Cinta Si Culun Dan Si Bisu

Cinta Si Culun Dan Si Bisu
Bab 45. Si Pengagum misterius


__ADS_3

Bella tersenyum bahagia ketika ponselnya bergetar. Apalagi melihat pengirim message itu sang pujaan hatinya.


Bella baru saja pulang dari kampus. Langsung masuk kamar nya. Setelah membersihkan dirinya, dia langsung berbaring di ranjang nya untuk mengabari kekasih hatinya.


**


Di kantin Addison group.


Tampak dua orang gadis duduk berbincang. Jam istirahat kantor masih kurang tiga puluh menit lagi, tapi dua gadis ini sudah duduk di kantin kantor.


Dua gadis ini adalah Mela dan Yola. Mereka berdua adalah anak buah nya Yudha bagian personalia.


Tampak Mela melambaikan tangan nya pada Amelia yang baru saja sampai di kantin Ibu nya.


"Hai kak Mela dan kak Yola! Kalian sudah lama? Ada mau pesan makanan? " sapa Amel ketika menghampiri meja Mela dan Yola sekaligus menanyakan orderan.


"Kita belum lama datang, Mel! Order nasi goreng dua piring ya, Mel! " jawab Mela.


"Kamu sini duduk sama kita, Mel! " lanjut Mela sambil tangan nya menarik kursi yang ada di dekat nya.


Setelah memberitahu Ibu nya tentang orderan, Amel langsung balik ke tempat duduk Mela dan Yola.


Amel duduk di kursi yang sudah ditarik oleh Mela.


"Apa itu, Mel? " tanya Yola melihat sebuah bungkusan kecil yang sudah terbungkus rapih.


"Oh ini.... bingkisan buat teman, Kak! " jawab Amel pelan tapi masih bisa terdengar.


"Kamu ada denger issue gak, Mel? Di kantor kita ini lagi ada pengagum misterius yang rajin mengirimi bingkisan buat anak bos kita, Mel! " celetuk Mela yang sengaja memancing Amel.


Wajah Amel tiba-tiba berubah menjadi sedikit pucat. Jantung nya berdegup kencang.


"Mel.... Amel belum dengar issue itu Kak Mela!" jawab Amel sedikit tergagap.


"Banyak barang-barang pemberian si misterius itu! Tapi sama bos kita dibagi-bagikan kepada divisi yang membutuhkan! " papar Mela lagi.


"Oh.... jadi barang-barang nya gak dipakai sama Pak Antonio ya, Kak? " Amel yang sudah mulai terpancing langsung bertanya.


"Iya enggak! Ehh..... kok Amel tahu itu buat Pak Antonio? " Mela berpura-pura keheranan.


Wajah Amel berubah merah. Gadis remaja itu jadi merasa serba salah.

__ADS_1


"Kenapa, Mel? Kamu ya yang kirim barang-barang buat Pak Antonio? " desak Yola langsung to the point.


"Iya, Kak! Amel yang kirim! " jawab Amel dengan kepala tertunduk. Malu rasanya diketahui seperti ini.


"Oh si pengagum misterius itu kamu toh, Mel? Kamu suka sama Pak Antonio? " cecar Mela lagi.


"Amel bukan suka, Kak Mel! Tapi Amel kagum sama dia! Anak orang kaya tapi tidak sombong dan juga pintar! " sahut Amel dengan bersemangat. Dua tidak mempedulikan rasa malu nya. Yang penting buat Amel dia ngomong apa adanya.


"Oh kirain Amel suka! Pak Antonio memang boleh di acungin jempol." ucap Mela menyetujui ucapan Amel.


Ibu Wati mengantarkan pesanan Mela dan Yola ke meja mereka berdua.


"Kak Mela dan Kak Yola...... tolong jangan bilang-bilang ke Pak Antonio ya! Amel takut beliau marah! " mohon Amel pada Mela dan Yola.


"Tenang saja, Mel! Aman tuh! " ucap Mela menenangkan hati Amel. Lalu Amel mohon pamit untuk membantu sang Ibu karena kantin sudah mulai ramai.


Mela dan Yola mulai menyantap makan siang mereka.


"Kamu sudah rekam pembicaraan tadi, Yol? " tanya Mela di sela-sela makannya.


"Sudah dong! Rebes pokoknya! " sahut Yola sambil tetap menikmati nasi goreng buatan Bu Wati.


"Anak remaja gitu masih polos ya, masih gampang ke pancing! " ucap Mela dengan senyum di bibirnya. Yola hanya menganggukkan kepala menyetujui omongan teman nya, Mela.


Yudha mendengarkan hasil rekaman itu dan bernafas lega karena hal tersebut dilakukan tanpa niat apa-apa di dalamnya. Murni sebuah kekaguman.


Yudha pun segera memberitahu Dewi, sekretaris direksi. Yudha memberikan rekaman pembicaraan Mela, Yola dan Amel yang dengan sengaja di rekam Yola untuk bukti.


Dewi yang telah mendengarkan rekaman tersebut bisa bernafas lega karena si pengagum misterius benar-benar murni kagum tanpa ada maksud lain di dalam nya.


**


Dewi mencari waktu senggang Antonio, bos muda nya. Lalu Dewi masuk ke ruangan Antonio dan memberikan flashdisk pemberian Yudha untuk di dengar Antonio.


Antonio mendengarkan rekaman tersebut dengan seksama.


"Amelia ini anak Bu Wati ya, Dew? " tanya Antonio memastikan.


"Iya benar, Pak! Anak satu-satunya! " jawab Dewi.


"Kalau Bapak pengen tahu tentang keluarga Bu Wati, Bapak bisa tanya sama Pak Yopie. Sebab beliau yang ditugaskan Pak William untuk mengurus keluarga Bu Wati, Pak! " jelas Dewi panjang lebar.

__ADS_1


"Oh oke..... biar nanti saya tanya langsung dengan Pak Yopie! Makasih ya Dewi! " ucap Antonio yang berterima kasih atas kerja kerasnya Dewi menyelidiki pengagum misterius ini.


"Sama-sama, Pak! " sahut Dewi tersenyum. Lalu dia pamit untuk kembali ke ruangan nya.


Sepeninggal Dewi, Antonio membereskan meja nya lalu pergi ke ruangan sebelah, tempat Pak Yopie berada.


Antonio mengetuk pintu ruangan Pak Yopie, lalu terdengar suara Pak Yopie menyuruh masuk.


"Eh.... Pak Antonio...... mari Pak..... masuk! " ucap Pak Yopie ramah ketika mengetahui yang datang adalah Antonio.


Antonio duduk di sofa dalam ruangan Pak Yopie. Pak Yopie pun duduk di hadapan Antonio.


"Gini Pak Yopie, maksud saya itu cuma mau bertanya tentang Bu Wati dan Amelia, anaknya. Bisa Pak Yopie menceritakan tentang mereka? " tutur Antonio menerangkan maksud kedatangan nya.


"Apakah mereka menyusahkan Pak Antonio? " tanya Pak Yopie dengan hati-hati.


"Oh sama sekali tidak, Pak! Saya hanya ingin tahu saja! " jawab Antonio cepat. Dia tidak ingin Pak Yopie salah tanggap ataupun salah paham.


Pak Yopie pun menceritakan silsilah Bu Wati hingga bisa berjualan di kantin Addison group. Bercerita juga tentang suami Bu Wati yang sudah meninggal sewaktu Amelia berumur lima tahun. Semua diceritakan Pak Yopie tanpa ada yang ditutupi atau terlewatkan.


"Jadi sekarang Amel ini sekolah kelas berapa, Pak? " tanya Antonio.


"Amel ini hanya lulusan SMP, Pak! Dia belum melanjutkan sekolahnya karena keuangan Bu Wati yang masih belum cukup untuk menyekolahkan Amel. Dan Amel sendiri gak masalah dua sekolah atau tidak. Dia iklhas membantu Ibu nya! " jelas Pak Yopie pada Antonio.


Setelah mengetahui cerita semuanya dan sedikit berbasa-basi dengan Pak Yopie, Antonio pun pamit kembali ke ruangan nya.


"Sayang sekali jika tidak meneruskan sekolah! " batin Antonio dalam hatinya.


Antonio memanggil Dewi kembali ke dalam ruangan nya.


"Wi, tolong besok kamu bawa yang namanya Amel ketemu dengan saya ya! Habis jam makan siang saja, setelah dua gak repot bantu Ibu nya! " titah Antonio pada Dewi sekretaris nya.


"Siap, Pak! " jawab Dewi sigap. Tanpa bertanya lagi, Dewi pun kembali ke ruangan nya.


*


*


*


bersambung.....

__ADS_1


_______________________________________


__ADS_2