Cinta Rindu

Cinta Rindu
JADI KAPAN??


__ADS_3

tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. mereka belum puas meluapkan rasa rindunya berkumpul bersama dimana waktu yang seperti ini tidak pernah terjadi dahulu. mereka terpaksa bubar karena memang cafe yang sudah hampir tutup.


" bagaimana sabtu besok kalau kita kumpul di rumah gue?" ucap Adit dan semua menyetujuinya. Adit meminta izin pada Gilang agar Rindu di antar olehnya, karena untuk saat ini Rindu masih tinggal di rumahnya jadi Adit meminta izin pada Gilang. mereka pun pamit dan pulang ke rumah masing-masing.


"yank kita mau kemana?" tanya Rindu yang heran karena ini bukan jalan pulang ke rumah Gilang.


"nanti juga kamu tau" ucapnya. hanya butuh waktu 15 menit mereka sampai di gedung pencakar langit itu. Adit membuka pintu mobil mempersilahkan wanita pujaannya untuk turun.


Dia pun menggenggam tangan Rindu berjalan memasuki gedung mewah itu. Rindu masih tidak mengerti mereka akan kemana dia hanya pasrah mengikuti langkah kekasihnya. mereka pun memasuki lift dan Adit memencet tombol 20.


saat lift terbuka dia langsung menuju ke satu pintu dan membukanya.


"ini apartemen siapa?" tanya Rindu


"kamu" jawabnya. Rindu mengkerutkan keningnya, dia berjalan masuk kedalam melihat seisi apartemen yang cukup luas dan interior yang sangat mewah


"maksud kamu??"


"aku tinggal disini selama kakek masih di Amrik, dan aku ingin kamu mulai besok pindah kesini" ucapnya membuat Rindu kaget


"maksud aku kamu pindah kesini dan aku pindah ke rumah kakek karena besok kakek akan kembali ke Indonesia" jelasnya karena di tau Rindu tadi sudah salah paham dengan maksudnya.


Rindu melihat satu persatu ruangan. terdapat 2 kamar di apartemen itu yang satu kamar utama yang ukurannya lebih besar dari kamar sebelahnya dan juga dapur yang cukup luas dengan peralatan masak yang sangat lengkap. dia pun berjalan kearah balkon yang mengarah langsung kota pusat kota Jakarta. pemandangan yang sangat bagus di malam hari dengan kelap kelip lampu kota.


Adit menghampirinya dan memeluk tubuhnya dari belakang, Adit memasukan wajahnya di leher Rindu mencium aroma wangi tubuhnya.


"sayang jadi kapan?" tanyanya membuat Rindu membalikan badannya tidak mengerti


"kapan apa?"


"kapan kamu akan sah menjadi istriku" deg jantung Rindu berdebar dengan sangat cepat


"...aku sudah membaca semua pesan darimu, dan aku menagih kata-kata itu" benar-benar Rindu lupa dengan chat yang selama ini dikirimkan nya pada Adit.


Rindu mendorong tubuh Adit lalu mengambil tasnya

__ADS_1


"ayo sayang udah malam ga enak sama bunda" ajak Rindu tanpa menjawab pertanyaan Adit. Adit menarik nafas dalam, sayang kamu mulai meragukan keputusanmu lagi ucapnya pelan sambil melangkah mengikuti langkah Rindu.


"pokoknya aku pengen kamu besok pindah, jarak antara apartemen dan kantor lebih dekat dibanding dari rumah Gilang" ucap Adit menekankan keputusannya


"iya sayang, aku meminta izin sama bunda dan ayah ya"


"kenapa harus minta izin?"


"mereka kan orang tua angkat aku sayang" ucapnya membuat Adit diam.


setelah sampai di rumah Gilang Rindu turun dari mobilnya. Adit pun mampir hanya untuk sekedar pamit pada kedua orang tua Gilang karena sudah mengantarkan Rindu sangat larut.


"kamu Adit tunangan Rindu?" tanya Husna Adit hanya tersenyum mengangguk


"maaf tante mengantarkan Rindu kemalaman"


"ga apa-apa, kamu mau mampir dulu?"


"makasih tan, saya mau langsung pamit" ucap Adit lalu mencium punggung tangan Husna dan pamit padanya. Rindu pun mengantarkan Adit sampai di depan mobilnya


"besok pindah ya" ucapnya lagi


"iya sayang aku ngobrol dulu sama bunda" katanya tersenyum sambil memegang wajah Adit, wajah yang selama ini dirindukannya


Adit perlahan mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Rindu sebelum dia pulang, Rindu pun menyambut ciumannya dengan hangat.


"aku pulang ya" ucapnya dan mencium kening Rindu


"...aku selalu menunggu ucapanmu" bisiknya dan dia pun langsung berbalik menaiki mobil. jantung Rindu kembali berdebar, memang dia sudah siap menjadi istri Adit tapi hatinya masih berat karena dia masih mau melanjutkan pekerjaan yang baru di mulai nya.


****


06.00


seperti biasa Rindu sudah siap berangkat karena jarak kantornya sangat jauh membuat dia harus bersiap lebih pagi untuk pergi ke kantor.

__ADS_1


"pagi bunda" sapa Rindu. pagi itu tumben semua orang sudah bangun dan berkumpul di meja makan membuat ini menjadi kesempatan Rindu untuk membicarakan niatnya untuk pindah rumah.


"pagi sayang ayo cepat makan" ucap Husna. semua pun menyantap makanan yang sudah tersedia.


"...sayang kami sekeluarga akan pergi ke Bandung, kamu gpp kan di tinggal sendiri?" tanya Husna


"ga apa-apa bun. emm bunda, ayah sebenarnya ada yang mau Rindu bicarakan" ucapnya, Gilang hanya menatap Rindu karena dia sudah tau apa yang akan di bicarakannya. Gilang sedikit kesal dengan rencana Rindu untuk pindah tapi dia tidak punya hak untuk mempertahankan Rindu di sini.


"apa sayang?" tanya Budi


"rencananya Rindu akan pindah, sebenarnya Rindu sangat berat mengatakan ini, Rindu sudah nyaman bersama kalian, kalian sudah Rindu anggap sebagai orang tua Rindu sendiri"


"kenapa kamu harus pindah, kamu boleh terus tinggal disini kami tidak keberatan" jelas Husna


"Rindu juga maunya begitu bun, tapi jarak rumah ke kantor sangat jauh, jadi Rindu mencari tempat tinggal yang dekat dari kantor" alasan yang Rindu ungkapkan bisa di mengerti oleh kedua orang tua Gilang


"ya sudah kami tidak akan menghalangimu, apa kamu sudah menemukan tempat tinggal?"tanya Husna lagi


"sudah Bun rencananya besok Rindu akan bersiap pindah kesana"


"yaaah kak Rindu Riska nanti kesepian"


"kamu boleh menginap di rumah kakak kalau libur" ucapnya membuat gadis cantik itu tersenyum


"bunda tidak bisa mengantarkan mu kesana, soalnya rencananya bunda akan pulang hari minggu"


"ga apa-apa bunda, lagi pula Rindu tidak terlalu banyak barang" ucapnya.


mereka pun saling berpelukan, Karena hari ini adalah hari terakhir mereka bisa sarapan bersama. Rindu berulangkali mengucapkan rasa terimakasih nya pada mereka karena selama ini mereka telah merawatnya. suasana kala itu menjadi haru, Rindu bahagia Tuhan memberikan keluarga baru padanya.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA


😘😘😘😘♥️

__ADS_1


__ADS_2