
setelah kepergian Adit ke Amerika Fatih segera mengabari keluarga Rindu dan seperti biasa yang peduli dengannya hanya Farel.
sudah 3 hari Rindu belum saja sadarkan dirinya dan Farel terus merawatnya.
"hai Farel bagaimana keadaanya sekarang" sapa Kania yang baru saja masuk dengan Lala. mereka sudah kenal dengan Farel karena selama Rindu di rawat keduanya selalu menyempatkan untuk sekedar mampir ke RS seusai kuliah. begitupun dengan Gilang dia hampir setiap malam menunggu Rindu bersama dengan Farel
"masih belum ada perkembangan" jawabnya menunduk
"kamu udah makan?" tanya Lala, Farel menggelengkan kepalanya
"kamu cari makan aja dulu biar Rindu kita berdua yang jaga"lanjutnya
Farel pun pergi untuk mencari makanan di kantin RS.
"hei kalian udah di sini, tau mau kesini padahal kita bareng aja" ucap Arya yang juga baru saja datang bersama Fatih
"gue bawa mobil kok" ucap Lala
"guys panggil dokter" teriak Kania tiba-tiba yang melihat jari Rindu bergerak
dengan sigap Fatih berlari ke ruang jaga perawat dan perawatan pun segera memangil dokter. Rindu membuka kedua matanya dia perlahan melihat sekitar tatapan masih kosong entah apa yang dia lihat
"Rin ini gue Kania lo inget gue kan" Rindu terus menatap Kania tanpa reaksi. dokter dan perawat yang baru datang untuk memeriksa keadaan Rindu
suster membatu melepaskan semua alat yang menempel padanya.
"Rindu kamu dengar saya"ucap Dokter dan Rindu memberikan satu anggukkan
"ini angka berapa kedipkan pakai mata" Dokter mengacungkan dua jari dan sesuai di perintahkannya Rindu mengedipkan dua kali matanya.
"bagaimana Dok" tanya Fatih
"dia sudah sadar, cuma butuh waktu untuk bicara kalian cuma perlu ajak dia bicara untuk melatih konsentrasi nya, saya permisi dulu kalau ada apa-apa segera kabari kami" ucap Dokter
"terimakasih Dok" kata ke-empat orang yang sudah menjadi sahabat Rindu. Farel dapat kabar dari Arya segera berlari menuju ruangan Rindu
"bagaimana?" tanya Farel yang baru datang ngos-ngosan
"dia baik, tuh sekarang sedang makan disuapi Lala" jawab Arya. Fatih pun langsung menghampiri Rindu
"Rin ini gue Farel" Rindu tersenyum mengangguk, dari awal sadar memang Rindu belum mengeluarkan suaranya tapi dia merespon semua orang yang mengajaknya bicara.
"..gimana keadaan lo baik?" lanjutnya dan sekali lagi dia pun mengangguk. Farel tersenyum sambil mengusap rambutnya
__ADS_1
"terimakasih ya kamu sudah bertahan" terimakasih Tuhan ucapnya dalam hatinya
selesai makan Farel menaikkan kasur Rindu agar dia lebih nyaman untuk berinteraksi. Rindu melihat sekelilingnya dia mengkerutkan dahinya. teman-teman nya tau siapa yang Rindu cari.
"Rin lo butuh sesuatu" tanya Kania Rindu hanya menggelengkan kepalanya
"A..d..i.t m..a..n..a?" tanya nya terbata. keempatnya saling pandang mereka tidak tau apa jawabannya.
"Rindu" teriak Gilang yang baru saja masuk. Gilang mendapat kabar dari Farel kalau dirinya sudah siuman. ada perasaan lega dari keempat sahabatnya dengan kedatangan Gilang karena mereka bisa menghindari pertanyaan Rindu
"Rindu ini aku Gilang kamu masih ingat kan?" ucapnya sambil meraih tangan Rindu. Rindu tersenyum mengangguk
"Gi..la..ng" katanya tapi mata Rindu terus menatap ke arah pintu
"apa kamu butuh sesuatu?"tanya Gilang
"Adit mana?" Gilang langsung melihat sekitar dan semuanya menggelengkan kepalanya mengisyaratkan kalau mereka belum menceritakan keadaan Adit padanya
"Adit ada kok dia sedang istirahat kamu tenang aja" Gilang terpaksa berbohong pada sahabat kecilnya itu
waktu sudah larut Lala dan Kania pamit pada Rindu begitupun dengan Fatih dan Arya mereka berjanji pada Rindu besok akan kembali lagi.
Gilang mengubah bentuk kasur Rindu kembali untuk tidur. Gilang selama ini benar-benar merawat Rindu. setiap hari membersihkan wajah, tangan dan kaki Rindu dengan Lap basah.
"kamu tidur ya"
"sudah malam, kamu nya belum betul-betul pulih, sekarang kamu istirahat dulu agar badanmu cepat pulih pasti aku akan mengantarkan mu pada Adit" kembali kebohongan yang Gilang ucapkan. yang paling penting untuknya saat ini adalah Rindu yang cepat kembali pulih. Rindu tersenyum mengangguk dia pun menutup matanya
Gilang menghampiri Farel yang sedang duduk di sofa menyandarkan dirinya. terlihat sangat lelah di wajahnya
"Rel lo sudah berapa hari bolos kuliah apa tidak masalah?" tanya Gilang. Fatih mengangkat kepalanya yang semula menyender di sofa
"kesehatan Rindu lebih penting buat gue, gue ga peduli kuliah gue"
" jangan seperti itu Rel, Rindu sudah merelakan rumah penuh kenangannya demi lo melanjutkan kuliah, jangan buat dia kecewa bro" kata Gilang sambil menepuk bahu Farel. sebelumnya memang Farel sudah menceritakan semua yang dialami Rindu dari sebelum dia pergi berhijrah ke Jakarta
"Rindu bagaimana? dia sebatang kara Lang cuma gue saudara yang peduli dengannya" kata Farel
"lo tenang aja gue janji bakal menjaga Rindu sebaik mungkin, lo percaya sama gue kan" Farel mengangguk, matanya terus menatap Rindu dengan haru
"lo besok harus balik ke Bandung untuk kuliah"
"trus kuliah lo gimana?
__ADS_1
"tenang aja gue sudah ajuin surat izin selama seminggu, lo jangan khawatir gue pasti mengirimkan kabar Rindu setiap hari" Farel langsung memeluk tubuh sahabat yang ada di depan nya
"thanks bro, lo memang sahabat kita yang paling baik gue percayakan Rindu sama lo" katanya dan melepaskan pelukannya
"kalian bukan sekedar sahabat tapi sudah seperti saudara gue sendiri"
***
06.00
Farel sibuk mengemasi barang-barang nya sedangkan Gilang mengajak Rindu mengobrol dan sesekali wanita cantik itu tertawa dengan cerita Gilang semasa kecil mereka
"seru banget kayanya" Farel yang ikut bergabung
"..Rin gue pulang ya" lanjut Farel dengan nada yang sedih
"kamu jangan sedih donk aku akan baik-baik saja disini"
"janji ya kamu selalu kabarin aku setiap hari" Rindu mengangguk tersenyum
Farel pun pamit pergi. Gilang mengantarkannya sampai depan RS
"hati-hati ya bro jaga diri lo"ucap Gilang sambil memeluk dan menepuk punggung Farel
"titip Rindu ya"
"siap" Farel pun pergi
"Gilang" sapa Lala dan Kania berlari kecil menghampiri Gilang
"hei tumben kalian pagi ga kuliah?"
"kita ada kelas sore" jawab Lala dan mereka pun berjalan bersama menuju ruangan Rindu
"Rinduuuu" teriak kedua sahabatnya yang baru memasuki ruangan. Rindu tersenyum melambaikan tangan pada keduanya
"bagaimana kabar lo hari ini" tanya Kania sambil mengecup kedua pipi Rindu
"seperti yang kalian lihat" jawabnya tersenyum
" anak-anak kampus kirim salam buat lo" kata Lala dan Rindu pun tersenyum
"kalian udah menjenguk keadaan Adit? ceritain ke aku donk gimana kabarnya?" keduanya saling pandang dan mereka langsung memandang Gilang. Gilang menaikkan alisnya memberi tanda agar Kania dan Lala menjawab pertanyaan Rindu dengan berbohong
__ADS_1
"dia baik kok, kalian berdua harus cepat pulih biar cepat ketemu" ucap Kania terpaksa berbohong. senyuman lebar dari wajah Rindu membuat kedua sahabatnya merasa bersalah sudah membohonginya .
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA 😆😆😆😆