
"Apakah Pak Antonio menyukai barang-barang pemberianku ya? " tanya Amel dalam hatinya.
Seorang gadis manis sedang termenung di rumah nya yang kecil dan sempit. Ayahnya sudah meninggal dari dia berumur lima tahun. Ibu nya berjualan makanan di kantin Addison group.
Gadis manis yang masih kecil ini bersiap-siap untuk berangkat ke kantor Addison group.
Gadis manis ini bernama Amelia. Dia adalah anak satu-satunya ibu penjual makanan di kantin Addison group.
Menjelang jam makan siang Amel akan datang ke kantor Addison group untuk membantu Ibu nya berjualan. Sebab kantin pasti ramai pada jam makan siang.
Saat sekarang ini Amel sudah tiba di kantin tempat ibunya berjualan. Dia sudah sibuk melayani karyawan-karyawan kantor Addison yang memesan makanan.
Ibunya sudah hampir dua tahun berjualan makanan di kantin Addison group.
**
Kejadian nya waktu itu mobil yang membawa Pak Wiliam menyerempet gerobak dagangan seorang Ibu di pinggir jalan.
Kejadian yang tidak di sengaja ini membuat Pak William menyuruh wakilnya yaitu Pak Yopie untuk mengganti kerugian Ibu itu dan menyelidiki tentang Ibu yang gerobak nya di serempet.
Ibu itu bernama Wati. Dia hanya tinggal berdua dengan anaknya yang bernama Amelia. Bu Wati ini berjualan makanan jadi yang dijajakan dengan gerobak dorong. Demi untuk menghidupi dirinya dan anaknya, Ibu Wati melakukan semuanya sendiri sebab suaminya sudah meninggal karena sakit.
Karena kasihan dan iba melihat perjuangan seorang Ibu, Pak William menyuruh Yopie, wakilnya untuk menemui Bu Wati. Dengan maksud menawarkan Bu Wati untuk berjualan di kantor Addison group.
Sementara itu kantin yang disediakan kantor Addison ada dua petak. Yang pertama sudah diisi juga oleh seorang Ibu yang menjual kue-kue dan minuman. Dan yang satunya lagi masih kosong. Oleh karena itu Pak William meminta Yopie untuk menemui Bu Wati.
Maksud baik itu diterima Bu Wati dengan hati gembira, apalagi Bu Wati tidak diharuskan untuk membayar sewa tempat. Bu Wati sangat mensyukuri nya.
Bu Wati sempat mengucapkan banyak terimakasih pada Pak William atas kebaikan nya pada keluarga kecilnya.
Hingga saat ini Bu Wati berjualan di kantin kantor Addison group. Bu Wati juga sudah menceritakan kebaikan Pak William pada putrinya, Amelia. Dia berpesan pada putrinya untuk baik, sopan dan menghormati Pak William beserta seluruh keluarganya.
**
Kantin sudah mulai agak sepi. Amelia masih sibuk membantu Ibu nya mencuci piring-piring dan gelas-gelas kotor.
Setelah selesai, Amelia menyusun piring-piring dan gelas-gelas itu pada tempatnya. Lalu dia bergegas pergi ke toilet di dalam kantor Addison.
__ADS_1
Amelia merapihkan bajunya dan penampilan wajahnya. Lalu dia merogoh kantong bajunya dan mengeluarkan kotak kecil yang sudah dibungkus rapih dengan kertas coklat.
Amelia tersenyum menatap kotak kecil tersebut.
"Semoga Pak Antonio menyukainya dan memakainya! " batin Amelia dalam hati.
Amelia keluar dari toilet dan berjalan menuju resepsionis kantor Addison.
"Mbak, bisa titip ini untuk Pak Antonio? " tanya Amelia pada resepsionis.
"Oh bisa, Mbak! Darimana ya ini? " sahut Lilis dan balik bertanya.
"Tadi ada orang yang menitipkan nya pada saya untuk diserahkan ke Pak Antonio katanya! " bohong Amelia mengarang cerita jika itu titipan orang lain.
"Mbak gak tanya namanya siapa? " tanya Lilis kembali.
"Saya gak sempat nanya, Mbak! Habis tadi kebelet mau ke toilet! " jawab Amelia memberikan alasan yang masuk di akal.
"Kalo Mbak sendiri siapa? " tanya Lilis kembali.
"Saya Amel, Mbak! Anak Bu Wati kantin! " sahut Amel secepatnya.
Sepeninggal Amelia, Fitri yang menjabat resepsionis juga baru kembali dari lantai atas. Dia melihat sebuah kotak kecil yang ada di meja resepsionis.
"Kotak kecil ini siapa yang bawa, Lis? " tanya Fitri pada teman nya, Lilis.
"Si Amel, anak Bu Wati kantin, Fit! " jawab Lilis sambil menulis.
"Yang anaknya manis, rambut sebahu kan? " tanya Fitri memperjelas.
"Betul sekali! Dia bilang kotak itu titipan orang sama dia! Kenapa Fit? " ujar Lilis yang kembali bertanya pada Fitri.
"Gua curiga aja sama dia! Gua udah tiga kali dititipin sama dia bilangnya juga sama, titipan orang katanya! " sahut Fitri rada ketus.
"Ais..... lu jangan salah-salah main asal nuduh aja! Dosa tahu! " tegur Lilis pada teman nya.
"Gua bukan asal nuduh, tapi kecurigaan gua beralasan lagi! Nanti gua mau kasih tahu Mbak Dewi! " ujar Fitri menerangkan maksudnya pada teman nya itu.
__ADS_1
"Iya, lebih baik kasih tahu Mbak Dewi! Siapa tahu ada titik terang! " timpal Lilis menanggapi omongan Fitri.
Tanpa menunggu lama, Fitri langsung memencet nomor ruangan Dewi, sekretaris direksi. Fitri lalu menceritakan kejadian hari ini dan dugaan dia selama ini pada Dewi. Fitri menceritakan tanpa ada yang ditutupi. Dewi juga mendengarkan laporan Fitri dengan seksama.
Setelah mendapat laporan dari Fitri, Dewi langsung menghubungi Yudha dan meminta Yudha beserta anak buahnya untuk menyelidiki dan mencari informasi tentang Amelia, anak Ibu Wati.
Dewi berharap apa yang diduga Fitri adalah benar. Jadi permasalahan pengagum misterius ini bisa cepat terselesaikan.
Yudha yang menerima pemberitahuan dari Dewi langsung menyuruh dya orang anak buah nya untuk pendekatan pada Amelia dan mengorek keterangan darinya.
Amelia yang sudah kembali ke kantin dimana kantin ini berada di samping kantor, kembali dia disibukkan merapihkan kantin dan menutupnya. Dia merapihkan nya berdua dengan Ibu nya.
Amelia adalah gadis manis yang baru lulus SMP. Dia belum melanjutkan sekolah nya dikarenakan uang Ibu nya masih belum cukup. Dan Amel juga mengerti kesusahan Ibu nya. Buat Amel tidak masalah dia bisa melanjutkan sekolah atau tidak. Dia ikhlas membantu Ibu nya berjualan di kantin setiap harinya.
Penyelidikan tentang Amel berlanjut. Dua orang gadis yang disuruh Yudha untuk mendekati Amel mulai secara perlahan tapi pasti mendekati Amel.
Dewi berharap ada kepastian dan jawaban tentang Amel secepatnya. Dia sudah tidak sabar. Dan andaikata nanti salah atau bukan Amel, jadi ada waktu untuk menyelidiki lagi.
**
Antonio masih sibuk dengan berkas-berkas di atas mejanya. Dia lagi fokus melihat angka-angka yang diberikan divisi Accounting.
Drrttt...... Drrttt....... Drrttt......
Ponsel Antonio bergetar menandakan message masuk. Dia meraih ponselnya dan melihat message yang masuk.
Antonio tersenyum sehabis membaca message tersebut. Ternyata dari sang kekasih yang memberitahu dia sudah sampai di rumah dan mengingatkan nya untuk makan teratur meskipun sibuk.
Antonio mengulum senyum di bibirnya. Bella selalu perhatian pada dirinya. Hal ini yang membuat Antonio semakin hari semakin bertambah sayang pada Bella.
*
*
*
bersambung.....
__ADS_1
_______________________________________