Cinta Rindu

Cinta Rindu
BUKAN GOSIP


__ADS_3

sesuai perintah Adit, Soni menyuruh pihak HRD untuk segera mengeluarkan surat kerja untuk Rindu.


"heeei ada berita hebooh loooh" Teriak Sari yang baru masuk ke dalam ruangan. semua orang langsung melihat ke arahnya.


"apaan sih Sar baru dateng udah heboh aja" kata Hary


"gue denger tadi di toilet katanya direktur kita yang baru udah menikah loh" semua kaget termasuk Rindu, kenapa berita ini cepat menyebar ucapnya dalam hati


"sumpah Sar?? cuma Gosip kali" timpal karyawan lainnya


"serius bukan gosip, tadi pagi anak tim marketing lihat ada cincin melingkar di jari manisnya" Rindu yang mendengarnya kaget, dia perlahan melepas cincin yang ada di jarinya agar tidak ada yang menyadarinya.


"dan gosip yang beredar kalau istri direktur itu perempuan yang galak dan sangat posesif, dia tidak suka melihat suaminya dekat dengan wanita lain selain dirinya" jelas Sari membuat Rindu tertawa pelan, entah dari mana gosip itu berasal, Rindu sama sekali tidak mengerti dan tidak memperdulikan nya.


"duuh kalau kaya gitu gue berharap kalau gue ga kepilih deh kebayang kan gimana nantinya" ucap Sari dan para wanita yang lainnya juga menyetujuinya


"katanya pengumumannya hari ini loh kalian siap-siap aja" ucap Bima membuat semua wanita yang ada di ruangan itu sangat heboh dengan berita itu kecuali Rindu yang pasrah mengikuti skenarionya Adit


"Rin lo ga istirahat?" tanya Rizal


"gue banyak kerjaan yang belum beres Zal kamu duluan aja" Rizal pun pamit. setelah semuanya kosong Rindu melihat sekitar ruangan memastikan tidak ada lagi orang dia pun segera berlari masuk ke dalam ruangan Adit.


"sayang kamu kenapa?" ucap Adit melihat Rindu yang masuk ngos-ngosan. Adit segera mengambilkan air minum untuk istrinya itu


"nih minum dulu" ucap nya


"sebentar lagi kamu tidak perlu seperti ini sayang karena surat kerja mu akan segera turun" lanjutnya lagi Rindu hanya menatapnya membuat Adit merasa tidak mengerti


"kamu kenapa sayang?" tanya nya sambil memegang tangan Rindu. dia kaget tidak ada cincin yang melingkar di jari manisnya


"cincin kamu mana?"

__ADS_1


"kamu tau ga sayang hari ini berita heboh dengan pernikahan kita? karena mereka melihat cincin yang ada di tanganmu jadi aku melepasnya karena takut ketauan" ucap Rindu menunduk pada akhir kalimatnya


"sekarang cincin kamu mana?" nada Adit terdengar sangat marah dan wajahnya pun langsung mendadak jutek. Rindu mengambil cincinnya di sakunya dan menyerahkannya pada Adit. dia pun memasukkan kembali cincin di jari manis Rindu


"jangan pernah melepasnya dalam keadaan apapun, atau kamu tanggung resikonya" ancam Adit padanya


"tapi Dit kalau ada yang lihat bagaimana"


"persetan dengan itu, memang apa yang salah dengan kita yang sudah menikah, sudah aku tidak ingin membahasnya sekarang kamu makan dulu ya aku sudah membeli makanan kesukaanmu" Adit langsung membuka plastik yang ada di meja. 2 porsi nasi gudeg lengkap ditata nya. seketika senyum wanita cantik itu melebar.


"makasih ya sayang " ucapnya dan langsung menyantap makanan kesukaannya itu. Rindu tidak akan pernah menolak nya walau dalam keadaan marah sekali pun. Adit tersenyum sambil membelai rambutnya.


"makan yang banyak yaa"katanya sambil mencubit pipi Rindu.


dengan cepat dia menghabiskan makanan sebelum waktu istirahat habis karena di harus sudah berada di ruangannya sebelum orang-orang kantor bubar dari kantin.


"sayang aku dah selesai, aku balik dulu ya sampai ketemu di apartemen" pamitnya sambil mengecup bibir suaminya.


Keluar dari ruangan Adit Rindu terlebih dahulu menyapa Susan sekertaris yang berada di depan ruangan direktur.


"siang Susan" sapa Rindu


"siang nyonya Rindu" Rindu kaget dengan panggilan Susan terhadapnya. dia berkata seperti itu karena dia sudah mengetahui kalau Rindu adalah istri sah dari direktur utamanya.


Rindu hanya tersenyum dan kembali ke ruangan sambil melihat sekitar.


"Rindu" teriak Rizal membuat jantungnya berdetak dengan kencang


"hei" sapa Rindu dengan terbata


"kamu habis dari mana?aku tunggu di kantin tapi kamunya ga datang-datang jadi aku membelikan ini buat mu" Rizal menyodorkan plastik yang berisikan Roti dan air mineral.

__ADS_1


Rindu menatapnya tersenyum " terimakasih ya" katanya dan mereka pun berjalan bareng menuju ruangan


"jadi kamu habis dari mana?"


"oh tadi aku habis dari toilet" Rindu terpaksa berbohong. mereka pun kembali ke tempat masing-masing untuk mengerjakan kembali tugas yang begitu menumpuk.


"oke perhatian semuanya, pengumuman asisten pribadi direktur kita sudah keluar dan suratnya jatuh ke ruangan kita" jelas Bima sambil memperlihatkan amplop yang ada di tangannya. semua wanita yang ada di ruangan itu berteriak histeris.


"semoga bukan gue" ucap dari semua wanita. Rindu hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan para wanita itu yang menurutnya sangat lebay. Bima perlahan membuka amplop itu, ruangan kala itu mendadak sangat hening, semua wanita harap-harap cemas menunggu pengumuman sedangkan Rindu siap-siap membereskan barangnya karena akan segera pindah ke ruangan suaminya.


"dia adalah Rindu" teriak Bima membuat semua orang langsung menatap ke arahnya dengan rasa yang iba. banyak ucap rasa syukur yang terdengar dari mulut wanita-wanita itu. semua yang ada di ruangan itu menghampiri Rindu.


"nasib lo malang banget sih, baru aja magang dan belum mendapatkan kontrak pegawai resmi sudah mendapatkan posisi ini sabar ya Rin" ucap karyawan perempuan satu persatu menghampiri nya dan hampir semua dengan kata-kata yang mereka ucapkan sama. Rindu hanya pura-pura tidak tahu dan mencoba benar-benar semangat di depan para karyawan yang ada di sana.


"Rin ini surat lo, dan semangat ya" ucap Hary sambil memberikan surat itu padanya


"makasih ya bang" dia mengambil kertas tugas itu, semua mata masih memandang arah Rindu, terlihat di mata mereka rasa kasian terhadapnya.


"Zal aku pamit ya, makasih kamu sudah menjadi partner terbaik aku" pamit Rindu


"sama-sama Rin, kamu jangan lupa untuk main ke ruangan ini ya" Rindu mengangguk, dia pun membawa barang-barang nya berjalan keluar sambil pamit pada semuanya.


walaupun mereka belum terlalu dekat satu sama lain tapi Rindu merasakan ada yang hilang dari hatinya itu, kerjaan yang selama ini sangat di impikan nya. Rindu kembali menundukkan kepala saat di ambang pintu untuk pamit dan berjalan meninggalkan ruangan tersebut.


"kasian banget sih dia" ucap salah satu karyawan


"waktu tegang nya sudah beres ya, dan kalian harus melanjutkan kerjaan kalian karena kita harus beres sesuai jadwal" teriak Bima, semua karyawan mendengus pasrah dan melanjutkan kerjaan mereka.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA ♥️♥️😘

__ADS_1


__ADS_2