nanyain sidang La, skripsinya aja dia belom beres gimana sidang" canda Rindu dan semua tertawa


"serius lo?" Kania


"ya jurusan gue kan beda sama jurusan kalian"


"jurusan itu dimana aja sama Lang, yang ada kamu nya aja yang males" ledek Rindu


"bukan gue yang males Rin, dosennya aja yang nyebelin terlalu banyak revisi jadi kan gue kesel ngerjainnya"


"iya mungkin karena skripsi lo ga bermutu kali Lang" ledek Lala dan semua pun tertawa.


"sialan lo" kata Gilang sambil ikut tertawa


setelah 1 jam perjalanan yang di suguhi kemacetan Jakarta akhirnya mereka sampai di Dufan.


"mereka kemana sih" Kania mulai kesal menunggu mobil Fatih yang belum saja datang

__ADS_1


"tuuh mobilnya" ucap Lala menunjukan mobil Fatih yang baru parkir berada di barisan belakang mobil Gilang


"sorry yaaa kita telat, tadi ban mobil gue bocor jadi tadi ganti dulu ban mobil" jelas Fatih


mereka pun masuk ke dalam dan membeli tiket Fast track biar tidak ngantri untuk menikmati aneka wahana.


berbagai macam wahana sudah mereka coba.


"Rin serius lo ga mau ikutan?" tanya Lala karena mereka akan naik wahana Histeria


"ga ah aku takut pas turun jantungan"


"ya udah kamu duduk disini ya tungguin kita jangan kemana-mana" ucap Gilang yang merasa khawatir. Rindu mengangguk dan mengacungi 2 jempolnya. mereka pun meninggalkannya menaiki wahana.


Rindu mengambil ponselnya dan mengambil gambar, seperti biasa dia selalu mengirim semua aktivitas nya pada Adit walaupun Adit tidak pernah membacanya.



Rindu:"Dit aku lagi disini bersama Arya, Fatih, Lala, Kania dan kamu tau siapa Clara. aku dan dia sekrang sudah berteman walaupun dia sering jutek sama aku tapi dia sangat peduli padaku. Dit andai kamu sekarang ada disini mungkin hati ini tidak akan pernah merasa kesepian. walaupun aku bersama mereka dan mereka selalu membuatku tertawa tapi hati ini perih Dit karena mu. cepat pulang ya aku merindukanmu. satu lagi aku ingin menjadi istrimu..love u sayang 😘"


begitulah, Rindu selalu mengirimkan foto ada pesan singkat pada Adit, menceritakan semua yang dia lakukan, dia berharap kalau Adit suatu saat bisa membaca semua pesan darinya. tidak lupa di akhir kalimat Rindu selalu menulis Aku Ingin Menjadi Istrimu itu penyesalan dia sampai saat ini tidak pernah bisa mengatakan kata-kata itu pada Adit.


"gilaaaaaa jantungan gueee" teriak Clara menghampiri Rindu di ikuti yang lainnya.


"yang ngebet naik ini kan lo" ucap Arya yang masih menertawakannya


"nih minum dulu" Rindu menyodorkan sebotol air mineral padanya. wajah Clara memang terlihat sangat pucat. semua orang masih menertawakannya sedang dia sedang mengatur nafasnya yang masih merasakan takut.


setelah mencoba berbagai wahana merekapun mencari makan karena cacing-cacing yang ada di perut mereka sudah meronta-ronta meminta makanan.


"makan yang banyak ya" bisik Gilang pada Rindu dan dia hanya tersenyum


"kalian berdua so sweet banget sih kenapa ga jadian aja"celetuk Clara membuat suasana seketika hening


"....kalian kok liatin gue, gue cuma becanda kaleee serius aja siiiih" lanjutnya


"ya lo becanda nya ga lucu" ucap Lala dan mereka melanjutkan makan. Gilang menatap Rindu, dia berharap apa yang di ucapkan Clara itu bisa terjadi karena selama ini dia berusaha menjaga perasaannya karena tidak ingin membuat perasaan Rindu terbebani.


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA NOVEL RINDU


😘😘😘

__ADS_1


JANGAM LUPA LIKE DAN KOMEN YA ♥️


__ADS_2