Cinta Rindu

Cinta Rindu
BELUM SIAP


__ADS_3

Arya mengejar mobil taxi yang membawa Kania. dia berusaha mendahului mobil itu dan akhirnya dia pun bisa menghadangnya. Arya turun dari mobilnya meminta sopir taxi membukakan pintu untuknya. awalnya supir itu menolak tapi setelah Arya bilang kalau dia adalah suami dari penumpang wanitanya akhirnya diapun membukakan pintu.


Arya membayar taxi itu dan menyuruh Kania keluar. Kania sengaja mengikuti perintah Arya karya kemacetan yang panjang diakibatkan oleh mobil Arya yang melintang di tengah jalan.


suara klakson mobil membuat keduanya segera memasuki mobil.


"lo gila ya Ar, gimana tadi kalau kecelakaan coba" teriak Kania padanya tapi Arya tidak peduli dengan teriakan wanita cantik yang ada di sebelahnya.


Arya terus melajukan mobilnya sampai di cafe tempat mereka biasa berkumpul. setelah sampai Arya pun memesan minuman yang sudah menjadi favorit Kania.


"Kan, gue serius cinta sama lo, selama kita dekat lo udah membuat banyak perubahan dalam hidup gue" Arya serius menatap ke arah Kania


"maaf Ar gue belum siap untuk menjalin hubungan, gue masih trauma dengan apa yang sudah di lakukan Deni sama gue" ucap Kania. sebenarnya dia juga tidak tau bagaimana perasaannya saat ini tapi setelah dia mengatakan itu rasa sesak di dada yang tiba-tiba muncul membuat dia bertanya-tanya akan perasaannya sendiri.


Arya meraih tangan Kania


"Kan, sampai kapanpun gue siap menunggu hati lo terbuka buat gue"


"lo yakin?? ntar ada cewek cantik lewat juga lo langsung berpaling" Canda Kania sambil meminum minumannya, tapi itu tidak membuat Arya tertawa dia terus menatap tajam ke arah Kania membuatnya menjadi salah tingkah.


"jadi pikiran lo selama ini tentang gue begitu?" tanya Arya dengan serius


"gue cuma becanda kali Ar, lo kenapa jadi seserius ini sih"


"karena gue benar-benar serius dengan lo Kania" dia hanya diam menundukkan kepalanya

__ADS_1


"pulang yu udah malam keburu nyokap lo nyariin" ajak Arya sambil menarik tangannya, Kania pun pasrah mengikuti langkah Arya.


selama perjalanan Arya terus diam, tidak seperti Arya yang biasanya yang sangat pecicilan dan mulutnya selalu mengeluarkan suara. Kania benar-benar yakin kalau memang Arya serius dengannya.


sesampai di rumah Kania Arya turun dan membukakan pintu untuknya.


"orang tua kamu ada?" katanya yang berbicara formal dengannya


"emm pasti udah tidur" jawabnya salah tingkah


"oh tadinya aku mau minta maaf karena mengantarmu terlalu larut" Kania tersenyum dia yakin kalau Arya benar-benar sudah berubah


"ga usah Ar, mereka pasti sudah tidur"


"kalau gitu aku pamit ya, jangan tidur terlalu malam" Arya membalikan badannya


"tunggu aku sampai hati ini benar-benar sudah siap ya" katanya membuat mulut Arya melengkung tajam ke atas. Arya tersenyum dengan sangat lebar menggambarkan bahwa dia benar-benar sangat bahagia dengan ucapan Kania. Setelah mengatakan itu Kania langsung berlari masuk ke dalam rumahnya sedangkan Arya masih mematung tidak percaya.


Arya sangat bersyukur dengan candaan yang di layangkan Clara terhadapnya karena dengan begitu dia bisa mengungkapkan perasaan nya selama ini untuk Kania. selama ini dia berusaha menahannya Karena memang dia tau kalau Kania sudah menutup hatinya untuk pria manapun, tapi malam ini dia berhasil membuat karat yang ada di hatinya terkikis pelan-pelan.


***♥️♥️***


Adit dan Rindu duduk di sofa kamar mereka, keduanya mendadak menjadi sangat kaku.


"Emm mau mandi?" tanya Adit

__ADS_1


"apa??" ucap Rindu kaget dengan apa yang di tanyakan Adit


"maksud aku kamu mau mandi ga? kalau iya kamu duluan aja" jantung Adit berdetak dia takut Rindu akan salah paham dengannya


"ah iya aku mandi dulu ya" Rindu langsung berlari ke dalam kamar mandi. setelah masuk ke dalam Rindu menyenderkan tubuhnya di pintu sambil memegangi dadanya karena jantungnya yang berdetak sangat kencang.


disisi lain Adit menutup wajahnya dengan kedua tangannya. dia merasa kesal pada dirinya yang mendadak menjadi sangat kaku.


"Arrrrgh ada apa denganku" ucapnya


setelah 20 menit di kamar mandi Rindu akhirnya keluar dari kamar mandi. Adit yang sedang menonton tv menjatuhkan remotnya melihat kecantikan wanita yang sudah menjadi istrinya. Rindu keluar sambil menggosok rambutnya yang masih basah dengan handuk.


"kamu ga mandi?" tanya Rindu yang menyadarkan Adit dari lamunannya


"ah iya aku mandi dulu ya" dia pun berdiri dan berjalan menuju kamar mandi, tapi langkahnya terhenti saat dirinya melewati Rindu, Adit langsung membalikan badannya dan mencium istrinya itu, Rindu pun menyambut ciumannya. Adit terus mendorong tubuh Rindu sampai mereka terjatuh di atas kasur.


"sayang kamu mandi dulu gih" bisik pelan Rindu, Adit mengangguk dia pun bangun dan masuk ke kamar mandi. setelah Adit pergi Rindu menarik nafas dalam dan memegang dadanya, jantung sangat berdebar dengan kencang. jujur dia belum siap untuk melakukan itu dia pun memilih untuk langsung segera tidur sebelum Adit keluar dari kamar mandi.


setelah mandi Adit langsung keluar, dia menarik nafas dalam melihat istrinya yang sudah tertidur pulas. dia menghampiri Rindu membelai rambut panjangnya. Adit mengecup bibir Rindu dan mencium keningnya.


"sayang malam ini aku biarkan kamu istirahat dengan tenang tapi jangan harap malam-malam selanjutnya kamu bisa tidur" ucapnya kembali mengecup bibirnya dan Adit pun ikut tidur sambil memeluk tubuh Rindu.


"sayang maafkan aku, aku belum siap malam ini" ucap Rindu dalam hati. hatinya masih saja berdebar terlebih lagi mendengar perkataan Adit terakhir.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA 😘♥️😘♥️😘


__ADS_2