Cinta Rindu

Cinta Rindu
MENGGANGGU


__ADS_3

kedatangan para sahabat Rindu dan Adit bukan kabar yang hoax, mereka benar-benar menyusul keduanya ke Bali. Rindu dan Adit menunggu kedatangan para sahabatnya di bandara. dari tadi Adit menekuk wajahnya karena memang dia tidak senang dengan kedatangan mereka. menurutnya mereka hanya akan menganggu dirinya yang sedang Honeymoon.


setelah 30 menit menunggu ke-enam sahabat keduanya keluar dari pintu sambil melambaikan tangan. Rindu sangat bahagia dengan kedatangan sahabatnya dan langsung memeluk ketiga sahabat wanitanya.


"kalian ngapain sih kesini ganggu aja"ucap sinis Adit sedangkan para sahabat hanya menertawakan nya


"awww sakit yank" Rindu mencubit perut Adit karena menurutnya Adit sudah berbicara kelewatan


"ngapain juga ngomong gitu, kita langsung ke hotel aja ya" lagi-lagi mereka menertawakan Adit dengan wajah yang cemberutnya mengikuti langkah sang istri dan mereka pun langsung menuju ke hotel.


"inget ya kalian jangan ada yang masuk ke kamar wanita" ucap Rindu pada ke-tiga sahabat prianya


"kalau ga khilaf ya" ucap Arya yang mendapat satu pukulan di kepalanya


"aww sakit yank"


"makanya ngomong jangan ngasal" ucap sinis Kania


"kita kumpul disini jam 5.30 ya" ucap Rindu dan mereka pun menyetujuinya


mereka pun memilih untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum berkeliling menikmati kota Bali.


"sayang aku mau lagi" ucap manja Adit sambil memeluk tubuh Rindu yang sedang mencari baju karena mereka sudah janjian bertemu di lobby hotel untuk keliling dan mencari makan


"sayang jangan mulai deh, ga enak ih sama mereka kalau kita kelamaan"


"bodo, ayolah yank"


"gaaaak" ucapnya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk bersiap diri.


Adit sangat kesal dengan kedatangan para sahabatnya, mereka hanya mengganggu waktu dia dan Rindu berduaan.


"liat aja ya giliran kalian bulan madu gue ga akan bikin hari-hari kalian tidak tenang" ucapnya dengan penuh kekesalan.


setelah Rindu dan Adit siap mereka pun segera ke bawah karena ke-enam sahabatnya yang sudah menunggu di lobby.


"lama banget sih jangan-jangan kalian habis ting ting ya" goda Fatih

__ADS_1


"boro-boro ..." ucapan Adit terhenti saat Rindu manatap sinis ke arahnya


"sabar broo" ucap Gilang sambil merangkul dirinya dan berjalan sedangkan yang lainnya menertawakan Adit karena mereka tau kalau Adit sekarang sedang kesal dengan kedatangan mereka.


mereka pun berjalan dari hotel ke tempat makan yang memang menyediakan makanan khas Bali. mereka duduk di pinggir pantai dengan pemandangan langsung sunset kala itu. setelah menyantap makanan mereka lanjut dengan mengobrol, Adit terus melihat jam tangannya karena memang saat itu sudah sangat larut dan Rindu masih saja asik dengan mereka.


"yank udah malem bobo yu" bisik Adit


"yaelah Dit baru juga jam 12, kita kan udah lama ga kumpul gini" timpal Arya yang berada di sampingnya


"iya nih ga asik lo Dit" ucap Clara dan mereka pun melanjutkan obrolan mereka. Adit menarik nafas dalam menyenderkan kepalanya di bahu Rindu sambil memeluk tubuhnya.


ke-enam temannya hanya tertawa melihat kelakuan Adit yang manja seperti itu dan mereka tau kalau Adit sangat ingin segera masuk ke kamar. memang tujuan mereka ke sini sengaja untuk menganggu bulan madu sahabat mereka itu dan mereka pun tidak peduli dengan Adit. dalam hati Adit dia menyumpahi ke-enam orang yang ada di depannya dan dia berjanji akan membalasnya nanti.


"jadi kalian nikah kapan?" tanya Rindu pada Fatih dan Lala


"bulan depan" jawab santai Fatih


"apa?" semua kaget dengan jawaban Fatih


"serius, kok kalian nyantei banget sih, biasanya kan orang mau nikah itu sibuk ngurusin pernikahan" ucap Kania


"terus kalian bulan madu kemana?" kini Adit mengeluarkan suaranya, dia mengangkat wajahnya dan menanti jawaban dari pertanyaan nya pada calon suami istri itu.


"emmm rencananya kita mau pergi ke Tokyo" mendengar itu Adit tersenyum kecil, liat aja gue ga akan bikin bulan madu kalian tenang ucapnya dalam hati


"uuuch co cweet bangeet gue juga pengen banget kesana" sahut Kania


" ya udah yank nanti kita bulan madu kesana juga" timpal Arya


"dih siapa juga yang mau nikah sama lo"


"tega banget sih yank"


"duuuh kalian jangan bahas bulan madu mulu deh gue yang jomblo kan baper" ucap Clara yang wajahnya berubah menjadi cemberut


"makanya mumpung ada yang mau sama lo terima aja napa" kata Fatih sambil melirik memberi kode pada Gilang

__ADS_1


"cowok yang ga ada usahanya deketin cewek kaya gitu mana ada yang mau"


"seriusan kamu ga pernah deketin Clara Lang?"tanya Rindu


"yaaa orangnya sebelum di deketin aja udah menjauh" jawab Gilang santai


"ya usaha donk gitu aja menyerah" ucap Clara sambil melirik sinis padanya, dia langsung berdiri dan berjalan menuju hotel tanpa pamit pada para sahabatnya.


"kode Lang sana samperin" ucap Lala dan Gilang pun mengejar Clara


"ya udah kita istirahat yu gue capek, biarin mereka menyelesaikan masalah mereka" ucap Lala dan membuat Adit tersenyum bahagia


mereka pun meninggalkan Clara dan Gilang dan kembali ke hotel.


"bye Rindu, awas Adit bakal jadi harimau tar di kasur" bisik Lala sambil tertawa tapi itu membuat Rindu merinding mendengarnya.


"awas ya kalian inget jangan coba-coba masuk ke kamar perempuan kalian belum halal" nasehat Rindu pada 2 lelaki yang sebentar lagi akan melepas masa lajang mereka.


"iya iya emak dari tadi pesannya itu mulu, ya udah sana kalian masuk kasian tuh Adit dari tadi udah ga tahan" canda Arya


"baru nyadar lo? bukannya nyadar dari tadi" kata Adit sambil berjalan merangkul pinggang Rindu. 2 pasang kekasih tersenyum menggelengkan kepala melihat tingkah laku Adit.


"yank malu tau kenapa harus ngomong kaya gitu sih"


"ya biarin emang bener kok" kata Adit membuat bulu kuduk Rindu berdiri, dia pun melepaskan rangkulan Adit dan berjalan dengan cepat masuk ke dalam kamar. Adit hanya tersenyum melihat tingkah laku istrinya.


benar saja setelah masuk di dalam kamar Adit meminta jatahnya sebagai seorang suami. sebenarnya bukan Rindu tidak menginginkan nya tapi sampai saat ini dia masih merasakan sakit yang luar biasa tapi dasar laki-laki tidak pernah mengerti posisi perempuan dia tetap terus merengek memintanya dan Rindu pun secara terpaksa melayani suaminya.


"tenang aja sayang aku akan melakukannya dengan perlahan" bisik Adit dan Rindu hanya mengangguk.


TERIMASIH SEMUANYA YANG SUDAH MENDUKUNG AUTHOR


MAAF BEBERAPA HARI INI TIDAK UPDATE


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA


SEMOGA KALIAN SEMUA SEHAT SELALU...

__ADS_1


♥️😘


__ADS_2