Cinta Si Culun Dan Si Bisu

Cinta Si Culun Dan Si Bisu
Bab 49. David dan Kirana


__ADS_3

David mengendarai mobilnya dengan suasana hati yang baik. Dia bersenandung kecil selama perjalanan ke kantor.


Bella pergi ke kampus diantar Pak Agus. Hatinya masih dalam mood kesal dengan ulah kedua orang tua dan kakak nya. Yang sudah memojokkan dirinya untuk berkenalan dengan anak teman nya Mama Katie.


Bella seperti mencurigai sesuatu. Rasanya seperti ada yang mereka tutupi tapi Bella tidak tahu apa itu.


Kita tinggalkan dulu Bella yang menjalani hari nya di kampus. Sekarang kita fokus dulu ke David yang mengendarai mobil ke kantor.


David begitu gembira hari ini. Suasana hatinya seperti bunga yang habis disiram air.


Setelah melewati empat puluh menit perjalanan, David tiba di kantor. Rupanya sang Papa sudah lebih dulu sampai.


David memasuki ruangannya, lalu duduk di bangku nya. Dia memulai rutinitas kerjanya. Tapi pikirannya tidak bisa fokus. Dia tidak tenang. David membayangkan bertemu dengan Kirana siang nanti.


Kerjaan menumpuk tapi yang terbayang malah wajah imut dan cantik nya Kirana.


Getar-getar cinta yang selama ini padam kembali menggelora di dalam hatinya. David tidak mau kehilangan kesempatan untuk yang kedua kalinya.


Sudah beberapa hari ini David berhubungan lewat WA dengan Kirana. Dan finalnya siang ini mereka berdua berjanji bertemu untuk makan siang bersama.


David memberanikan diri untuk mengajak Kirana makan siang dan ternyata Kirana menyetujuinya.


Kirana juga tidak memungkiri dirinya dan hatinya yang masih menyayangi David. Makanya begitu David mengajaknya makan siang, Kirana langsung menyetujui.


David kembali konsen dengan berkas-berkas yang ada di hadapan nya. Dia memeriksa nya dan menandatangani berkas tersebut jika menurut dirinya sudah komplit.


Waktu berlalu dengan cepat, tak terasa jam makan siang hanya tinggal setengah jam lagi.


David sudah menyelesaikan pekerjaan audit nya dan berkas-berkas itu di tumpuk di atas mejanya.


David tidak menjemput Kirana. Jadi masing-masing langsung datang ke restoran yang telah disepakati bersama.


David sudah tiba di restoran seafood yang di sepakati bersama. Dia memilih duduk di meja yang pinggir dan sambil menunggu Kirana sampai, David memesan segelas teh hangat manis.


Sepuluh menit telah berlalu dari waktu yang disepakati tapi belum ada tanda kalau Kirana datang. David tetap dengan sabar menunggu sambil memainkan ponselnya.


Drrttt..... drrttt...... drrttt......


Bunyi message masuk di ponselnya. David melirik message yang masuk dalam ponselnya. Bibirnya langsung menyunggingkan sebuah senyuman.

__ADS_1


"Tunggu saya ya, Vid! Jalanan macet, mungkin sepuluh atau lima belas menit lagi baru sampai di sana. Maaf ya! " pesan message dari Kirana yang sudah dibaca David.


Inilah yang membuat senyuman di bibir David. Tulisan itu terasa begitu dekat dan akrab. Tutur kata Kirana yang lembut, ini yang membuat David luluh.


Tak masalah bagi David untuk menunggu sepuluh atau lima belas menit, lebih pun tak masalah.


Sepuluh menit telah berlalu, tampak seorang gadis imut dan cantik memasuki restoran seafood dimana David sedang menunggu dirinya.


Gadis cantik itu berhenti berjalan dan menatap sekeliling restoran. Dia tersenyum begitu melihat sosok orang yang sudah menunggunya.


Kirana menghampiri meja tempat David berada. Dia langsung duduk di hadapan David sehingga membuat David kaget.


"Maafkan saya yang telat datangnya! " ucap Kirana langsung begitu bokongnya menyentuh bangku.


David yang terkejut dengan kedatangan Kirana yang langsung duduk di depan nya, cuma memandang Kirana.


Bibirnya mengukir sebuah senyuman setelah rasa terkejut nya hilang. David masih tetap tersenyum dan menatap Kirana.


"Tidak masalah! Saya sabar menunggu! " sahut David dengan senyuman terukir di bibirnya.


Kirana tersenyum menanggapi jawaban David. Mata Kirana tak lepas memandang wajah tampan yang ada di hadapan nya. Dengan tersenyum maka jadi bertambah ketampanan nya.


"Wajah kamu tidak berubah, Vid! Masih tetap tampan! " ceplos Kirana dengan wajah masih bersemu merah.


"Malah sekarang bertambah tampan! " sambung Kirana dalam hati.


David hanya tertawa menanggapi pujian dari Kirana.


"Dari dulu juga begini-begini aja, Kiran! Gak ada yang berubah! Justru sebaliknya kamu yang bertambah cantik dan tambah dewasa! " ujar David dengan bibir penuh senyuman.


"Ah.... kamu bisa aja! Yang pasti itu tambah umur, tambah tuir Vid! " sahut Kirana diiringi tawanya. David juga ikut tertawa.


"Ayo pesan makanan..... kamu mau makan apa, Kiran? " tanya David setelah mereka berdua selesai tertawa.


"Kamu saja yang pesan, Vid! Saya semua makan kok, gak ada pantangan! " sahut Kirana yang menyerahkannya pada David.


"Baik yang mulia tuan putri.... hamba laksanakan! " timpal David tersenyum ceria. Kirana tertawa mendengarnya.


David memanggil pelayan restoran itu dan melihat-lihat daftar menu yang diberikan ketika baru masuk restoran.

__ADS_1


David memesan beberapa menu masakan dan dua porsi es campur. Setelah mencatat pesanan, pelayanan tersebut masuk ke dalam untuk memprosesnya.


Sambil menunggu pesanan datang, mereka berdua melanjutkan ngobrol. Kadang tampak Kirana tertawa renyah, kadang David yang tertawa. Mereka begitu akrab satu sama lain. Wajah David dan Kirana berseri bahagia.


"Oiya, ngomong-ngomong kamu sudah married ya Kirana? " tiba-tiba David menanyakan hal yang pribadi.


"Kenapa memangnya jika sudah atau belum? " balik tanya Kirana dengan tersenyum.


"Berita yang beredar sih begitu.... entah benar atau salah! Makanya saya nanya langsung sama orangnya! " jelas David dengan tersenyum.


"Oh begitu! Gak benar itu, Vid! Saya belum married! Pacar juga gak punya! " jawab Kirana ceplas-ceplos.


"Masa sih? Gak percaya orang secantik ini belum punya pacar! " ucap David dengan mimik tidak percaya.


"Ya sudah jika tidak percaya! " timpal Kirana masih dengan tersenyum.


"Kamu sendiri udah married, Vid? Buntut udah ada? " tanya balik Kirana.


"Belum, Kiran! Gak ada yang mau sama gua! " jawab David dengan terkekeh.


Kirana juga ikutan terkekeh. David yang sudah mulai merasa akrab dan nyaman ngobrol dengan Kirana, mulai tidak formal gaya bicara dan bahasa nya.


"Ini asli deh gua kaga percaya! Dari sekian banyak cewek yang naksir lu di sekolah dulu, gak ada yang jadi pacar Vid? " tanya Kirana dengan intonasi yang sedikit tinggi. Kirana sungguh tidak mempercayainya. Yang benar saja, cowok yang setiap hari selalu di kelilingi cewek-cewek cantik, masa sih gak ada satu pun yang nyantol jadi pacar.


"Beneran, Kiran! " jawab David dengan mengangkat tangan kanan nya. Kirana hanya geleng-geleng kepala saja.


Hebat benar cowok yang ada di hadapan nya ini, begitu banyak cewek cantik yang menarik perhatian nya tapi sama sekali tidak membuatnya bergeming.


Masih dengan mood tidak percaya nya Kirana menatap mata David. Sementara David yang ditatap hanya senyum-senyum saja.


*


*


*


bersambung.....


_______________________________________

__ADS_1


__ADS_2