
**FLASHBACK**
setelah perjalanan yang cukup jauh akhirnya pesawat yang membawa Adit mendarat. dan tim medis yang sudah siap di bandara menghampiri pesawat dan segera membawa Adit masuk ke dalam ambulance. mobil ambulance pun berjalan cukup kencang sehingga tidak butuh waktu yang lama untuk sampai ke RS ternama di Amerika.
"doctor tried the best for my grandchild (dokter usahakan yang terbaik untuk cucu saya)" ucap Jordan pada Dokter yang menangani cucunya
"I will try my best, sir, please wait (saya akan berusaha sebaik mungkin pak, silahkan anda menunggu)" Jordan pun duduk menunggu Adit yang berada di ruang operasi.
"pak, apakah anda mau makan?" Jonathan menawarkan, karena sejak pagi beliau belum makan sesuatu apapun
"tidak perlu, saya belum lapar" jawabnya. Jonathan merasa khawatir dengan kondisi Tuannya, dia pun pergi membeli air mineral dan beberapa makanan untuk tuannya.
hampir 8 jam dokter melakukan operasi akhirnya selesai juga.
"hai pak Jordan maaf saya tadi tidak sempat menyapa anda" kata Dr Steve dokter pribadi keluarga Kendrick di Amerika
"tidak apa-apa Dok. bagaimana keadaan Adit"
"syukur nyawanya bisa tertolong, penggumpalan darah yang ada di otaknya berhasil diangkat, tapi saya tidak bisa memastikan kapan Adit akan siuman, dan satu lagi pak"
"ada apa lagi Dok?"
"kemungkinan besar Adit akan mengalami kelumpuhan" Jordan memegang dadanya karena terasa sesak Dr Steve dan Jonathan membopong tubuhnya duduk di kursi yang ada di dekat ruangan.
"pak Jordan apa anda baik-baik saja?" tanya Dr. Steve
"saya baik-baik saja Dok"
"kalau begitu saya tinggal ya pak, Adit sekarang sudah di pindahkan ke ruangan anda bisa langsung ke sana" katanya pamit
"terimakasih ya Dok"
"Jonathan bawa saya ke ruangan Adit sekarang" Jonathan pun membantu Jordan memapah ke ruangan Adit.
Adit masih terbaring lemas dengan bantuan alat pernafasan dan banyak alat yang terpasang di tubuhnya. Jordan menatap tajam ke arah Adit sambil menggenggam tangannya, dia selalu berdoa agar Adit bisa segera bangun.
****
sudah 3 bulan Adit belum juga sadarkan dirinya. Jordan melihat ponsel Adit penuh dengan pesan dan telpon yang masuk terutama dari Rindu. Jordan sengaja tidak mengabarinya karena takut dia merasa cemas dengan keadaan Adit terlebih lagi Adit akan mengalami kelumpuhan.
"malang sekali nasibmu" katanya melihat semua pesan dari Rindu
"Siang pak Jordan" sapa Dr. Steve yang baru masuk ke dalam ruangan
__ADS_1
"Siang donk" Dr. Steve langsung memeriksa bagaimana keadaan Adit.
"bagaimana?" tanya Jordan padanya
"semua keadaan dalam keadaan baik, saya juga tidak mengerti kenapa Adit tidak juga sadarkan diri, anda harus sabar pak"
"Dok saya mau menanyakan sesuatu" ucap Jordan
"ya pak ada yang perlu saya bantu?"
"apakah cucu saya bisa kembali seperti semula, maksud saya apa dia bisa berjalan kembali?"
"kemungkinan besar bisa, Adit harus melakukan terapi rutin, kalau kemauannya untuk sembuh besar dia pasti akan bisa berjalan kembali" Jordan sangat senang mendengarnya, setelah menjawab pertanyaan nya Dr. Steve pun pamit keluar
"nak bangunlah banyak yang menunggumu terlebih lagi Rindu dia sangat ingin bertemu dengan mu" ucapnya meneteskan air mata. jari-jari Adit bergerak dengan pelan membuatnya kaget, Jordan segera memencet bel yang ada di pinggir kasur, tidak butuh waktu lama tim dokter segera berlari ke ruangan Adit.
Adit perlahan membuka kedua matanya, tim dokter mulai mengecek alat-alat medis dan Dr. Steve mengontrol denyut jantungnya.
"Adit kamu dengar saya" ucap Dr. Steve, Adit hanya menjawabnya dengan anggukan.
"ini berapa, jawab dengan anggukan" titah dokter sambil mengangkat 3 jarinya dan Adit menjawabnya dengan 3 anggukan, semua yang berada di ruangan merasa bersyukur karena Adit benar-benar sudah sadar. Jordan merasa sangat senang melihatnya, dia tidak bisa menahan tangis bahagianya.
tim dokter mulai melepas satu persatu alat yang memang sudah tidak di butuhkan oleh Adit.
" baik terimakasih Dok atas selama ini usahamu"
"semua itu dari Tuhan pak saya hanya perantara di sini " ucapnya dan pamit keluar ruangan.
Jordan menghampiri cucunya, Adit masih merasa bingung kenapa dia bisa berada disini
"kek, Rindu mana?" Adit mulai membuka suaranya walaupun sedikit terbata.
"bagaimana perasaanmu sekarang nak?" tanya Jordan tanpa menjawab pertanyaan Adit
"aku merasa baik kek, kek kenapa kakiku sulit untuk di gerakan?" Adit langsung merasa aneh dengan kakinya.
"kamu tenang ya, nanti kamu pasti bisa berjalan kembali" jelasnya
"maksud kakek aku lumpuh?" Adit tidak menerima apa yang terjadi padanya dia menangis sambil memukul-mukul kedua kakinya, Jordan langsung memeluk cucu kesayangannya, menepuk bahu Adit menenangkan nya. setelah Adit mulai tenang dia pun tidur istirahat.
Jordan memanggil assisten nya untuk mengurus semua kuliah Adit di pindahkan ke Amerika. dan Jonathan pun mengurus kepindahan Adit ke Amerika
****
__ADS_1
selama 6 bulan Adit menyelesaikan pendidikannya sambil melakukan terapi nya. Adit kuliah dengan menggunakan kursi roda, hari-hari dia lewati dengan terapi, semangat untuk sembuh pada dirinya sangat kuat membuat perkembangan yang diluar perkiraan para dokter.
"ayo Adit pelan-pelan" ucap perawat yang membantunya terapi. Adit melangkahkan kakinya pelan-pelan tanpa alat bantu, akhirnya dia bisa melakukannya, Jordan yang melihat cucunya dibalik kaca ruang terapi terharu bahagia, dia sangat bangga dengan Adit yang berusaha ingin sembuh.
selesai terapi Adit kembali ke kediaman keluarga Kendrick yang ada di Amerika. Adit mengambil ponselnya, dia tersenyum melihat pesan yang di kirim oleh Rindu, tunggu aku Rin aku akan segera pulang ucapnya yang masih menatap ponselnya.
tok...tok...tok
"masuk" teriak Adit
"kamu lagi apa nak"
"kakek..." Adit hendak berdiri tapi Jordan menyuruhnya untuk duduk melalui isyarat tangannya
"aku sedang melihat pesan dari Rindu kek"
"kapan kamu siap untuk kembali ke Indonesia?"
"aku belum tau kek, aku ingin lancar berjalan dulu mungkin bulan depan" katanya
"kakek akan mendukung semua keputusanmu, kamu istirahatlah kakek keluar dulu"
Adit kembali membuka ponselnya, dia mengerutkan dahinya melihat foto yang di kirimkan oleh Rindu, foto bersama para sahabatnya tapi di foto itu Gilang sedang merangkul Rindu.
"mentang-mentang aku tidak ada kamu berani-beraninya dekat dengan cowok lain ya" kesalnya diapun menyimpan ponselnya tidak melanjutkan membaca pesan Rindu.
****
1 bulan kemudian
"kamu serius nak?kamu sudah kuat?" Jordan khawatir pada cucunya karena Adit menolak untuk memakai alat bantu saat berjalan
"kakek tenang aja aku sudah kuat untuk berjalan nih liat" Adit memperlihatkan dirinya berjalan dengan lancar. Jordan pun tersenyum
"kamu hati-hati ya kabari kakek kalau sudah sampai di Indonesia" Adit mengangguk
"kakek juga hati-hati disini dan segera menyusul Adit"
"iya nak setelah urusan semua beres di sini kakek akan kembali ke Indonesia.
Adit pun pamit pada kakeknya karena pesawat yang dia tumpangi akan segera berangkat.
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA 😘😘😘