
Hari pertama di Tokyo di habiskan oleh Rindu dan Adit di dalam kamar mereka. di pagi hari Adit sudah bersiap untuk memberikan surprise untuk Fatih. sepasang suami istri itu pun pergi ke kmr pengantin baru yang di satu lantai di bawah kamar keduanya.
Setelah sampai di depan kamar Adit terus mengetok pintu kamar keduanya, sambil tertawa dia tak henti-hentinya mengetok pintu, dia tau kalau pengantin baru itu pasti masih tidur karena memang masih terlalu pagi untuk bangun.
"yank mereka masih tidur, mending kita jalan-jalan aja" ajak Rindu, tapi memang dasar Adit dia tidak mau kedatangan ke Tokyo sia-sia, dia ingin keberadaannya di Tokyo menjadi hari pembalasannya untuk sahabat sejak kecilnya itu. percuma Rindu membujuknya, apapun keputusan suaminya tidak akan bisa dirubah.
Akhirnya pintu di buka setelah 15 menit Adit mengetuk pintunya, terlewat wajah sembab dan sedikit kesal pada wajah Fatih tapi yang lebih terlihat lagi wajah yang cukup kaget melihat kedua sahabatnya yang menyusul dirinya ke Tokyo.
"ngapain kalian kesini?" tanya Fatih merasa heran
"ikut bulan madu sama kalian, cepet kalian mandi kita tunggu kalian di lobby" ucap Adit sambil menarik tangan istrinya, Rindu hanya tersenyum kaku.
bener-bener tu anak mau membalas gue, kesal Fatih. diapun membangunkan istrinya untuk segera bersiap. Lala yang mendengar kedatangan dua sahabatnya cukup kaget karena kegigihan Adit yang mengikuti mereka sejauh ini. setelah keduanya bersiap mereka pun menghampiri Rindu dan Adit yang sudah menunggu di lobby hotel.
"Rindu" sapa Lala dan langsung memeluk tubuhnya
"Lala, maafin ya aku bisa ngelarang ide gila suami aku" Lala hanya tersenyum dan mengangguk di pelukan sahabatnya. berbeda dengan suaminya, Fatih malah memasang wajah yang terlihat kesal dan marah. Adit yang melihatnya merasa sangat bahagia.
"senang banget sih lo liat sahabat menderita" ucapnya kesal
"lo menderita? kirain gue lo senang gue samperin kesini"
"cih, sumpah kesel banget gue sama lo"
__ADS_1
"emang gue ga kesel waktu lo samperin gue ke Bali" keduanya terus saja berdebat, para istri yang melihatnya langsung berjalan meninggal kedua pria yang masih sibuk dengan beradu mulut.
Melihat sang istri yang sudah berjalan menjauh Fatih berlari mengikuti mereka meninggalkan Adit yang masih saja bicara. woy tungguin gue, sial gue malah yang di tinggalin teriak Adit tapi Fatih tidak menggubris nya. Lala dan Rindu malah asik menikmati ramainya kota Tokyo berdua, sedangkan para suami berjalan lemas mengikuti keduanya dan menjadi tumbal untuk membawa beberapa tas belanjaan yang sudah di beli keduanya.
"coba kalau lo ga kesini, gue pasti sekarang masih menikmati bulan madu gue" bisik kesal Fatih pada sahabatnya.
"salah sendiri lo udah datang di hari bulan madu gue"
"dasar sahabat kejam lo"
"lo sahabat yang norak" keduanya kembali berdebat sampai para istri melirik sinis kebelakang membuat keduanya kembali bisu.
***♥️♥️***
Selesai menikmati makan malam bersama di resto hotel kedua pasang pengantin itu langsung masuk ke kamar, karena memang mereka lelah setelah seharian ini beraktivitas. Saat dikamar rasa lelah Fatih seakan hilang saat melihat sang istri yang sudah siap dengan baju tidur mini dressnya.
Di sisi lain, Adit yang belum puas mengerjai sahabat mempunyai rencana untuk menganggu pengantin baru itu. Rindu lagi-lagi menggelengkan kepalanya dengan keusilan suaminya. Adit dan Rindu keluar membeli beberapa minuman dan cemilan untuk menemani malam mereka.
Keduanya langsung menuju sang pengantin baru. Fatih yang akan memulai malam indahnya terhenti ketika bunyi ketukan pintu dari luar. Saat membuka pintu betapa kesalnya dia melihat sahabat kecilnya yang tersenyum tanpa dosa sambil memperlihatkan plastik cemilan yang di bawanya.
Lala yang mengetahui kedatang sahabatnya segera berlari ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya.
keduanya pun masuk tanpa Fatih menyuruhnya. Malu sebenarnya, tapi mau tidak mau mengikuti suaminya.
__ADS_1
“maaf ya,” ucapnya saat melewati Fatih.
"ngapain sih malem-malem kesini?" kesal Fatih pada Adit.
"ngajak ngemil bareng, ga enak kalau berdua" jawabnya tanpa dosa.
"cih, ga bisa emang lo liat gue bahagia"
"jangan marah-marah mulu ntar cepet tua kasian bini lo nanti punya suami kakek-kakek" ucap Adi mengundang tawa semuanya.
Makasih buat kalian yang selalu mendukung Author. Maaf kalau ada keterlambatan up novel ini, Author sedang merevisi novel satunya dan harap maklum yaaa....
.
.
yang belum gabung di grup chat Author yuuuk gabung, kita bisa ngobrol-ngobrol syantik di sana 😍.
.
.
jangan lupa like dan komen CU gaess 😘😘😘
__ADS_1