
Antonio melajukan mobil nya keluar dari pelataran parkir panti. Sekilas Antonio melirik Bella yang duduk manis di sebelah nya. Bibir Antonio tersenyum tipis.
"Kita jajan kuliner dulu, mau? " tanya Antonio yang tetap fokus menyetir.
"Mau! " tulis Bella pada notes yang diperlihatkan ke Antonio. Antonio tersenyum lebar membacanya.
Tanpa diminta pun pasti Antonio akan membawa Bella untuk kulineran dulu. Setelah sampai di jalan surya kencana yang terkenal di daerah Bogor dan mendapat tempat parkir, Antonio menggandeng Bella untuk membeli asinan sayur dan asinan buah untuk dibawa pulang.
Lalu Antonio mengajak Bella untuk makan Laksa Gang Aut khas Bogor yang terkenal itu.
Bella juga membawa pulang tiga bungkus Laksa untuk Papa, Mama dan David. Setelah membayar semua di kasir, Antonio dan Bella langsung menuju dimana mobil Antonio di parkir.
Antonio melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah kediaman keluarga Osmond.
**
Kantor Osmond group.
David belum lama tiba di kantor. Dia baru saja menyelesaikan dua meeting dengan dua klien yang berbeda dan tempat yang berbeda.
Terpancar raut wajah yang lelah dari wajah tampan nya. David menyenderkan badan dan kepala nya di kursi nya. Dia memejamkan mata nya.
Entah mengapa saat mata David terpejam muncullah sebuah wajah mungil nan cantik yang sudah lama tidak hadir kini kembali hadir.
David jadi terbayang dan mengingat kejadian enam tahun lalu, dimana dia baru mengenal sosok seorang gadis yang menarik hatinya.
Dulu David tidak pernah memperhatikan gadis itu, karena David selalu di kelilingi gadis-gadis teman sekolah nya yang berlomba-lomba menarik perhatian nya.
Ketika itu David yang terburu-buru menaiki tangga sekolah menyenggol seorang gadis yang sedang membawa buku-buku guru wali kelas nya ke dalam kelas.
"Maaf.....! " ucap David meminta maaf pada gadis itu. Lalu David membantu gadis itu memunguti buku-buku yang terjatuh.
"Lain kali kalau jalan hati-hati ya! " lembut suara gadis itu memberitahu David ketika David memberikan buku-buku yang berhasil dikumpulin nya.
__ADS_1
David yang mendengar suara gadis itu terperanjat. Gadis itu tidak marah, malah tutur katanya lembut. Sejenak David memperhatikan wajah gadis yang ada di hadapan nya. Cantik!
David secara reflek mengangguk dan tersenyum. Setelah buku-buku itu diambil kembali oleh gadis itu, David melanjutkan menaiki tangga dan masuk ke dalam ruangan kelasnya.
David datang sudah telat makanya dia terburu-buru naik tangga. Beruntung nya begitu dia masuk kelas ternyata guru nya belum datang.
Tak lama gadis yang di tabrak nya itu masuk ke kelas yang sama dengan diri nya dan meletakkan buku-buku guru yang dibawa nya di atas meja guru. Lalu gadis itu duduk di bagian tengah.
David yang melihat gadis itu ternyata sekelas dengan diri nya hanya bisa tersenyum. Rupanya selama ini dia tidak memperhatikan gadis itu, karena sudah terlalu banyak gadis-gadis yang membuat kepala nya pusing.
Dan mulai saat itu juga David memperhatikan gadis itu. Ternyata gadis cantik itu bernama Kirana Sumadi. Wajahnya imut dan cantik. Kirana sudah menarik perhatian David.
Diam-diam David mulai menyukai Kirana. Perasaan itu tumbuh dengan sendirinya di hati nya.
Sebenarnya perasaan David itu mendapat sambutan tapi sayang nya kedua nya hanya menyimpan dalam hati mereka.
Kirana sudah lama memperhatikan David. Sayang nya David tidak pernah memperhatikan dirinya karena sudah banyak gadis-gadis yang selalu berdekatan dengan diri nya dan berusaha untuk menarik perhatian David.
Dari kejadian ini, David diam-diam menyukai Kirana. Dan secara diam-diam pula Kirana menyukai David. Keduanya hanya diam jadi masing-masing tidak ada yang mengetahui isi hati mereka berdua.
Hingga tiba saatnya kelulusan sekolah. David melanjutkan kuliahnya, sementara itu Kirana harus melanjutkan kuliah nya di luar negeri.
David yang mendengar kabar bahwa Kirana melanjutkan kuliah nya di luar negeri hanya bisa menyesalkan dalam hati nya.
David merutuki diri nya sendiri yang tidak mau berterus terang tentang perasaan nya dan menyesali tidak ada keberanian dalam dirinya untuk menyatakan cinta nya pada Kirana.
David melanjutkan kuliah nya. Meskipun banyak gadis-gadis yang menyukai nya selama kuliah tapi tidak pernah satupun menyentuh hati David.
Ternyata tidak mudah buat David untuk membuang perasaan nya terhadap Kirana. Wajah gadis itu yang imut dan cantik selalu terbayang. Kirana sudah menempati begitu banyak ruang dalam hati seorang David Osmond.
Baru setahun belakangan ini David sudah bisa menghilangkan wajah yang selalu terbayang di benak nya.
Tapi ternyata takdir berkata lain, kemarin kembali tanpa disangka David kembali melihat wajah imut dan cantik itu berdiri di depan nya. Wajah yang sudah menghilang kini kembali menghiasi pikiran nya.
__ADS_1
Kejadian pun sama karena David terburu-buru jadi menyenggol seorang gadis yang ternyata sepupu nya Kirana.
David membayangkan wajah imut dan cantik yang kini sudah hadir kembali dalam pikirannya. Tidak ada perubahan pada wajah cantik itu hanya terkesan lebih dewasa saja. Bibir David tersenyum.
Tapi tiba-tiba kening David berkerut. Rupanya hati nya gelisah dan bertanya-tanya. Apakah Kirana sudah married? Jika belum, akankah Kirana menerima ku? David menghela nafasnya, masih dengan mata terpejam.
Tok... tok... tok...
Pintu ruangan David diketuk dari luar, membuyarkan khayalan David. David membuka matanya, dua langsung merapihkan baju nya dan duduk nya.
"Ya.... masuk! " ucap David.
Dewi, sekretaris nya membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan David. Dewi meletakkan beberapa berkas di atas meja David.
"Ini berkas-berkas yang Bapak minta tadi! Tolong di periksa, Pak! Kalau masih kurang beritahu saya, Pak! Dan ini berkas-berkas yang membutuhkan tanda tangan Bapak! " ujar Dewi menerangkan tentang berkas-berkas yang dibawa nya.
"Oke! Nanti kalau sudah saya tanda tangan, besok saya serahkan ke kamu lagi! Makasih ya, Wi! " jawab David tegas dan sopan. David meskipun anak seorang konglomerat tapi dia sangat sopan terhadap karyawan nya. Dan ada hal yang sangat disukai karyawan nya, David akan turut serta membantu jika ada divisi yang kesusahan.
Dewi pamit dari ruangan David dan menutup pintu kembali. David menatap berkas-berkas yang diberikan Dewi. Berkas-berkas notulen rapat marketing dan berkas-berkas hutang piutang yang harus di tanda tangan nya.
David memeriksa berkas-berkas hutang piutang tersebut dan kembali hanyut dalam kesibukan kerja nya. Tanpa di rasanya hari sudah sore dan David menghentikan pekerjaan nya. Dia mau pulang cepat ke rumah sebab badan nya lelah.
*
*
*
bersambung.....
_______________________________________
.
__ADS_1