
Setelah berbincang-bincang dengan penuh kehangatan, Richard dan Katie berpamitan pada William dan Monica untuk pulang.
David yang dengan sabar menunggu orang tua nya pun turut berpamitan pada William dan Monica.
Setelah sampai kembali ke kediaman keluarga Osmond, mereka semua kembali duduk di ruang keluarga. Yang tadi nya sebelum pergi wajah-wajah mereka tampak kusut, kini wajah-wajah mereka tampak berseri.
Tampak kebahagiaan meliputi ruang keluarga tersebut.
"Bagaimana Pa.... Ma.... apakah keluarga Addison marah-marah atau gimana? " tanya David yang penasaran. Karena sewaktu jalan pulang mereka bertiga di mobil pada terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing.
Papa Richard menggelengkan kepala. Sedangkan Mama Katie tersenyum menatap David.
"Ayolah Pa.... Ma..... jangan bikin orang jadi penasaran nih! " rengek David dengan wajah dibuat memelas.
"Mereka gak marah, Vid! Malah menyetujui hubungan kedua nya! " ucap Papa Richard tersenyum.
"Kok bisa, Pa? " heran David mendengar nya.
"Bisalah! Ternyata anaknya William dan Monica yang mau dijodohkan sama Bella itu ya si Antonio, Vid! " papar Papa Richard.
"Wah.... kok bisa kebetulan begitu ya, Pa?! Syukurlah kalau semuanya berakhir baik! " ucap David yang juga tersenyum. Dia tersenyum karena membayangkan Bella tersenyum bahagia.
"Ya itu dia.... Papa dan Mama juga gak nyangka, Vid! Syukurlah! " ujar Papa Richard kembali.
"Bella belum tahu tentang Antonio kan Pa... Ma? Belum tahu kalau Antonio yang mau dijodohin sama dia kan? " tanya David untuk memastikan.
"Belumlah! " jawab Mama Katie cepat.
"Lebih baik gak usah kasih tahu dulu, biar surprise nanti nya! " lanjut Mama Katie kembali.
"Ya betul, Papa setuju! " cetus Papa Richard tanpa di minta.
"Baiklah... kita semua setuju untuk merahasiakan nya dari Bella! " ucap David yang ikut menyetujui usulan kedua orang tua nya.
"Mereka berjanji akan secepatnya mengurus kesalahpahaman ini! Mereka harus mencari waktu untuk berbicara dengan Antonio! " jelas Mama Katie kembali sebelum David bertanya lagi.
Senyum bahagia terpancar dari wajah Papa Richard dan Mama Katie.
"Rasa nya lega banget! Seakan beban berat terangkat! " ujar Papa Richard sambil mengelus-elus dada nya.
__ADS_1
"Iya, lega dan bahagia, Pa! " timpal Mama Katie dengan diiringi tawa kecil nya.
"Ya sudah jika permasalahan sudah clear! David ke kamar dulu ya, Pa... Ma! " pamit David pada kedua orang tua nya.
"Iya, Vid! Istirahat lah! " sahut Papa Richard. Dia tahu anak nya pasti lelah dan ngantuk.
David langsung menaiki tangga rumah ke lantai dua dan masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
"Yuk..... kita juga ngamar, Ma! Udah lama kita gak mesra-mesraan nih! " ajak Papa Richard pada istrinya dengan menaikturunkan alisnya. Bibir Papa Richard tersungging senyuman menggoda.
"Ih Papa! Ntar ada yang dengar! Malu tahu! " sergah Mama Katie dengan wajah bersemu merah sambil celingak-celinguk takut ada yang dengar.
"Gak ada yang dengar! Yuk ah....! " Papa Richard sudah merangkul pinggang istrinya yang masih terawat itu. Lalu mereka berdua berjalan menuju kamar dengan sambil merangkul mesra.
**
Sore sudah berubah menjadi malam. Antonio yang habis lembur di kantor nya pulang ke rumah sang Nenek sudah larut malam.
Rumah sang Nenek tampak sepi. Antonio memasukkan motor kesayangan nya ke dalam pekarangan rumah di bagian belakang lalu mengunci pintu pagar rumah.
Selesai mengecek semua pintu apakah sudah terkunci semua, Antonio masuk ke dalam rumah. Dia langsung menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan tangan.
Antonio menghampiri Nenek nya dan mencium kedua pipi sang Nenek.
"Nenek belum tidur? " tanya Antonio lembut pada Nenek nya.
"Belum, Cu! Ini ada drama kesukaan Nenek! Sekaligus nunggu kamu pulang, Cu! " jawab Nenek Salma dengan mata masih menatap ke arah TV yang posisi ada di depan nya.
Antonio pun langsung duduk di samping Nenek nya. Dia ikutan pula menonton drama, menemani sang Nenek.
"Tadi Nenek sudah bicara sama Papa dan Mama kamu, Cu! " ucap Nenek Salma begitu drama yang di tonton nya selesai dan mesti menunggu sambungan nya lagi.
"Oh ya? Lewat telpon atau mereka datang ke sini Nek? " tanya Antonio ringan.
"Nenek suruh datang keduanya! " ujar Nenek Salma sambil cekikikan.
"Ah Nenek! Pasti mereka berpikiran ada hal penting apa sampai Nenek suruh mereka berdua datang! " tebak Antonio yang mengetahui jalan pikiran orang tua nya.
"Hahaha....! Mereka memang menduga seperti itu, Cu! " jawab Nenek Salma dengan tawa nya yang renyah.
__ADS_1
"Ini kan permasalahan kamu, Cu! Ya penting lah! Kamu kan Cucu kesayangan Nenek! Dan juga kamu kan anak mereka! Satu hal lagi..... hihihi..... ini kan menyangkut calon cucu mantu Nenek! " lanjut Nenek Salma lugas dan lucu dengan tawa nya. Rupanya Nenek Salma udah kepengen Antonio punya pasangan hidup.
"Terus gimana, Nek? Apa Papa dan Mama marah Antonio berhubungan dengan Bella? " tanya Antonio pada sang Nenek. Antonio ngobrol dengan Nenek nya sambil tangan nya memijat kaki sang Nenek.
"Siapa yang bilang marah?! Mereka senang tahu! Jadi gak usah capek-capek menjodohkan kamu lagi! " jawab sang Nenek tersenyum penuh arti.
"Maksud Nenek, Antonio gak jadi dijodohin? Sebenarnya Antonio mau dijodohin sama siapa ya, Nek? " raut wajah Antonio tampak kebingungan.
Nenek Salma memukul pelan lengan Antonio.
"Kamu tuh kalau dikasih tahu gak pernah mau ingat! " hardik Nenek Salma mulai kesal karena Antonio melupakan apa yang pernah dibicarakan nya.
"Maaf, Nek! Antonio beneran lupa! Maklumlah banyak kerjaan, Nek! " sesal Antonio pada Nenek nya.
"Tadinya Monica, Mama kamu itu berencana buat menjodohkan kamu dengan anak temannya. Mereka sudah membuat rencana untuk kalian berdua! Yaitu menjodohkan kamu dengan Bella! Sudah mengerti, Cu?! " jelas Nenek Salma yang pada akhirnya bertanya apakah Antonio sudah mengerti.
Kini Antonio mengerti. Rupanya Mama nya dengan Mama Bella sudah sepakat untuk menjodohkan anak-anaknya. Anak yang mau dijodohkan itu dirinya dengan Bella. Tapi sebelum perjodohan itu terlaksana, Antonio dan Bella malah sudah berhubungan. Jadi Papa dan Mama nya gak usah repot-repot menjodohkan keduanya.
Sekarang Papa dan Mama nya yang harus mempertemukan kedua nya dan menjelaskan maksud dan tujuan nya untuk perjodohan ini nanti nya.
"Antonio sudah mengerti, Nek! Gak nyangka juga ya, Nek.... ternyata orang yang mau dijodohkan sama Antonio itu Bella! " jawab Antonio dengan menganggukkan kepala dan mata menerawang. Antonio merasa lega dengan semua ini, dan di dalam hatinya tersimpan kebahagiaan.
"Sudah! Jangan bengong dan menghayal dulu, Cu! Sana istirahat! " titah sang Nenek pada Cucu kesayangan nya.
Antonio membaringkan Nenek nya dan menyelimuti badan Nenek Salma lalu mencium kening nya.
"Met tidur Nenek ku sayang! " salam Antonio pada Neneknya.
Antonio keluar dari kamar sang Nenek dan berjalan masuk ke dalam kamarnya. Antonio mengambil handuk dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Dia mandi dengan cepat karena sudah malam.
Antonio sudah berada di atas ranjang empuknya. Dia tersenyum bahagia.
*
*
*
bersambung.....
__ADS_1
_______________________________________