
Bella yang sudah tidak sanggup melihat seseorang yang dikasihinya dan di depan mata nya membawa seorang gadis langsung berdiri dan berlari menaiki tangga ke lantai atas.
"Bella......! " teriak Mama Katie histeris. Ketika Katie ingin berdiri untuk menyusul Bella ke kamar nya, tangan Papa Richard menghalau nya.
Katie menatap suaminya dan Richard menggelengkan kepala nya. Richard melarang istrinya menyusul. Dia sengaja membiarkan Bella sendiri dulu.
"Biarkan saja dulu, Ma! " ucap Richard tegas kepada istrinya. Katie hanya menatap sang suami, kemudian kembali duduk.
Saat berlari ke arah tangga, Bella melewati Antonio. Sama sekali Bella tidak mau melihat nya.
"Bella.....! " gumam Antonio pelan. Antonio sempat berhenti berjalan hanya untuk melihat Bella.
Antonio tahu pasti Bella merasa sedih. Bella telah salah mengartikan semua nya tanpa meminta penjelasan nya.
Siapa pun yang melihat nya dalam keadaan ini pasti akan menimbulkan salah paham.
Antonio kembali melanjutkan jalan nya menuju ruang keluarga. Dan gadis yang hamil besar itu tetap bergelayut manja di lengan Antonio. Seakan dia tidak mau tahu situasi kondisi yang terjadi.
"Malam Pa.... Ma...! Malam Om.... Tante.....David! " sapa Antonio ramah begitu dia sampai di ruang keluarga yang menatap dirinya.
Papa dan Mama nya menatap penuh kecurigaan pada Antonio dan gadis itu. Gadis itu adalah Selena, sepupu jauh nya Antonio.
William dan Monica kurang menyukai Selena. Hal ini dikarenakan Selena mempunyai kelakuan yang tidak baik dan inipun hamil duluan sebelum nikah.
Sementara itu, Richard dan Katie menatap Antonio dan Selena dengan penuh tanda tanya di mata nya. Bagaimana cowok yang menjadi pacar anak nya tapi berjalan mesra dengan gadis yang hamil besar. Sungguh tidak masuk di akal.
Selena menyapa William dan Monica juga Richard dan Katie. Lalu tanpa disuruh dia langsung duduk di sofa yang terlihat kosong.
William menatap tajam Antonio, anak nya. Mata nya seakan minta penjelasan akan semua hal ini. Antonio yang ditatap Papa mengerti.
"Tante Linda tadi nelpon minta tolong untuk jemputin Selena sebab suami nya gak bisa jemput! " terang Antonio pada sang Papa yang menatap nya tajam. Antonio ngeri kalau sudah ditatap tajam oleh Papa nya. Dia tahu Papa nya sedang menahan amarah yang bisa meledak kapan saja.
__ADS_1
"Lha.... kan Selena bisa pulang sendiri Ke! Naik taxi online kan bisa, gak perlu dijemput segala! " tukas Monica yang menunjukkan rasa tidak senang nya.
"Iya, Ma! Selena ikut kesini karena si Jodie lebih dekat jemput disini, Ma! " terang Antonio kembali pada Mama nya.
Sementara Selena yang menjadi bahan pembicaraan hanya cuek saja. Dia gak peduli orang mau ngomong apa. Selena malah asyik mengipas-ngipasi wajahnya dengan kertas koran. Dia merasa gerah.
Ponsel Selena berbunyi dan Selena mengambilnya dari dalam tas nya.
"Iya, Mas.... bentar ya...! " jawab Selena ketika menjawab panggilan di ponselnya. Lalu dia memberikan ponsel itu pada Antonio. Rupanya Jodie minta di pandu untuk tiba di rumah kediaman keluarga Osmond. Dan akhirnya Jodie sampai di depan rumah keluarga Osmond.
"Jodie sudah sampai, ada di depan! " ucap Antonio sambil mengembalikan ponselnya Selena.
Selena pun bangkit dari duduknya dan berpamitan pada semua yang ada di ruangan itu.
"Om.... Tante..... dan semuanya.... Selena pulang dulu! " pamit Selena dan tanpa menunggu jawaban dia langsung berjalan keluar.
Katie menyuruh Bik Darmi untuk menemani Selena sampai keluar. William dan Monica cuma bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Selena.
"Gapapa, Mon! Tapi bisa tolong dijelaskan, siapa gadis tadi? Kenapa mesra banget dengan Antonio? " ujar Katie yang meminta penjelasan lebih detail pada Monica dan William.
"Tadi itu Selena, sepupu jauh nya Antonio! Dulu memang dia menyukai Antonio, tapi sekarang dia sudah bersuami. Sifatnya itu lho yang kami sebagai saudara juga kurang menyukai nya! " terang Monica pada Katie. William , Richard dan David menjadi pendengar yang baik.
"Ohh begitu.....! " Katie menganggukkan kepala nya.
"Mestinya kalau memang dia mau ikut kesini, gak perlu tuh pake rangkul-rangkul lengan Antonio! Semua orang pasti salah paham! " tukas Katie yang masih merasa tidak senang dengan kejadian ini.
"Iya, seharusnya memang begitu! Tapi Selena ini keras kepala dan gak bisa dibilangin! Mungkin juga Antonio sudah menegurnya! " jawab Monica yang mata nya menatap putra nya itu.
Antonio yang ditatap Mama nya jadi merasa tidak enak hati. Dia merasa bersalah.
"Antonio sudah meminta Selena supaya berjalan seperti biasa, gak usah bergelayut manja gitu, Ma! Tapi gak di gubris sama dia! " jawab Antonio dengan kepala menunduk.
__ADS_1
"Kamu jadi laki-laki harus tegas, Keke! Apalagi ini untuk urusan wanita! Terutama untuk wanita yang kita cintai, kamu mau kalau wanita yang kita cintai salah paham terus?! Gak ada yang mau Keke, yang ada kamu yang akan ditinggalkan! Cam kan itu! " marah William pada anak nya.
"Nah.... contohnya sekarang ini! Bella sudah salah paham dan kamu sudah melukai hati nya! Coba kamu selesaikan nanti, sebab Papa sama Mama udah gak bisa bantu! Kamu yang harus coba memberi keterangan dan keyakinan pada Bella kembali! " ucap William panjang lebar pada anak laki nya.
Tampak Antonio menganggukkan kepala nya. Dia mengerti ucapan sang Papa. Kali ini memang kesalahan nya.
Richard dan Katie jadi merasa kasihan melihat Antonio hanya menundukkan kepala saja.
"Biar nanti Om dan Tante bantu ngomong juga sama Bella ya...! " ucap Richard pada Antonio.
"Saya juga akan bantu ngomong sama adik saya, Antonio! Tapi rasanya kalau sudah begini butuh waktu deh buat Bella meredam emosi nya! " lanjut David menambahkan.
"Iya... makasih Om, Tante dan David sudah mau bantu saya! " sahut Antonio sopan dan bersyukur banget karena keluarga Bella mau membantu dirinya.
"Oiya, apakah Om dan Tante sudah memaafkan saya? Dan sudah menerima saya menjadi pacar Bella? " tanya balik Antonio yang tiba-tiba teringat maksud kedatangan nya sore ini.
"Hahaha...... iya nak Antonio.... kami sekeluarga sudah memaafkan kamu dan menerima kamu menjadi bagian keluarga ini! Kami berharap hubungan kalian bisa langgeng sampai pernikahan nantinya! " jawab Richard dengan tersenyum penuh arti.
"Oh syukurlah! Terimakasih Om, Tante dan David! " ujar Antonio yang benar-benar berterima kasih. Richard dan Katie tersenyum bahagia, juga David.
Tapi hati mereka semua menyesalkan kejadian yang baru saja terjadi. Yang membuat Bella sedih dan salah paham. Seakan hubungan percintaan mereka berdua diuji untuk mengetahui seberapa besar kekuatan cinta mereka berdua.
*
*
*
bersambung.....
_______________________________________
__ADS_1