
Bella sudah selesai mengikuti mata pelajaran Pak Ginting. Pelajaran akuntansi yang menyita banyak waktu dan pikiran. Dia sibuk membereskan buku-buku nya.
Marsha yang duduk di sebelah Bella juga sibuk membereskan buku-buku nya.
"Bel, hari ini kan kita berdua di undang rapat eksekutif mahasiswa. Lu datang gak? " tanya Marsha sekaligus mengingatkan.
"Hampir saja gua lupa! Jam berapa ya rapatnya, Sha? " tulis Bella dalam notes nya sambil menepuk dahinya.
"Jam satu siang, say! Habis jam makan siang itu. " jawab Marsha cepat.
"Oke, baiklah kita datang saja ya Sha, gimana?! Gua pengen tahu rapat eksekutif apa sampai hampir semua tingkatan di undang! " tulis Bella panjang lebar dalam notes nya.
"Oke, kita pergi sama-sama ya, Bel! " jawab Marsha antusias dan cepat. Sebab dia sendiri pun penasaran juga kenapa sampai di undang ke rapat eksekutif mahasiswa. Biasanya yang menghadiri rapat hanya pengurus nya saja.
"Bel, hayo kita makan siang dulu! Lumayan kita bisa istirahat satu setengah jam! " ajak Marsha pada Bella.
Bella langsung berdiri dan berjalan bersama Marsha menuju kantin kampus.
**
Di kantin kampus tampak Romy dan teman-temannya sedang makan siang.
Dan di bagian pojok juga ada Ricky dan teman-temannya sedang makan siang juga.
Meja kantin di kampus ada sepuluh meja dan sudah terisi delapan meja. Tinggal dua meja lagi yang masih kosong. Satu mejanya tersedia bangku empat yang berarti satu meja bisa untuk empat orang paling banyak. Tapi terkadang hanya diisi oleh dua atau tiga orang saja.
Bella dan Marsha tiba di kantin kampus. Mereka berdua duduk di salah satu meja yang masih kosong. Bella memesan soto ayam plus nasi putih dan Marsha memesan sate ayam plus lontong beserta dua gelas jus jeruk hangat.
Mereka berdua duduk dan terlihat mengobrol ringan sambil menunggu pesanan datang.
Romy sudah melihat kedatangan Bella dan Marsha di kantin kampus. Demikian juga Ricky. Sementara gadis-gadis lain ada yang pro dan kontra, ada yang tersenyum pada Bella dan Marsha, ada juga yang cuek dan jutek. Tapi Bella dan Marsha tidak menggubris mereka yang tidak menyukai kehadiran mereka berdua.
Banyak kasak-kusuk terdengar, suara riuh ramai terdengar di kantin kampus ini yang tempat nya tidak terlalu besar.
"Denger-denger ntar ada rapat eksekutif kampus lho! Kalian di undang gak? " tanya Melinda yang suka gosip dan ngomongin orang lain.
__ADS_1
Teman-teman semeja nya kompak menjawab tidak.
"Hebat lu Mel bisa diundang... " ceplos Ika konco nya Melinda.
"Kan gua perwakilan dari fakultas management, Ka! " jawab Melinda dengan nada sombong.
"Gua denger-denger si bisu di undang juga tuh! " kompor Ika kembali.
"Oh ya?! Hebat juga ya koneksi nya! " sindir Melinda dengan nada mengejek.
"Dia gak pake koneksi, Mel! Otaknya encer, gak kaya elu! " ledek Gina sambil tertawa.
"Sial lu, Gin! Lu tuh temen gua atau bukan sih?! " bentak Melinda yang kesal terhadap omongan Gina.
"Lah..... yang gua omongin kenyataan dan fakta lagi!" kesal Gina dengan suara keras sehingga mengundang pertanyaan orang sekitar nya.
Melinda melotot ke arah Gina. Gina yang dipelototi cuma mengangkat bahu nya acuh tak acuh.
Bella dan Marsha yang duduk tak jauh dari tempat Melinda mendengar dengan jelas apa saja yang mereka omongin.
Marsha menghela nafas nya. Dia melirik Bella yang duduk di depan nya sama sekali gak terpengaruh dengan omongan jelek tentang dirinya.
Bella dengan santai nya menyantap makanan yang sudah datang. Dia bukan nya gak dengar omongan Melinda dan konco nya itu, tapi untuk apa marah-marah. Bella sudah terbiasa mendengar orang yang menjelekkan dirinya. Prinsip Bella, selama orang tersebut tidak mengusik dirinya maka dia akan diam.
Marsha pun melanjutkan makan nya.
Selesai makan, Bella dan Marsha kembali ke ruangan kuliah nya untuk mengambil tas mereka yang di tinggal di sana.
Sebentar lagi waktu menunjukkan hampir jam satu siang. Bella dan Marsha bergegas pergi ke ruangan rapat eksekutif mahasiswa di lantai dua.
Begitu mereka berdua memasuki ruangan rapat, semua mata yang berada di dalam memandang kedua gadis itu.
Bella tersenyum dan menganggukkan kepala, juga Marsha. Lalu Bella mengambil duduk di sebelah Romy yang berada paling belakang. Di sana yang masih tersedia bangku. Diikuti Marsha di sebelah nya.
Rapat baru saja dimulai dan terhenti ketika Bella dan Marsha memasuki ruangan tersebut. Lalu setelah mereka berdua duduk, rapat pun dilanjutkan kembali yang di pimpin oleh kakak kelas peringkat akhir di universitas itu.
__ADS_1
Kampus akan mengadakan kegiatan sosial ke panti asuhan dan panti jompo. Jadi rapat eksekutif mahasiswa ini sengaja mengundang mahasiswa atau mahasiswi yang berprestasi, pintar atau pun punya koneksi orang tertentu. Setelah semua terkumpul dalam rapat eksekutif mahasiswa ini dibentuklah panitia khusus untuk kegiatan sosial tersebut.
Bella dan Marsha terpilih sebagai Bendahara I dan Bendahara II. Sengaja mereka berdua tidak dipisahkan agar Bella bisa berkomunikasi dan berpartisipasi dengan baik dengan partner nya.
Romy terpilih sebagai seksi transportasi yang mengharuskan nantinya Romy harus mencari anggota dua atau tiga orang lagi.
Sedangkan Melinda si biang gosip terpilih sebagai seksi publikasi yang mengharuskan nantinya mencari anggota sebanyak tiga orang lagi.
Tim kepanitiaan untuk kegiatan sosial sudah terbentuk dan mahasiswa-mahasiswi senior yang tidak masuk dalam kepanitiaan tetap diharuskan membantu untuk jalannya kegiatan sosial ini. Yang rencananya kegiatan sosial ini akan dilaksanakan dua atau tiga bulan setelah terbentuknya panitia.
Rapat telah selesai, Bella dan Marsha langsung berjalan keluar ruangan menuju tempat parkir, dimana mobil jemputan Bella sudah menunggu.
Baru berjalan lima langkah dari ruangan rapat, Romy memanggil Bella dan Marsha yang berjalan beriringan.
"Kapan rencana rapat lagi? " tanya Romy yang bingung sebenarnya mau menanyakan apa terhadap Bella karena sudah kepalang tanggung memanggil nama nya.
Bella tersenyum melihat Romy yang tampak linglung. Sedangkan Marsha sudah cemberut di sebelah Bella.
"Kamu tuh aneh ya, rapat tanya sama ketua panitia nya dong! Masa nanya sama kita! Baru juga ini bubar rapat! " ketus Marsha yang seperti tidak peduli dengan tingkah Romy.
"Hehehe..... iya ya....! " Romy senyam senyum salah tingkah.
"Udah yuk, Bel! Kita pulang! " ajak Marsha sambil mengapit lengan Bella. Rencananya Marsha mau nebeng pulang sama Bella.
Bella dan Marsha menghampiri mobil Fortuner Putih yang sudah menunggu di tempat parkir.
Mereka masuk ke dalam mobil dan duduk dengan manis.
"Pak Agus, tolong antar teman saya dulu ya ke rumahnya! " tulis Bella pada notes nya yg diberikan pada Pak Agus, supir Mama nya.
"Siap, Non! " jawab Pak Agus sigap. Bukan kali ini saja Marsha ikut nebeng sama Bella, sudah lumayan sering. Makanya Pak Agus sudah hafal. Apalagi kalau pulang kuliah sudah kesorean seperti ini, pasti Marsha pulang ikut Bella.
*
*
__ADS_1
bersambung.....
_______________________________________