Cinta Si Culun Dan Si Bisu

Cinta Si Culun Dan Si Bisu
Bab 47. Bahagianya Amel


__ADS_3

"Sudahlah..... saya gak marah sama kamu. Mulai sekarang gak usah lagi kirim apa-apa, uang nya Amel tabung buat masa depan Amel! " tukas Antonio memotong omongan Amel agar gadis manis itu tidak terlalu merasa bersalah.


Amel buru- buru menganggukkan kepala nya. Selama ini Amel hanya menyisakan sedikit untuk di tabung.


"Oiya, sekarang Amel sekolah kelas berapa? " tanya Antonio yang berpura-pura tidak tahu.


"Amel sudah gak melanjutkan sekolah lagi, Pak! Terakhir Amel baru lulus SMP, Pak! " jawab Amel sopan.


"Amel lulus SMP kapan? Jadi sudah berapa lama Amel gak sekolah? " tanya Antonio kembali.


"Amel lulus tahun 2022, Pak! Sudah setahun lebih Amel gak sekolah! Uang Ibu belum terkumpul untuk biaya sekolah Amel, Pak! " sahut Amel yang sudah mulai berani bercerita pada Antonio.


Antonio tersenyum menatap wajah manis yang duduk di hadapan nya. Amel yang merasa ditatap Antonio menundukkan kepalanya.


"Kamu mau sekolah lagi, Mel? " tanya Antonio sambil tetap menatap Amel.


"Sebenarnya Amel pengen sekolah lagi, Pak! Tapi kan Ibu belum cukup uangnya buat menyekolahkan Amel. Ibu bilang, uang masuk sekolah Amel tinggi biaya nya. Tapi sekarang Amel juga iklhas kok bantu Ibu di kantin, Pak! " jawab Amel panjang lebar.


"Baiklah.... nanti mulai tahun ajaran baru kamu sekolah lagi ya! " ucap Antonio dengan penuh semangat.


"Tapi Pak.... gimana Amel mau sekolah? Kan Amel gak punya uang, Pak! " protes Amel yang langsung terucap dari bibirnya.


"Gini..... nanti Amel kasih tahu pengen masuk ke sekolah SMA yang mana sama mbak Dewi di depan ya! Biar nanti pihak kantor yang urus sekolah Amel! Dan saya yang akan membiayai sekolah kamu! " ujar Antonio menjelaskan detail pada Amel.


Amel yang mendengar itu semua seakan tak percaya. Mata Amel sedikit membesar.


"Beneran Pak? Amel bisa sekolah lagi? Bapak yang biayai sekolah Amel? " tanya Amel seakan tak yakin dengan apa yang diucapkan Antonio.


"Iya, Amel! " jawab Antonio tegas.


"Aduuhhh...... makasih banyak, Pak! Makasih banyak ya! Ya Gusti Allah...... Amel bisa sekolah lagi! " histeris Amel yang kegirangan.


Amel merasa kebahagiaan yang meletup-letup dari dalam dada nya. Antonio hanya tersenyum lebar melihat tingkah Amel. Gadis manis itu girang banget. Dengan tak sadar Amel sudah bertepuk-tepuk tangan meluapkan kebahagiaan nya.


"Ups..... jangan kencang-kencang histeris nya, Amel! " tegur Antonio pelan.

__ADS_1


"Maaf, Pak! Amel senang banget soalnya! Amel janji akan belajar dengan sungguh-sungguh, Pak! " ucap Amel pada Antonio.


"Sudah pasti Amel harus belajar yang rajin! " ucap Antonio cepat.


"Amel gak boleh dapat nilai jelek! Siapa tahu jika nilai kamu bagus nanti pas kuliah kamu bisa dapat beasiswa! " ucap Antonio kembali memberikan semangat buat Amel.


"Iya bener, Pak! " sahut Amel sambil manggut-manggut.


"Oke kalau begitu kita sudahi dulu ya bincang-bincang nya! Saya banyak kerjaan soalnya! " ujar Antonio yang menutup pembicaraan.


" Iya, Pak! " sahut Amel.


Antonio telah memanggil Dewi untuk masuk ke ruangan nya. Dewi dengan sigap masuk ke dalam ruangan Antonio.


"Wi, tolong nanti setelah tahu dia pengen masuk SMA mana kamu urus ya! Biar nanti tahun ajaran baru dia sudah bisa mulai sekolah lagi! " ucap Antonio pada Dewi, sekretaris direksi.


"Siap, Pak! " jawab Dewi dengan tersenyum.


"Permisi, Pak! Sekali lagi Amel ngucapin banyak terima kasih ya Pak! " ujar Amel yang berdiri sambil sedikit membungkukkan badan nya.


Gadis manis ini sangat sopan, baik dalam tutur kata dan tindakan nya.


Dewi dan Amel keluar dari ruangan Antonio. Dewi mengantarkan nya hingga sampai di lantai bawah tempat resepsionis berada. Dan dari sana Amel tinggal keluar dikit untuk tiba di kantin kantor.


"Jangan lupa ya kalau udah kepikiran pengen masuk sekolah yang mana, kasih tahu saya! " ujar Dewi mengingatkan Amel.


"Iya, Mbak Dewi! Makasih banyak ya Mbak! " jawab Amel sopan dan bibir yang tersenyum.


Dewi tersenyum. Dia cukup bersimpati dengan Amel yang mempunyai kelakuan yang sopan sebagai gadis remaja. Sungguh tidak sia-sia Bu Wati mendidik nya. Lalu Dewi kembali naik ke ruangan nya di lantai atas.


Amel pun berlalu untuk langsung ke kantin Ibu nya. Dia berjalan sambil berlari-lari kecil menuju kantin Addison group.


Dari kejauhan Amel bisa melihat Ibu nya yang sedang sibuk merapihkan piring-piring, gelas-gelas dan yang lainnya.


Begitu sampai di kantin, Amel langsung memeluk Ibu nya. Dia meluapkan kebahagiaan nya.

__ADS_1


"Ibu.......! " teriak Amel dengan memeluk Ibu nya. Bu Wati kaget karena dipeluk mendadak oleh Amel.


"Masyaallah..... kamu kenapa, Mel? " tanya Bu Wati yang takut anak nya berbuat salah. Bu Wati tidak mau anak nya tidak punya sopan santun dengan keluarga Addison yang sudah menolong nya.


"Ibu..... Amel bahagia banget! " ucap Amel yang masih tetap memeluk sang Ibu.


Bu Wati melepaskan pelukan Amel. Dilihatnya mata Amel berkaca-kaca.


"Ini bahagia atau ada sesuatu yang lain? " gumam Bu Wati dalam hatinya melihat kondisi Amel.


"Kamu kenapa, Mel? Kenapa menangis? Apa yang sudah kamu lakukan nak? Kamu ada buat salah kah? " tanya Bu Wati bertubi-tubi. Amel yang mendengar pertanyaan Ibu nya cuma dapat menggelengkan kepala saja. Airmata nya sudah menetes sedikit membasahi pipi nya.


"Amel...... Amel bahagia Ibu! Amel bisa sekolah lagi! " ucap Amel dengan sedikit terbata.


"Amel mau sekolah? Kan uang Ibu belum cukup nak.... sabar ya! " sahut Bu Wati sambil menghapus airmata Amel.


"Pak Antonio yang membiayai sekolah Amel, Bu! " ucap Amel dengan bibir tersenyum. Dia kembali memeluk Ibu nya. Bu Wati juga reflek memeluk erat tubuh anak gadis nya itu.


"Alhamdulillah! Bukan ayahnya saja yang baik, anak nya pun juga baik! Semoga Engkau membalas kebaikan hati Pak Antonio, ya Allah! " ujar Bu Wati dengan isak tangis nya yang tiba-tiba membanjiri mata nya. Kedua Ibu dan anak itu menangis bahagia dengan berpelukan.


Setelah beberapa lama mereka berpelukan, akhirnya Bu Wati melepaskan pelukan nya.


"Kamu mesti belajar yang rajin ya, Mel! Jangan kecewakan Pak Antonio yang sudah berbaik hati! " ucap Bu Wati memberikan wejangan pada anak satu-satunya itu.


"Iya, Bu! Amel janji akan belajar yang rajin! Tadi juga Pak Antonio bilang kalau Amel belajar rajin, siapa tahu bisa dapat beasiswa buat kuliah nanti! " ujar Amel dengan penuh semangat. Bibirnya tersungging senyuman.


Amel bahagia bisa bersekolah lagi. Meskipun dia selama ini ikhlas membantu Ibu nya, tapi tak memungkiri jika di dalam hati kecilnya dia ingin bersekolah. Dia ingin mengecap pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Semua itu keinginan Amel untuk nantinya bisa mengubah kehidupan nya dan Ibu nya.


*


*


*


bersambung.....

__ADS_1


_______________________________________


__ADS_2