Cinta Si Culun Dan Si Bisu

Cinta Si Culun Dan Si Bisu
Bab 50. David menembak Kirana


__ADS_3

Satu orang pelayan datang membawa minuman ke tempat David dan Kirana duduk. Pelayan tersebut menghidangkan minuman yang dipesan David ke atas meja.


"Terima kasih, mas! " ucap David pada pelayan itu. Pelayan itu menganggukkan kepala lalu dengan cepat kembali masuk ke dalam lagi.


David mempersilahkan Kirana untuk minum. Kirana tersenyum dan tangan nya mengambil kelapa muda batok yang dipesan David.


"Dia tahu aja kesukaan ku ini kelapa muda batok, padahal tidak bertanya! " gumam Kirana dalam hatinya. Bibir Kirana masih menyunggingkan senyuman. David senang melihat Kirana menyukai pesanan nya.


"Bagaimana kabar kamu sekarang, Kiran? " tanya David memecah kesunyian sambil tangan nya mengorek daging kelapa muda yang berada di dalam batok.


"Kabar saya baik saja. Seperti yang kamu lihat sekarang, saya baik-baik saja kan! " jawab Kirana dengan tersenyum manis.


"Kamu sendiri gimana kabarnya, Vid? Anak kamu sudah berapa? " tanya balik Kirana lagi sambil menambahkan pertanyaan yang ingin dia tanyakan.


"Kabar gua ya.... beginilah, Kiran! Tiap hari kerja! Gua belum punya anak! Istri aja belom ada masa udah punya anak! " jawab David dengan candanya. Dia tersenyum menatap Kirana di depan nya.


"Kamu sendiri sudah punya anak, Kiran? " tanya balik David yang menatap Kirana.


Kirana tertawa geli dengan pertanyaan David itu.


"Apa tampang ku sudah punya anak ya? " tanya Kirana dalam hatinya.


"Kok kamu ketawa sih?! Ayo jangan-jangan buntut udah banyak nih! " gurau David sambil sekaligus meledek Kirana.


"Hahaha..... gapapa, Vid! Apa tampang gua udah tua ya? Udah tampang ibu-ibu kali ya? " balas Kirana sambil diiringi tawa nya.


"Ah gak juga sih! Wajah lu masih tetap cantik, cuma terkesan lebih dewasa saja! " sahut David dengan bibir tersenyum. Dengan tersenyum gitu membuat wajah tampan David semakin bertambah tampan.


Wajah Kirana sedikit bersemu merah dengan jawaban David yang memuji dirinya.


"Gua belum punya anak, Vid. Gua juga belum married sebab belum punya pacar! Masih kosong! " ucap Kirana sehabis menyelesaikan tawanya.


David menatap wajah cantik di depan nya.


"Yang bener lu belum married, Kiran? Belum punya pacar juga? " tanya David mempertegas. Seakan dia tidak percaya dengan yang dikatakan Kirana.


Kirana tidak menjawab. Dia hanya menganggukkan kepala untuk menjawab pertanyaan David tersebut.


"Ah.... bahagianya! Masih kosong! Ayo semangat, Vid! " gumam David dalam hatinya. Dia merasa senang mendengar jawaban Kirana. Berarti masih ada kesempatan untuk dirinya.

__ADS_1


Pelayan restoran datang menyajikan makanan yang sudah dipesan David. Setelah hidangan disusun di meja, David kali mempersilahkan Kirana untuk menyantap makan siang nya. Mereka berdua mulai menyantap makanan tersebut diiringi dengan obrolan ringan dan sedikit canda gurau dari keduanya.


"Ngomong-ngomong kamu sudah punya pacar atau calon istri, Vid? Kenalin ke gua dong! " tanya Kirana yang tiba-tiba mengarah ke yang pribadi.


"Sebenarnya sih ada, Kiran! Sayang nya dulu dia langsung sekolah keluar negri tanpa kabar berita! Dan sekarang dia baru saja pulang ke Indonesia! " jawab David yang bibirnya tersungging senyuman.


"Apa gua kenal, Vid? " tanya Kirana lagi. Kirana masih belum menyadari maksud omongan David yang tadi.


"Sudah pasti kenal lah! " jawab David menahan tawa nya.


"Ayo dong kenalin ke gua! Sapa tau kita bisa bersahabat, ya gak? " seru Kirana antusias banget.


David memasukkan suapan terakhir ke mulutnya. Dia mengunyah makanan nya sambil menatap Kirana yang sedang menatap David dengan mulut yang masih mengunyah juga.


"Kamu beneran pengan kenalan? " tanya David mempertegas. Tampak Kirana hanya menganggukkan kepala nya.


"Orang nya lagi duduk di hadapan gua! " jawab David dengan menatap Kirana. Mata David penuh dengan senyuman. Juga bibirnya yang tersenyum.


Kirana mencerna ucapan David.


"Duduk di hadapan nya? Lha? Kan gua yang duduk di hadapan nya sekarang ini! Jadi orang yang dimaksud itu gua? " monolog Kirana dalam hati nya.


David yang sedari tadi menatap Kirana harus menahan tawa nya agar tidak keluar. Geli rasanya melihat Kirana yang bingung sendiri dengan pikirannya. David menganggukkan kepala dengan mata masih menatap Kirana.


"Hah?! Apa David gak salah? Jadi dia menyukai ku dari jaman sekolah? " monolog hati Kirana lagi.


"Lu gak salah orang, Vid? Lu gak lagi mabok kan? " tanya Kirana heran. Dia malah jadi tidak percaya dengan apa yang David ucapkan.


"Gak lah! Gua masih waras, Kiran! Masa makan seafood gua jadi mabok! " jawab David yang langsung diiringi tawa nya. Dia sudah tidak dapat menahan tawa nya yang dari tadi pengen keluar.


Kirana pun ikut tertawa. Dia menyadari juga pertanyaan nya yang konyol tadi.


"Kalau boleh tahu... sejak kapan kamu menyukai gua, Vid? " tanya Kirana dengan mimik lucu di wajahnya yang masih merasa tidak percaya.


"Hahaha.... kamu masih tidak percaya ya? Gua suka sama lu sejak gua nabrak lu! " ucap David menatap manik mata Kirana.


"Oh....! " gumam Kirana pelan. Dia tidak menyangka jika David bisa menyukai dirinya.


"Cuma oh aja komentar nya? Gak ada yang lain? " tanya balik David.

__ADS_1


"Emang kamu mau di komentarin apa, Vid? " tanya balik Kirana yang tampak bingung. Jadi kasihan David melihat nya.


"Sudahlah! Jangan bingung begitu ya.... gua suka sama kamu tuh udah lama, dari jaman sekolah sampai detik ini, Kiran! Mau kah kamu menjadi pacar dan istri gua, Kirana Sumadi? "ujar David panjang lebar yang ujungnya menembak Kirana.


Wajah cantik Kirana langsung bersemu merah. Sudah seperti kepiting rebus. Tapi Kirana hanya diam saja tidak bisa menjawab. Kirana terlalu kaget dengan semua yang terjadi siang ini.


Walaupun memang Kirana menyukai David, tapi karena kejadian yang terjadi hari ini diluar pikirannya sehingga Kirana hanya terdiam.


"Bisa kasih waktu untuk gua menjawab nya, Vid? " tanya Kirana hati-hati.


David tersenyum dan menganggukkan kepala nya.


"Oke, Kiran! Jangan lama-lama ya! Dua atau tiga hari cukup? Atau perlu waktu seminggu, dua minggu? " ucap David sambil menatap manik mata Kiran.


"Paling cepat tiga hari, paling lama seminggu! " sahut Kirana cepat sebelum David menggodanya lagi.


"Oke Kiran! Deal! Semoga nanti yang gua terima kabar baik ya! " ujar David dengan tersenyum manis.


"Iya, Vid! Sebenarnya gua bisa menjawab sekarang, tapi gua malu! " lanjut Kirana dalam hati.


Setelah selesai makan, David meminta pelayan untuk membawakan bon tagihan.


Seorang pelayan dengan membawa nampan kecil berisi bon tagihan menyerahkan nya pada David.


David memeriksa ulang, lalu mengambil uang cash dari dompet nya dan menyerahkan kembali pada pelayan tersebut.


Pelayan itu memproses pembayaran dan datang kembali untuk mengembalikan uang kembalian nya.


David dan Kirana berjalan beriringan menuju tempat parkir. Kali ini David berinisiatif untuk mengantar Kirana balik ke kantor nya.


*


*


*


bersambung.....


_______________________________________

__ADS_1


__ADS_2