
Rindu masih tetap diam, sebenarnya dia masih belum siap untuk mempunyai hubungan yang lebih serius lagi. tapi kedua pria yang ada di dekatnya masih menatapnya mengharapkan jawaban darinya. jujur dia memang sangat mencintai Adit tapi dia belum yakin dengan hatinya.
"jadi bagaimana?" tanya Jordan pada Rindu
"aku sebenarnya belum siap kek tapi kalau tunangan dulu aku ga masalah" Adit menatapnya sedikit kecewa padanya, bukan itu jawaban yang dia harapkan
"kakek tidak masalah kalau itu keinginanmu"
"ga langsung aja sayang?ngapain harus tunangan segala sih" ucap Adit kesal. Jordan dan Rindu hanya tertawa melihat wajah kesal Adit
"kamu kenapa sih nak tiba-tiba pengen cepat menikah" tanya Jordan heran melihat cucunya sangat antusias untuk segera menikah
"ya mau kasih kakek cicitlah apalagi" canda Adit membuat Jordan tertawa lepas tapi tidak dengan Rindu dia tertunduk malu dengan muka yang memerah.
"jadi kapan kita akan ketemu keluarga Rindu" tanya Jordan
"aku anak yatim piatu kek, tapi aku masih mempunyai seorang ibu dan 2 saudara tiri di Bandung" jelas Rindu
"tidak masalah, walaupun begitu kan mereka tetap keluarga kamu kita harus meminta izin untuk mengambil anak orang iya ga Dit?" Adit tersenyum mengangguk.
betapa bersyukur Rindu menemukan keluarga baru yang sangat menyayanginya. tidak pernah sama seklai terlintas di benaknya bisa memiliki mereka.
"bagaimana minggu besok kek kita ke Bandung sekalian liburan" Adit sengaja memilih hari itu agar Rindu tidak pergi ke rumah Gilang
"tapi kan Dit aku....." Adit mengisyaratkan menempelkan telunjuknya di bibirnya agar Rindu tidak melanjutkan omongannya. Rindu pasrah terpaksa dia harus membatalkan kedatangnya ke Rumah Gilang pikirnya.
tidak terasa hari sudah malam dan Jordan menyuruh kedua cucunya untuk makan malam bersamanya.
setelah menyantap makanan Adit mengajak Rindu untuk melihat kamarnya dan Rindu pun pamit pada Jordan. memang Rindu belum pernah masuk ke dalam kamar Adit.
Rindu kaget melihat kamar Adit yang bisa di bilang 3X lebih besar dibanding dengan kamarnya. dia melihat sekeliling kamar Adit tapi pikirannya seketika mengingat kembali obrolan tadi sore bersama Adit dan Jordan
"Dit kamu kok tiba-tiba bilang gitu sih di depan kakek Jordan" katanya duduk sofa yang ada di kamar Adit.
"kaya gitu gimana?" tanya Adit yang ikut duduk berhadapan dengannya
__ADS_1
"ya kaya tadi" ucap Rindu malu karena Adit yang begitu dekat menatap nya
"sayang kenapa kita ga langsung nikah aja sih?kamu takut ya aku belum punya kerjaan? kamu ga perlu takut aku sudah mempunyai perusahaan sendiri" jelasnya, Rindu memegang wajah Adit dan tersenyum
"bukan itu yang aku takutkan, aku takut hati kita yang masih belum siap untuk menata rumah tangga"
"aku serius sayang sama kamu apa kamu masih ragu sama cinta aku padamu?" Rindu menggelengkan kepalanya
"lebih baik kita saling mengenal lebih jauh lagi agar nantinya tidak ada penyesalan"
"kita bisa mengenal lebih jauh pada saat setelah menikah sayang" Rindu hanya diam karena percuma dia mengeluarkan berbagai alasan pasti akan ada jawaban dari setiap alasan yang akan dia utarakan
"sayang udah malem ga enak sama kakek Jordan anterin aku pulang yu" Adit selalu tidak puas dengan perdebatan mereka
"kita kan belum selesai" ucap Adit Rindu tidak memperdulikannya dan berjalan keluar kamar. Adit mendengus kesal terpaksa mengikuti langkah Rindu
"kakek Jordan Rindu pamit ya" katanya sambil mencium tangan Jordan
"iya sayang kamu hati-hati di rumah ya, oia minggu ini kita jadi akan pergi ke rumah orang tuamu" Rindu hanya tersenyum dan pamit pulang. selama perjalanan Rindu hanya diam mendengarkan alunan lagu di mobil
"sayang"
"nikah ya" bujuk Adit membuat Rindu tertawa
"kamu kenapa sih yank ngebet banget mau nikah, jangan-jangan kamu habis nonton yang begituan ya sama Arya dan Fatih"
"kok kamu mikirnya gitu sih"
"ya habisnya aneh aja kamu hari ini tiba-tiba mau ngelamar aku terus maksa pengen nikah mulu"
"aku pengen kamu sepenuhnya jadi milikku, dan aku ingin selalu menjaga kamu dan selalu ada disisi kamu setiap saat" Rindu terharu mendengar apa yang di ucapkan Adit tapi tidak merubah keputusan dia untuk tetap bertunangan dulu.
"makasih ya sayang aku beruntung mendapatkan cinta darimu" Rindu mengecup pipi kiri Adit membuat Adit tersenyum.
Adit memakirkan mobilnya di parkiran dusun. dia menatap tajam pada wajah Rindu membuat Rindu salah tingkah
__ADS_1
"kok liatin nya gitu sih, muka aku aneh ya"
"kamu cantik" Adit langsung menarik dan memeluk tubuh Rindu
"...sayang jangan lama-lama ya tunangannya" Rindu tertawa mendengarnya
"hahahaha kamu kenapa sih yank hari ini aneh banget" Adit mengantarkan Rindu sampai depan kamarnya
"besok aku jemput ya" ucap Adit mengecup kening Rindu pamit, Rindu tersenyum mengangguk
"Dit....." Panggil Rindu yang menghentikan langkahnya
"ada apa?" Rindu langsung mengecup bibir Adit membuat Adit melotot kaget, karena selama ini Rindu selalu menolaknya saat Adit hendak ingin menciumnya
"makasih ya" kata Rindu langsung membalikan badannya masuk ke dalam kamarnya tapi tubuhnya tertahan Adit menarik tangan Rindu masuk ke dalam kamar dan ******* bibir manis Rindu, Adit mendorongnya sehingga tubuh Rindu tersandar di dinding kamarnya. Adit terus mencium bibir kecil Rindu, Rindu pun hanyut dalam kenikmatan mereka. Rindu mendorong tubuh Adit karena tubuhnya yang sudah merasakan sesak saking lamanya mereka berciuman.
"pertama" ucap Rindu malu karena baru kali ini dia merasakan ciuman pertama yang mengairahkan. Adit tersenyum dan kembali mengecup lembut bibir manis Rindu
"ini salah satu alasan kenapa aku ingin segera memilikimu, aku pulang ya takut nanti akan berkelanjutan" canda Adit pamit
"dasar ganjen, ya udah kamu hati-hati yaa" Adit sangat berat meninggalkan Rindu dia berjalan mundur melambaikan tangannya"
"udah sana" ucap Rindu dan Adit benar-benar pergi pamit
Rindu membersikan dirinya setelah itu merebahkan tubuhnya. dia terus memegang bibirnya dan membayangkan ciuman Adit tadi. dia tersenyum malu mengingatnya. memang ini pertama kalinya mereka berciuman sepanas tadi.
Tring Tring
pacarku: "sayang aku sudah sampai, kamu sudah tidur"
me: "belum, aku baru selesai mandi. kamu istirahat ya"
pacarku: "iya sayang good night, mimpiin aku dan terimakasih hari ini untuk ciuman mu"
wajah Rindu semakin memerah membaca pesan terakhir dari Adit.
__ADS_1
JANGAN LUPA SELALU TERSENYUM YA...
FOLLOW IG AUTHOR YU : @penulismicin makasih