Cinta Si Culun Dan Si Bisu

Cinta Si Culun Dan Si Bisu
Bab 30. Perubahan Bella


__ADS_3

Pagi hari yang cerah. Suara burung berkicau menyambut datang nya pagi.


Hari cerah tapi tidak secerah hati Bella. Bella sudah bangun tapi masih bermalas-malasan di atas ranjang nya.


Bella mau mandi rasanya malas. Dia meraih ponselnya yang diletakkan di sebelah bantal kepala nya. Bella mengaktifkan ponselnya yang dibuat mode pesawat sebelum tidur.


Begitu mendapat sinyal ponselnya langsung bergetar, ada sebuah message yang masuk dalam notifikasi WA nya.


Bella membuka WA nya dan melihat sebuah message di sana. Baru melihat nama pengirim message nya saja sudah membuat mood Bella menjadi lebih baik.


Bella membaca message yang ternyata dari pujaan hatinya, Antonio. Rupanya kemarin malam Antonio sempat mengirim message untuk Bella, tapi Bella yang merasa masih kesal dan sedih meng nonaktifkan ponselnya.


Tersungging sebuah senyuman di bibir Bella setelah membaca message dari Antonio. Sang pujaan hatinya meminta diri nya untuk tidak terlalu bersedih dan Antonio tetap mengatakan jika rasa sayang dan cinta nya pada Bella tidak berubah.


Bagaimana tidak tersenyum membaca message yang sungguh indah masuk ke dalam relung hati Bella.


Suasana hati Bella menjadi lebih baik. Dia bangun dari atas ranjang nya dan masuk ke dalam kamar mandi nya untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke kampus.


Selesai mandi dan memakai bajunya, Bella menyisir rambut nya yang ikal sebahu. Bella mengikat sedikit rambutnya hanya bagian atas saja, jadi dia bisa memberikan jepitan bermotif di rambut nya yang ikal itu.


Bella menuruni anak tangga dengan tas kuliah nya di atas pundak kanan nya. Dia duduk di meja makan yang sudah tersedia nasi uduk beserta menu dukungan lain nya seperti bihun goreng, tahu tempe goreng, kerupuk dan sambal terasi, tak lupa jus jeruk kesukaan Bella.


Hari ini Bella tidak menegur sang Mama yang ada di dapur. Biasanya setiap pagi Bella selalu mencium pipi Mama nya.


Rasanya malas Bella melakukan nya sebab menurut Bella sang Mama sangat egois dan tak ada toleransi sama sekali.


Mama Katie yang mondar-mandir dari dapur ke meja makan juga tak menegur Bella. Dia mendiamkan Bella karena dia tahu Bella pasti kecewa dengan sikapnya kemarin. Mungkin juga Bella sakit hati terhadap sang Mama.


Selesai makan, Bella langsung menyambar tas kuliah nya dan langsung menuju parkiran mobil dimana Pak Agus sudah menunggu.


Bella benar-benar kali ini mendiamkan Mama nya. Dan dia pergi ke kampus juga tanpa pamit lagi.

__ADS_1


Pak Agus melajukan mobil dengan pelan. Kali ini Pak Agus melihat Bella dari kaca spion nya.


Pak Agus merasa kasihan sama Bella. Dia sungguh tidak tahu jika Bella menjalin hubungan dengan Antonio. Dan baru mengetahuinya dua hari lalu ketika Mama Katie melakukan sidak dadakan di rumah.


Pak Agus sebenarnya menyukai anak muda yang bernama Antonio itu. Menurut pengamatan nya Antonio ini berbeda dengan kebanyakan anak-anak muda lain. Antonio punya rasa percaya diri yang kuat, pintar, bertanggungjawab, tampan dan sepertinya bukan dari kalangan biasa. Maksudnya Pak Agus itu Antonio bukan sekedar tukang kebun saja tapi seperti ada sesuatu yang ditutupi atau disembunyikan.


Kacamata Pak Agus dan David ternyata sama. Sama-sama menilai jika Antonio bukan dari kalangan biasa atau cuma sekedar tukang kebun saja.


Pak Agus mengantarkan Bella sampai di kampus nya. Bella keluar dari mobilnya dan mengucapkan terimakasih pada Pak Agus dengan menganggukkan kepala nya.


Marsha yang melihat Bella baru datang berteriak memanggil nama Bella. Bella menunggu Marsha.


"Yuk kita bareng masuknya, Bel! " ajak Marsha pada Bella. Dia langsung mengapit lengan Bella dan berjalan beriringan dengan Bella menuju kelasnya.


Hari ini Bella merasa sangat tidak bergairah untuk mengikuti kelas. Sebelum sampai di kelas Bella berhenti.


"Kamu masuk saja ikut kelas, Sha! Aku sama sekali gak mood hari ini! Aku tunggu di perpustakaan saja ya! " ujar Bella pada notes yang diperlihatkan ke Marsha.


Marsha menduga pasti ada sesuatu yang terjadi pada sahabat nya itu.


"Oke deh! Nanti aku nyusul ya, Bel! " jawab Marsha dengan senyum manis nya.


Bella berjalan dengan lesu menuju perpustakaan kampus. Sementara Marsha masuk dalam kelas.


Bella masuk ke dalam perpustakaan dan duduk di dekat jendela sehingga dia bisa memandang ke arah pepohonan dan teman-teman kampusnya yang berjalan di depan perpustakaan.


Bella meraih ponselnya dan merubah mode panggilan nya menjadi diam. Dia lagi malas untuk menerima telpon atau pun message lainnya.


Bella mencari buku yang kemarin baru dibacanya sedikit, lalu membawanya duduk untuk dibaca.


Keadaan perpustakaan masih sepi, hanya ada satu orang lagi yang sedang duduk baca di pojokan.

__ADS_1


Bella larut dalam bacaan yang dibaca nya. Dia tidak menyadari jika Marsha sudah duduk di sebelah nya.


"Serius amat sih, Bel! " ledek Marsha di dekat telinga Bella. Suara Marsha dirasakan sangat dekat, membuat Bella kaget. Bella langsung menengok ke arah suara itu dan mendapati Marsha yang sedang menatap diri nya.


"Kamu bikin kaget aja! " sungut Bella pada notes nya dan diperlihatkan pada Marsha.


"Maaf sobat! Kalau gak gitu lu gak sadar gua sudah di sebelah lu! " pinta maaf Marsha sambil menjelaskan. Bella tersenyum.


"Bella.... lu kenapa? Kok hari ini lu beda banget! Ada sesuatu kah? " tanya Marsha hati-hati.


"Iya Sha! Gua lagi sedih, kesal dan kecewa! " ucap Bella yang ditulis pada notes nya dengan wajah yang sedih.


"Ada apa, Bel? Lu kalau mau curhat, gua terbuka dan yang pasti rahasia terjamin! " tanya Marsha yang penasaran melihat Bella lesu begitu. Seperti gak punya semangat hidup.


"Sha, lu sahabat gua yang paling ngertiin gua! Janji ya jangan cerita-cerita sama orang lain lagi! " tegas Bella pada Marsha.


"Siap, Bel! Ada apa sih? Lu bikin gua penasaran aja! " sungut Marsha yang pura-pura sedikit kesal.


Bella menceritakan semuanya di dalam notes nya yang lalu dibaca Marsha. Marsha sedikit kaget mengetahui Bella menjalin hubungan dengan Antonio, tukang kebun nya. Rasanya malah jadi tidak percaya. Ya... Marsha tidak percaya jika Bella menjalin hubungan dengan Antonio, yang notabene hanya seorang tukang kebun.


Apakah daya tarik seorang Antonio sangat besar bagi Bella? Marsha hanya bisa bertanya-tanya dalam hatinya. Wajar jika kedua orang tua Bella marah dan tidak menyetujui hubungan mereka. Marsha pun jika jadi orang tua pasti tidak menyetujui nya. Tapi Marsha tidak mau mengatakan pendapat nya, dia tidak mau membuat Bella tambah bersedih.


*


*


*


bersambung.....


_______________________________________

__ADS_1


__ADS_2