Cinta Si Culun Dan Si Bisu

Cinta Si Culun Dan Si Bisu
Bab 52. Pertemuan berujung duka


__ADS_3

Bella mandi membersihkan badan nya. Setelah selesai mandi, Bella bersiap-siap. Dia mengenakan gaun bunga-bunga nya yang nampak sangat serasi dengan warna kulitnya.


Bella sengaja berlama-lama di dalam kamarnya. Dia malas untuk keluar lebih dulu. Walaupun Bella sudah selesai bersiap nya tapi dia berpura-pura masih belum selesai.


Sementara itu di ruang keluarga yang menjadi satu dengan ruang makan tampak Mama Katie sedang menyusun makanan di atas meja makan dibantu dengan Bik Darmi.


Tak lama berselang terdengar suara deru mobil memasuki halaman rumah. Rupanya Papa Richard dan David yang pulang dari kantor.


Papa Richard dan David masuk ke dalam rumah. Setelah mencium kening istrinya, Papa Richard langsung masuk ke dalam kamar untuk mandi dan bersiap-siap menyambut kedatangan teman nya.


David juga setelah mencium pipi Mama nya, dia langsung naik ke kamarnya di lantai dua. David juga langsung mandi untuk bersiap-siap menyambut teman kedua orang tua nya.


Tiga puluh menit kemudian semua sudah berkumpul di ruang keluarga. Papa Richard, Mama Katie dan David sudah berada di ruang keluarga. Hanya Bella saja yang belum hadir.


Terdengar suara mobil memasuki halaman rumah keluarga Osmond. Lalu tak lama kemudian suara bel pintu rumah pun terdengar.


Ting-tong..... Ting-tong...... Ting-tong.....


Mama Katie dengan cepat berjalan ke pintu ruang tamu dan membuka pintu tersebut. Senyum di bibir Katie terkembang indah.


Tampak sepasang suami istri berdiri di hadapan Katie. Pasangan suami istri yang cocok, suami ganteng istri cantik. William Addison dan istrinya Monica tersenyum begitu pintu dibuka oleh Katie.


Katie mempersilahkan pasangan itu untuk langsung masuk ke ruang keluarga. Dimana Richard dan David sudah menunggu kedatangan mereka.


Richard menyambut William dan Monica dengan saling berjabat tangan. David juga sebagai anak paling besar ikut berjabat tangan juga untuk menghormati teman Papa nya.


Richard dan Katie mempersilahkan William dan Monica untuk duduk. Mereka bersilaturahmi dan ngobrol-ngobrol santai. Bik Darmi datang menghidangkan teh manis hangat untuk mereka semua.


Katie sedikit merasa gundah karena Bella masih belum turun dari kamarnya. Dia memberi kode kepada David untuk memanggil sang adik. David mengerti kode yang diberikan sang Mama.


David naik ke lantai dua dan mengetuk kamar Bella. Tak ada jawaban dari dalam. Lalu David membuka pintu kamar Bella yang ternyata tidak di kunci. Dilihatnya sang adik sedang asyik bermain game di ponselnya.


Bella menghentikan permainan nya dan melihat siapa yang datang ke kamarnya.

__ADS_1


"Ayo Dek.... kita turun! Teman Papa dan Mama sudah datang tapi anaknya belum datang! " ajak David pada Bella.


Bella tampak cantik dengan gaun bunga-bunga nya. Tapi dia tampak cuek saja dengan pemberitahuan dari kakaknya. David jadi gemes lihat tingkah adiknya ini.


"Ayolah Dek! Kakak tahu sebenarnya kamu gak suka dengan usul Papa Mama, tapi mereka melakukan ini semua buat kebaikan kamu, Bella! Kita hormatilah orang tua kita! " ujar David memberitahu sang adik.


"Kalau kamu bahagia, Papa Mama.... kami semua juga bahagia! " lanjut David kembali meyakinkan Bella.


Bella mengerti dengan ucapan kakaknya. Dia juga menyayangi kedua orang tua nya. Lagipula tak ada salahnya, toh hanya berkenalan saja. Gak lebih.


"Baik kakakku sayang! Tunggu sebentar Bella rapih-rapih dulu! " sahut Bella dalam notes nya yang diperlihatkan pada David. David tersenyum dan menganggukkan kepala.


Bella segera bangkit dari ranjang nya, dia merapihkan gaun nya dan rambutnya. Setelah dirasa cukup, Bella menggandeng tangan kakaknya untuk kembali ke ruangan keluarga.


David dan Bella tiba di ruangan keluarga, lalu David memperkenalkan Bella kepada William dan Monica.


"Wah.... cantik sekali putrimu, Katie! " puji Monica menatap Bella.


Bella tersenyum dan berjabatan tangan dengan William dan Monica. Lalu Bella duduk di dekat Mama Katie dan David.


"Masih ada yang ditunggu ya? Atau mau makan malam dulu? " tanya Katie pada kedua orang tamu nya.


"Masih nunggu, Katie! Mungkin Keke sebentar lagi sampai!" sahut Monica sambil melihat jam di tangan nya.


Bella sudah gelisah. Sebentar-sebentar matanya melihat ke arah pintu lalu ke jam dinding yang ada di ruangan itu.


Jika tidak ada kabar dari Antonio berarti dia bisa hadir sore ini. Tapi sampai sekarang malah belum kelihatan barang hidung nya.


Bella sengaja tidak mengirimkan message pada Antonio karena dia mempercayai apa yang diomongin oleh Antonio.


Ting-tong..... Ting-tong..... Ting-tong.....


"Biar David yang buka, Ma! " ucap David sambil berdiri.

__ADS_1


"Nah itu Keke datang! " ucap Monica pada suaminya.


"Mungkin itu Mas Antonio! " gumam Bella dalam hatinya.


David berjalan ke arah pintu depan untuk membuka pintu. Begitu pintu terbuka David melihat dua sosok anak manusia yang tampak mesra.


David merasa sedikit kesal di hatinya. Antonio datang dengan seorang gadis yang perutnya besar alias lagi hamil. Gadis itu dengan mesra bergelayut pada lengan Antonio.


"Ada apa ini? Apa Antonio sudah menghamili anak orang? " tanya David dalam hati. David tidak bisa membayangkan bagaimana nanti reaksi Bella yang melihat ini semua.


Antonio tersenyum pada David dan menyalami David. David menyambut uluran tangan Antonio lalu membawanya menuju ruang keluarga.


Semua mata tertuju kepada orang yang baru saja datang dan memasuki ruang keluarga. David sudah lebih dulu sampai di ruang keluarga dan langsung menatap manik mata sang adik yang sedang melihat kedua orang itu tanpa berkedip.


Bella melihat kedatangan Antonio yang berjalan dengan tenang memasuki ruang keluarga. Di samping nya seorang gadis yang sedang hamil besar berjalan sambil berpegangan pada lengan Antonio.


"Apa-apaan ini? " pekik Mama Katie dalam hati nya. Siku tangan nya sengaja disenggol kan pada lengan David yang duduk di sebelah nya. David hanya diam dan cuma bisa menatap Mama nya.


Sementara itu Richard menatap nanar ke arah Antonio. Rasanya ingin dia menegurnya untuk tidak menyinggung hati anak nya.


Mata Bella sudah mulai berkaca-kaca. Dia tidak mengharapkan Antonio datang dengan seorang gadis yang sedang hamil besar.


Bella sangat menyayangi dan mencintai Antonio. Dia tidak menyangka hal ini terjadi pada diri nya. Apakah dirinya sudah di selingkuhi? Bella merasa dirinya sangat bodoh, bisa-bisa nya dia tertipu dengan kata-kata sayang dari Antonio.


Bella yang sudah tidak sanggup melihat seseorang yang dikasihinya dan di depan mata nya membawa seorang gadis langsung berdiri dan berlari menaiki tangga ke lantai atas.


*


*


*


bersambung.....

__ADS_1


_______________________________________


__ADS_2