
seperti biasa saat Rindu datang dia sudah di suguhi tumpukan kerjaan yang ada di mejanya begitupun meja Rizal. keduanya yang baru saja datang saling menatap dan menarik nafas dalam. mau tidak mau ini memang sudah menjadi resiko anak baru, mereka pun pasrah mengerjakan semuanya.
berbagai macam novel yang harus di terjemah oleh Rindu. satu-persatu lembar dikerjakan nya.
dret dret dret
Adit :"sayang keruangan aku ya"
Rindu :"maaf sayang aku banyak kerjaan lagi pula aku tidak mau orang curiga kalau aku sering kesana"
Adit :"SEKARANG!!!"
terpaksa Rindu pun menuruti sesuai yang di perintahkan Adit
"mau kemana Rin?" tanya Rizal
"ke toilet dulu" ucapnya berbohong
Rindu berjalan sambil melihat sekitar kantor karena dia takut terlihat oleh orang sedang menuju ke ruangan direktur. untung jam-jam sekarang sepi semua orang sedang mengerjakan tugas mereka. setelah sampai Rindu pun harus pasrah bertemu dengan sekertaris Adit yang ada di depan ruangannya.
Rindu perlahan melangkahkan kakinya sambil tersenyum
"nona Rindu langsung masuk aja" ucap sekertaris itu seolah-olah dia memang tau akan kedatangannya.
"terimakasih" Rindu pun mengetok pintu lalu masuk ke dalam
Adit yang sedang duduk di kursi kerjanya langsung memencet remote untuk menutup semua tirai yang ada di ruangan nya.
"kenapa harus di tutup" tanya Rindu, Adit langsung menghampirinya dan mengecup bibirnya
"karena aku mau sarapan pagiku" ucapnya membuat wajah Rindu memerah.
"sayang sekertaris kamu tau aku kesini?kok keliatannya dia biasa aja liat aku terus ke ruangan kamu"
__ADS_1
"tau donk, malah dia tau kamu tunangan aku" katanya sambil merangkul Rindu untuk duduk
"Adiiiiit, kalau sampai tersebar gimana?" ucap Rindu yang sedikit emosi
"ya ga apa-apa donk sayang kan bukan gosip tapi fakta" timpal Adit yang sengaja membuat tunangannya itu kesal sambil membuka makanan yang ada di meja
"Dit aku ga becanda, aku serius"
"udah sekarang makan dulu ya"
"ga mau!!" Rindu melipat kedua tangannya di atas dada sambil memalingkan wajahnya dari Adit. Adit tersenyum melihat kelakuan manja Rindu menarik wajahnya dan kembali mengecup bibirnya
"kamu tenang aja sayang orang yang jadi sekertaris ku orang yang bisa menjaga rahasia perusahaan maupun rahasia pribadi aku, itu sudah menjadi kewajiban mereka, makanya kamu tidak perlu takut akan hal itu lagi pula emang apa salahnya sih kalau orang-orang tau kamu tunangan aku" jelas Adit sambil menyuapi Rindu nasi kuning yang sudah di pesannya
"soyong ako udah sarapon" katanya dengan mulut yang penuh dengan makanan. Adit tertawa melihat Rindu.
"ga apa-apa mulai hari ini aku pengen kita sarapan bareng. oia hari ini jadi pindah kan?" Rindu mengunyah dengan cepat
"rencananya besok sayang"
"sorry lama" kata Rindu pada Rizal
"lo ngapain? nongkrong ya di WC?" candanya dan Rindu hanya tersenyum. dia pun melanjutkan kerjaannya yang belum satupun selesai.
"guys mohon perhatiannya" teriak Bima dia adalah manager bagian Right Editor. semua yang ada di ruangan itu melihat padanya.
" tadi saya dapat telepon dari pihak HRD kalau direktur baru kita membutuhkan assisten pribadi dan dia meminta semua wanita dari tiap bagian wajib menyerahkan data pribadi kalian" pengumuman itu sontak membuat para wanita histeris bagaimana tidak siapa sih yang tidak ingin menjadi asisten direktur terlebih direktur nya sangat muda dan cakep.
"apalagi sih rencana dia" geramnya dalam hati, Rindu tidak peduli dengan apa yang terjadi dia pun melanjutkan kerjaan yang ada di depan matanya.
Hary membagikan form biodata pada setiap wanita yang ada di ruangan ini.
"Rin ini di isi ya" katanya menyerahkan selembar kertas berwarna putih itu
__ADS_1
"bang tapi aku kan hanya anak baru jadi aku ga berhak ikut" ucap nya dengan halus menolak
" WAJIB!!!" katanya tersenyum dan menyimpan kertas di meja Rindu. Rindu langsung mengerti kalau ini hanya ulah Adit yang ingin menjadikan dirinya sebagai Asisten nya. dia mengadakan ini agar orang tidak terlalu curiga dengan mereka. pinter kamu ya ucap pelan Rindu sambil menatap kertas form yang ada di tangannya.
Rindu :"Adit maksud kamu apa? asli ini ga lucu!!"
Adit :"ini sebagai hukuman kamu karena tadi pergi tanpa pamit"
Rindu :"jangan jadikan pekerjaan permainanmu!!😡"
Adit :"aku lagi tidak sedang bermain sayang, aku memang sedang membutuhkan Asisten pribadi terlebih lagi aku sangat butuh Asisten untuk seumur hidup 😘😘😍"
Rindu sangat kesal dengan Adit, masa bodo dengan kertas itu dia tidak mengisinya dan melanjutkan kerjaan yang sudah dari tadi menantinya. Hary mengelilingi satu persatu meja karyawan wanita untuk mengambil form karena memang dia di tugaskan untuk mengurusnya.
tok tok tok (Hary mengetok meja Rindu)
"heii mana formnya"
"belum di isi bang, aku ga ikutan ya please" katanya sambil memohon pada seniornya itu
"gue denger sih kalau yang ga ikut masukin data dia bakal di pecat, pokoknya aku tunggu 5 menit di meja kerja aku ya"
siaaaaal apalagi ini??? Adit bener-bener buat aku emosi ucap nya dalam hati. Rindu terpaksa mengisi form itu dan menyerahkan nya di meja Hary
Rindu :" kamu udah bikin aku kesal hari ini PUAS!!!"
Adit hanya tertawa membaca pesan singkat dari tunangannya itu.
Adit : "itu hanya hukuman kecil dari aku sayang mestinya kamu senang bisa dekat denganku, love u beib aku menunggumu disini 😘😘😘😘"
Rindu semakin emosi membaca balasan pesan dari Adit. dia menarik nafas dalam lalu menyenderkan tubuhnya, percuma dia melayangkan protes pada Adit karena itu tidak akan berguna.
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA
__ADS_1
DITUNGGU LIKE, KOMEN DAN VOTE NYA,♥️♥️♥️