
"Clara kamu masih marah sama papi?" tanya Wendi yang merasa selalu di jauhi oleh anak kesayangannya itu. Clara tidak menghiraukan pertanyaan Wendi dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
tok...tok...tok
"sayang buka pintunya, ini sudah berapa hari kamu cuekin papi?papi harus bagaimana biar kamu memaafkan papi?" tidak ada jawaban dari anaknya membuat Wendi membuka pintu kamarnya
"Clara maafkan papi yang tidak bisa mewujudkan permintaan kamu, kamu tau sendiri kan kakek Jordan sudah mengakuinya sebagai cucu mantunya, kita bisa apa kalau sudah kayak begitu" jelasnya duduk di samping anaknya di sofa yang ada di kamarnya.
"pokoknya Clara tidak mau tau Pi, Adit harus jadi milikku" Wendi menarik nafas dalam, dia hanya bisa diam dengan keinginan anaknya
***
Rindu sudah memberi kabar pada ibu tirinya rencana kedatangan Jordan dan Adit yang akan melamarnya. awalnya ada penolakan dari ibu tirinya itu tapi berbagai macam permohonan akhirnya dia mau menerima Jordan dan Adit.
Rindu pun sudah menelpon Gilang untuk meminta maaf karena dirinya tidak bisa datang untuk memenuhi undangan ayahnya tapi Rindu janji akan pergi mengunjungi keluarga sahabatnya itu.
tok tok tok
"sayang aku datang" ucap Adit di balik pintu kamar Rindu, dengan cepat Rindu membuka pintunya dan tersenyum ceria melihat sang kekasih yang sudah datang.
"udah siap?" Rindu mengangguk, Adit meraih tangan Rindu dan mereka berjalan menuju parkiran mobil.
"kakek mana?" tanya Rindu yang tidak melihat sosok yang berwibawa itu
"oh kakek sama Fatih dan Arya, ayo masuk" Adit membuka pintu mobil untuk nya
" kita janjian di rest area sekalian sarapan" jelas Adit karena memang mereka sudah lebih dulu pergi.
selama perjalanan Adit terus memegang tangan Rindu dan sesekali menciumnya. tidak bisa di gambarkan betapa bahagianya dia hari ini. hari yang dimana menjadi sebuah ikatan janji untuk keduanya.
"sayang janji ya jangan lama-lama tunangannya" ucap Adit yang membuat Rindu tertawa.
"tunggu hati aku benar-benar siap ya, kamu jangan khawatir hati aku sudah terisi penuh oleh cintamu. kembali Adit mencium tangannya.
sampai di Rest Area Adit memakirkan mobilnya dan mereka segera ke tempat yang sudah disepakati. Jordan dan kedua sahabatnya sudah menunggu mereka untuk sarapan.
"bro yakin lo nyetir sendiri?semalem kan lo kurang tidur" kata Fatih
"yakin lah, ga apa-apa gue sanggup kok cuma Bandung ini"
"iya Dit mending kamu istirahat aja biar Fatih yang kemudi" kata Jordan yang sedikit khawatir pada cucunya
"tenang aja kakek aku bisa kok"
__ADS_1
"ya sudah terserah kamu, nyetirnya hati-hati ya jangan terburu-buru santei aja"
"siiiiiap boooss"
seusai menyantap sarapan mereka pun melanjutkan perjalanan.
tring tring
Farel :" Rin kamu sudah berangkat?"
"dari siapa" tanya Adit
"Farel yank dia nanya kita udah berangkat atau belum"
"oh..." Adit memang orang yang terlalu posesif. mungkin karena ini pertama kalinya dia mencintai seorang gadis begitu dalam.
Rindu:"aku udah di jalan Rel, tunggu yaa 😁"
Farel:"hati-hati ya, aku tunggu"
entah kenapa sejak semalam Farel mempunyai perasaan yang tidak enak. tapi dia tidak menghiraukannya, dia yakin Rindu akan sampai dengan selamat.
"sayang"
"iyaaa..."
"maksud kamu apa? emang kamu mau ninggalin aku?" katanya sedikit emosi
"bukan itu maksudnya, entah kenapa tiba-tiba aku ingin menanyakan itu padamu, tapi sudahlah anggap saja aku tidak menanyakan nya" Adit kembali konsentrasi menyetir. Rindu terus menatap Adit merasa aneh dengan nya
"dimana pun kamu aku akan tetap menunggu kok" Rindu tetap menjawab pertanyaan yang tadi di tanyakan oleh Adit, jawaban itu membuat nya tersenyum dan kembali mencium tangan Rindu.
"janji yaaa"
"kamu kenapa sih, kaya yang mau pergi jauh aja, iya aku janji tapi tetap saja aku tidak akan pernah mengizinkanmu pergi jauh dariku" keduanya tertawa dengan obrolan mereka.
"sayang kalau kamu ngantuk tidurlah"
"ga kok yank aku ingin menemanimu menyetir"
setelah menempuh 3½ jam perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Farel sudah berdiri di halaman rumahnya menyambut kedatangan keluarga Adit.
"Siang" sapa Farel pada Jordan sambil mencium punggung tangannya
__ADS_1
"kek ini adik Rindu namanya Farel" katanya memperkenalkan mereka
" oh iya Farel panggil saja saya kakek Jordan"
" iya kakek Jordan silahkan masuk"
Rindu segera ke dalam rumah untuk memangil ibu dan kakak tirinya
"bu apa kabar" sapa Rindu pada ibunya yang sedang berada di dapur
"inget juga kamu pulang" katanya dengan ketus
"maafkan Rindu bu di Jakarta Rindu sibuk kuliah dan kerja"
"ciiiih ke sini cuma ada mau nya aja lo" ucap Fany yang baru saja masuk ke dapur
"kak Fany apa kabar" Rindu memegang tangannya dengan niat ingin menciumnya tapi dengan cepat Fany menepisnya.
"ga usah sok-sokan mau nyium tangan gue" hati Rindu terasa sesak, perlakuan mereka masih saja seperti dulu setelah Rindu merelakan rumah kedua orang tuanya dan semua harta peninggalan ayahnya
"kak, ibu mereka sudah menunggu di depan" ucap Farel
"ibu terpaksa melakukan ini karena Alm. ayah kamu" Fany dan ibunya pun pergi ke depan. Rindu yang masih di dapur meneteskan air matanya.
Tuhan apa salahku sampai mereka sebenci itu padaku gumamnya dalam hati.
Rindu menghapus air matanya, dia mengambil bedak yang ada di tasnya dan mengolesnya di wajahnya agar tidak terlihat dia yang habis menangis. Rindu pun kembali ke ruang tamu dengan wajah yang tersenyum. Adit melambaikan tangannya menyuruhnya untuk duduk disampingnya
"siang saya Jordan kakek dari Adit" katanya mengulurkan tangan memperkenalkan diri pada ibu tiri Rindu. diapun meraih tangan Jordan dan memperkenalkan dirinya
"saya ibu tiri Rindu dan ini anak perempuan saya Fany" Fany kaget melihat calon suami adik tirinya itu. dia tidak menyangka Rindu bisa mendapatkan laki-laki setampan Adit. Fany mencuri-curi pandangan dengan Adit dan melemparkan senyumannya.
"jadi kedatangan saya ke sini untuk melamar anak ibu" jelas Jordan
"saya setuju saja selama Rindu juga setuju"
"jadi bagaimana Rindu kamu mau kan?" ibu tiri Rindu menanyakan padanya
"iya saya mau" ucap Rindu, Rindu dan Adit saling menatap dan tersenyum. Fany yang melihatnya memutar bola matanya. dia merasa iri pada saudara tirinya itu.
sebelumnya Farel sudah memohon pada ibunya agar menyambut keluarga Adit dengan sopan. awalnya memang ibunya tidak mau lagi berurusan dengan Rindu tapi Farel mengancam bahwa dia akan membongkar semua kelakuan ibunya yang mengubah kepemilikan tanah atas nama Rindu menjadi namanya.
akhirnya prosesi pertunangan selesai. Adit memakaikan cincin berlapis berlian di jari manis Rindu. dia merasa senang Akhirnya Rindu benar-benar menjadi miliknya
__ADS_1
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YAA