
Dengan wajah yang mesem Rindu melangkahkan kakinya menuju ruangan suaminya sambil membawa barang-barang miliknya. Adit yang sudah menunggunya di depan pintu tersenyum dengan sangat lebar menyambut Rindu.
"selamat datang Rindu" ucapnya sambil memeluk istrinya, Soni dan sekertaris Adit tersenyum melihat keduanya
"ciiih kamu itu nyebelin banget tau ga" ucap Rindu Adit tidak memperdulikannya, dia mengambil barang-barang Rindu dan mereka pun masuk ke dalam.
ada yang berbeda di ruangan itu, sebuah meja lengkap dengan komuter dan peralatan kerja lainnya mirip dengan meja Rindu sebelum yang berada di sisi sebelah kiri meja kerja Adit, Rindu yang melihatnya langsung tertawa sedangkan Adit menyimpan dan menata barang-barang istrinya di meja kerja Rindu yang baru.
"kamu kenapa ketawa sayang?" tanya Adit menghampirinya dan langsung memeluk pinggangnya tidak lupa Adit menutup tirai agar tidak terlihat di luar.
"lepasin sayang, dan lagi buka tirai nya aku takut mereka berpikir macam-macam tentang kita" jelas Rindu membuat Adit gemas melihatnya, dia langsung mengecup bibir Rindu membuat Rindu langsung mendorong tubuhnya.
"Adit ga lucu"
"yang ngelucu siapa sayang, lagi pula apa salahnya kalau emang kita macam-macam toh kita udah halal ini" canda Adit. Rindu semakin kesal dengannya, dia langsung meraih remote yang ada di meja kerja Adit dan membuka tirainya. dia pun berjalan menuju meja kerjanya, tapi Rindu tidak tau apa tugas dirinya disini.
"Dit aku disini ngapain?" Adit langsung tertawa melihat wajah bingung sang istri
"ngurusin aku lah ngapain lagi" katanya menghampiri Rindu menarik bangkunya dan duduk berdekatan dengannya.
"sumpah hari ini kamu benar-benar buat aku naik darah Dit, percuma aku berangkat kerja kalau cuma nongkrong di sini liatin kamu kerja" Rindu terus mengoceh sedangkan Adit menopang wajahnya dengan tangan nya yang di sandarkan di atas meja kerja Rindu memperhatikan ocehan istrinya.
Adit mengecup bibir Rindu membuat dirinya berhenti berbicara.
"sayang kamu mau kerjaan kaya gimana aku bisa memberikannya"
__ADS_1
"ciiiih belagu banget sih, sayang sebenarnya aku sudah nyaman dengan kerjaan aku yang dulu, aku sangat senang bisa menerjemahkan novel-novel dan aku......."
"stop, aku udah tau apa yang kamu inginkan, nanti aku suruh Soni untuk memberikan tugas untukmu sesuai dengan kerjaan kamu dulu" Rindu tersenyum dan mengecup pipi kiri suaminya.
***♥️♥️***
Rindu memilih untuk pulang ke apartemen dengan menggunakan transportasi umum karena dia tidak mau ada yang melihat dirinya yang pulang bersama Adit. selama perjalanan Rindu merasa sakit di bagian perutnya, dan setelah turun dari bis Rindu mampir dulu di minimarket yang ada di lingkungan dekat apartemennya.
"mas boleh saya pinjem toilet"
"silahkan kak, masuk kedalam belok kiri" jelas karyawan minimarket itu. Rindu pun masuk kedalam dan ternyata benar dugaannya, tamu yang selalu datang setiap bulan, pantes saja aku merasakan sakit di perut ucapnya lalu keluar dan membeli pembalut untuknya.
Adit sudah menunggu Rindu dari tadi di apartemen. dia terus melihat kearah jam dinding yang tepat berada di depannya. rasa khawatir membuatnya berdiri dan berniat untuk menyusul sang istri. saat lift terbuka Adit melihat sosok yang selama ini dia tunggu, Rindu melihat suaminya pun tersenyum dan langsung menghampiri suaminya.
"mau ke kantor polisi ngelapor kalau istri aku ga pulang-pulang" ucapnya dengan nada kesal. Rindu yang mendengarnya tertawa
"kamu beli apa?" tanya Adit melihat tangannya yang membawa plastik yang cukup besar.
"aku beli bumbu sama cemilan buat di rumah sayang" jawab Rindu. setelah mereka masuk ke dalam rumah Rindu langsung ke arah dapur untuk membereskan belanjaan yang tadi di belinya. Adit memeluk tubuh Rindu dari belakang, mengikuti setiap langkahnya sambil mencium leher sang istri.
"sayang kalau kamu seperti ini aku akan lama membereskan ini" Adit membalikan tubuh istrinya sampai menghadap padanya. Adit mencium bibirnya dengan sedikit kasar sambil mengiring tubuhnya ke sofa yang ada di ruang tv. Rindu menikmati setiap gerakan dari suaminya sehingga akhirnya tubuh Rindu terbaring di atas sofa.
Rindu mendorong tubuh Adit membuat dirinya menghentikan ciumannya
"ada apa sayang?"
__ADS_1
"yank aku baru datang bulan" ucap Rindu pelan, Adit yang mendengarnya langsung bangun dan masuk ke dalam kamar menutup pintunya dengan cukup keras membuat Rindu kaget memegang dadanya. wajar saja Adit kesal karena rencana yang sudah dia bayangkan sejak tadi pagi kembali gagal. Rindu pun menyusul Adit masuk ke dalam kamar.
"sial gagal lagi, siksaan apa lagi ini" ucap Adit kesal di kamar mandi. Rindu yang masuk ke kamar mencari suaminya karena tidak terlihat. dia pun menuju kamar mandi.
"sayang aku masuk ya" ucap Rindu, memang Adit sengaja tidak memasangkan kunci untuk kamar mandi yang ada di kamar.
tidak ada jawaban dari suaminya membuat Rindu langsung membuka kamar mandi. Adit sedang menggosok gigi nya di depan kaca. Rindu menghampirinya dan memeluk badannya dari belakang.
"sayang kamu marah?" Tristan hanya menggelengkan kepalanya.
"sayang maafkan aku, ini bukan kehendak aku" Adit membalikan badannya setelah beres menggosok giginya dan mencium kening istrinya
"aku ga marah sayang" dia pun merangkul Rindu keluar kamar mandi dan mengajak dirinya untuk tidur.
Adit memeluk tubuh Rindu membuat dia merasa nyaman berada di pelukan suaminya.
"sayang biasanya berapa lama kamu datang bulan?" tanya Adit
"kurang lebih satu minggu" jawab Rindu pelan, Adit melepaskan pelukannya kaget dengan jawaban Rindu
"apa???? satu minggu???" teriak Adit, dia langsung memasukan kepalanya kedalam bantal dan berteriak, Rindu yang melihat kelakuan suaminya tertawa. Rindu sangat mengerti kalau suaminya sangat ingin melakukan kewajibannya sebagai seorang suami tapi ini ada hukum alam dan itu tidak bisa di tolak.
terimakasih atas kunjungan nya
jangan lupa untuk like dan komen yaaaa ♥️♥️♥️
__ADS_1