Cinta Rindu

Cinta Rindu
BAYANGAN??


__ADS_3

***FLASHBACK***


sesampai di Indonesia Adit langsung pergi ke dusun tempat tinggal Rindu. betapa kagetnya dia mengetahui Rindu sudah lama tidak tinggal di sana. Adit menyuruh Soni Assisten pribadinya yang baru untuk melacak keberadaan Rindu


"sayang kamu dimana?" ucapnya, Adit pun memutuskan untuk tinggal sementara di apartemen nya sebelum kakeknya pulang ke Indonesia.


ting tong ting tong


"ya sebentar" teriak Adit sambil berjalan ke arah pintu


"selamat malam pak" ucap Soni datang membawa kabar tentang Rindu, Adit pun mempersilahkan dia untuk masuk


"bagaimana kamu dapat kabar dari Rindu?" Soni menyodorkan beberapa Foto rumah dan Rindu yang keluar dari rumah tersebut. Adit melihat satu persatu foto yang ada di tangannya.


"dia tinggal bersama keluarga Sutomo, dulu mereka adalah tetangga dekat Rindu. mereka mempunyai anak yang bernama Gilang Budi Sutomo dan Riska Budi Sutomo" Adit menjatuhkan semua foto yang ada di tangannya mendengar perkataan dari Soni


"pak Adit anda tidak apa-apa?" tanya Soni merasa khawatir


"saya tidak apa-apa, terimakasih buat informasinya pak Soni" dia pun pamit keluar dari ruangan Adit.


Adit merasa sangat terpukul mendengarnya, dia mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan Rindu pada saat itu.


****♥️♥️****


seharian ini Rindu menghabiskan waktu bersenang-senang dengan para sahabatnya. Rindu merebahkan tubuhnya dan mengambil ponselnya seperti biasa Rindu akan mengirim pesan pada Adit tentang apa yang dia lakukan seharian ini.


"Adit bagaimana kabarmu hari ini? Dit hari ini aku sangat bahagia akhirnya selama sebulan aku nganggur aku mendapat pekerjaan juga. kamu tau aku bekerja di perusahaan Galaxi, aku kira itu perusahan penerbit yang biasa tapi ternyata perusahaan itu sangat besar. cepat pulang ya...aku berharap kita bisa bekerja bersama disana. aku merindukanmu sayang cepat pulang ya...


love you ♥️😘"


tring tring


Adit mengambil ponsel yang ada di meja kerjanya. di tersenyum membaca pesan baru masuk itu

__ADS_1


"harapan mu sudah terwujud sayang" ucapnya masih menatap ponsel yang ada di tangannya.


06.00


Rindu sudah bersiap dengan baju kerjanya, hari pertama untuk nya pergi bekerja. dia memutuskan berangkat lebih awal karena kemacetan lalu lintas kota Jakarta.


"Rin jam segini kamu udah siap?" tanya Husna pada anak angkatnya


"iya Bun takut kena macet" jawabnya sambil duduk di meja makan


"bunda bangunin Gilang ya biar dia yang anter kamu"


"jangan Bun Rindu pergi sendiri aja biar belajar juga kan suatu saat nanti Gilang pasti akan bekerja juga, ga mungkin kan dia anterin Rindu terus" Husna mengangguk tersenyum dan lanjut menyiapkan sarapan untuk keluarganya.


setelah selesai Rindu pamit padanya dan segera keluar dari rumah. dia memutuskan untuk naik bis trans Jakarta dan berjalan menuju tempat pemberhentian karena memang jaraknya lumayan dekat dengan rumah Gilang.


setelah menunggu 15 menit bis jurusan yang dia tuju tiba dan diapun segera naik. Rindu tidak menyadari Adit yang dari tadi mengikutinya. Adit terpaksa turun dari mobil dan mengikuti langkah Rindu.


akhirnya hampir 1 jam di perjalanan Rindu sampai di perusahaan. dia melihat jam yang ada di tangannya dan tidak menyangka dia membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke sini.


"ternyata sangat lama untuk sampai kesini apa aku harus mencari tempat tinggal yang dekat dari kantor ya?" pikirnya.


"pagi Rindu" sapa Rizal yang juga baru saja datang


"hai pagi" keduanya pun berjalan.


"Adit???" katanya dengan spontan melihat sosok Adit yang berada di dalam lift, saat hendak Rindu mendekat sayangnya Liftnya sudah tertutup


"kamu kenapa?" Rizal menghampirinya heran dengan sikap Rindu pagi ini


"ah ga aku melihat seseorang yang aku kenal tapi itu tidak mungkin" jawabnya


"ya udah ayo" ajak Rizal karena lift yang mereka tunggu sudah terbuka, Rindu tersenyum mengangguk mengikuti langkah Rizal.

__ADS_1


apa aku tadi salah lihat ya?kalau benar mana mungkin Adit sudah di Indonesia kenapa dia tidak menghampiriku atau mungkin itu hanya bayanganku saja? ya Tuhan berikan aku jawaban untuk semua pertanyaan ini, pikiran Rindu di penuhi dengan banyak pertanyaan.


"hei Rin kok ngelamun ayo liftnya udah kebuka dari tadi" ucap Rizal membuyarkan lamunan nya


"hah iya maaf" katanya tersenyum


keduanya pun langsung menuju meja yang sudah di tunjukan kemarin. di hari pertama kerja Rindu sudah mendapatkan berbagai macam tugas yang di berikan oleh seniornya entah ini sengaja atau tidak, Rindu pun mengerjakan semuanya.


walaupun dia mencoba untuk melupakan apa yang di lihatnya tadi pagi tapi bayang-bayang Adit selalu ada di pikirannya, dia yakin kalau apa yang dia lihatnya tadi tidak salah tapi disisi lain itu tidak mungkin terjadi, Adit tidak akan lupa untuk mencarinya kalau dia sudah tiba di Indonesia.


" Rin makan yu" ajak Rizal karena memang sudah waktunya istirahat. Rindu pun mengangguk, dia menyimpan dulu kerjaan yang belum di selesaikannya


"kamu udah selesai?" Rindu menggelengkan kepala sambil menikmati makanan


"gila ya apa mereka sengaja ngasih kita kerjaan sebanyak itu?" bisiknya, Rindu hanya tersenyum


"itu sudah hukum alam Zal ya kita sebagai anak baru terima saja" Rizal tersenyum dengan perkataan Rindu


"bener ya..." katanya melanjutkan makan


suasana seketika menjadi hening, semua orang yang berada di kantin berdiri dan menundukkan kepalanya membuat Rizal dan Rindu kebingungan, mereka pun mengikuti semua yang ada di sana.


sosok pria tinggi putih dan sangat berwibawa masuk ke dalam kantin dengan beberapa orang yang ikut di belakangnya.


"kalian duduklah lanjutkan makan kalian" suara itu sontak membuat Rindu mengangkat wajahnya, mata yang hampir keluar karena kaget apa yang di lihat di depannya saat itu. orang yang selama ini dia tunggu, orang yang selama ini membuat dia berusaha bertahan sekarang ada di depannya, tubuh Rindu seketika lemas dia duduk dan memegang kepalanya yang mendadak pusing.


"Rin kamu ga apa-apa?" Rizal cemas melihat wajah Rindu yang pucat


"ga Zal aku gpp, aku duluan ya" ucap Rindu langsung berlari keluar dari kantin, Adit yang menyadarinya hanya melihat nya keluar karena posisinya yang tidak memungkinkan untuk mengikuti langkah Rindu.


TERIMAKASIH


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA 😘

__ADS_1


__ADS_2