
Pagi ini Antonio bangun cepat karena subuh-subuh dia sudah bangun. Dan dia sudah disibukkan mengurus rumah neneknya.
Sekarang sudah menjadi kebiasaan Antonio, sebelum dia berangkat ke kantor Papa nya dia akan mengurus rumah yang ditinggalinya ini bersama sang nenek.
Antonio akan membersihkan rumah neneknya, mengurusi kebun kecil nya yang berada di belakang rumah.
Setelah semua rapih dan bersih, Antonio langsung pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap ke kantor Papa nya.
Sebelum berangkat, Antonio menyempatkan dirinya untuk menengok sang nenek di kamarnya dan pamit untuk berangkat kerja.
Antonio sudah duduk diatas motor kesayangan nya. Setelah mesinnya panas, Antonio melajukan motornya melintasi jalanan pagi yang ternyata masih belum terlalu ramai.
**
Sebuah motor Ninja memasuki area perkantoran. Lalu memarkir motornya di area perparkiran kantor.
Lelaki tegap itu turun dari motor nya. Dia merapihkan rambutnya dan bajunya. Lalu berjalan dengan tegap dan penuh percaya diri masuk ke dalam kantor Addison group.
"Selamat pagi, Pak! " sapa dua orang satpam di dekat pintu masuk kantor.
"Pagi..... " jawab lelaki yang baru akan memasuki pintu kantor itu dengan ramah.
"Pagi, Pak Keanu! " sapa bagian resepsionis dengan menganggukkan kepala hormat nya.
"Pagi.... " sahut Keke ramah dengan senyum di bibirnya.
Keke langsung berjalan ke arah lift dan begitu lift terbuka dia langsung masuk untuk menuju lantai lima.
**
Bisik-bisik alias gosip-gosip yang beredar di kantor Addison tentang Keanu menjadi trend topik yang ramai dan hangat dibicarakan oleh tiap-tiap karyawan ataupun tiap-tiap bagian dari divisi masing-masing.
Apalagi baru beberapa hari masuk di kantor Papa nya ini, Keanu sudah berhasil memikat divisi bagian keuangan dan accounting.
__ADS_1
Pasalnya ada sedikit masalah di bagian keuangan yang tidak dapat dipecahkan, akhirnya hanya Keanu yang berhasil mencari dan menyelesaikan nya.
Demikian juga dengan divisi accounting, dimana ditemukan data-data yang tidak lengkap dan sedikit mencurigakan. Akhirnya Keanu juga yang membereskan semuanya. Dan orang yang ketahuan ingin bermain-main dengan perusahaan pun bisa dengan cepat diatasi. Semuanya tak luput dari kecermatan dan ketelitian Keanu, ditambah dengan otak nya yang pintar segala sesuatu menjadi lancar.
Pak Yopie mengagumi hasil kinerja anak bos nya itu. Masih muda tapi pintar dan berdedikasi tinggi.
Sedangkan Pak William yang sudah mendengar sepak terjang anak nya dalam beberapa hari ini tampak tersenyum puas. Dia juga tidak menyangka jika Keanu, anaknya bisa dengan cepat mempelajari seluk beluk dan kendala dalam perusahaan.
Dengan kepintaran nya yang diatas rata-rata, Keanu malah bisa menghandle permasalahan di keuangan dan accounting. William tidak menyangka sama sekali.
"Ganteng ya Pak Keanu! " bisik Fitri sang resepsionis pada teman nya sesama resepsionis. Fitri dan Lilis adalah resepsionis di kantor Addison group.
"Iya ganteng, Fit! Coba kalau gaya rambutnya di ubah, pasti lebih ganteng lagi! " sahut Lilis dengan bisik-bisik.
"Iya ya.... bulenya jadi lebih kelihatan!" ucap Fitri menganggukkan kepala tanda setuju.
"Emang nya kaya si Tarno! Ngaku-ngaku bule.... bule depok kali! " ujar Lilis yang teringat temannya yang menjadi satpam. Tawa Lilis dan Fitri pun pecah. Mereka berdua geli sendiri dengan omongan mereka.
Di dalam ruangan nya Keanu sedang asyik meneliti dan mempelajari divisi bagian sales dan marketing. Divisi yang menurut Keanu sekilas dilihat mudah tetapi di dalamnya banyak jebakan. Jika tidak hati-hati maka suatu perusahaan tidak akan maju dan berkembang.
Mungkin dalam hal memajukan ini Keanu harus berusaha lebih keras dan maksimal agar hasil yang di terima pun nantinya juga maksimal.
Di dalam ruangan marketing, dua orang lelaki sedang berbincang-bincang.
"Kapan kita rapat bulanan ya, Fer? " tanya Lukas pada Ferdi, temannya. Keduanya adalah marketing di perusahaan properti Addison group.
"Mungkin dalam beberapa hari ke depan atau bisa juga minggu depan. Kenapa? Kok tumben lu tanya rapat! " ujar Ferdi yang sedikit curiga pada Lukas.
"He.. he.. he..... cuma nanya aja! Sebab dengar-dengar nanti rapat yang pimpin anak nya bos, Pak Keanu! " sahut Lukas menjelaskan biar Ferdi tidak salah paham.
"Oh itu..... Iya, gua dengar juga begitu sih! Mungkin mau di rombak atau mau di sidak kalau ada yang gak beres! " jawab Ferdi enteng.
"Hebat ya Pak Keanu itu! Padahal baru mulai terjun tapi cepat sekali beliau memahami seluk beluk perusahaan ini! " puji Lukas terhadap anak bos besarnya.
__ADS_1
"Iya, hebat! Otaknya encer dan pintar! Orang nya juga gak sombong, ramah! Ganteng juga kalau diperhatikan! " puji Ferdi melanjutkan memberi tanggapan pada omongan Lukas.
"Orang-orang di kantor ini bilang, Pak Keanu akan lebih ganteng lagi kalau gaya rambutnya diubah! Yg sekarang ini membuat dia jadi tampak culun! " lanjut Lukas menyampaikan apa yang di dengar nya.
"Hus... jangan ngomong begitu! Yang penting biar tampang culun tapi otak encer dan pintar! " sergah Ferdi dengan jari telunjuk di bibirnya.
"Iya..... betul sekali! " dukung Lukas yang setuju dengan apa yang dikatakan Ferdi.
Keanu mengernyitkan dahinya. Dia membaca laporan hasil marketing selama enam bulan belakangan ini.
Keanu hanya Menggeleng-gelengkan kepala nya. Ternyata marketing properti perusahaan ini terlalu santai kerjanya. Masa dalam satu bulan paling banyak terjual cuma dua unit saja. Itupun tidak rutin, malah ada beberapa bulan tidak ada satupun unit yang terjual.
Jadi cara kerja mereka selama ini bagaimana. Itu yang akan Keanu cari tahu.
Keanu juga mengecek divisi sales perusahaan sawit Papa nya. Selama ini dibawah pimpinan sang Papa perusahaan sawit ini berkembang cukup bagus dan pesat. Hanya tinggal sentuhan kecil saja untuk menambah semangat kinerja mereka semua.
Berarti yang mempunyai masalah adalah divisi marketing properti. Ini yang harus banyak dapat perhatian dan perombakan.
Sudah terlintas dalam benak Keanu hal apa yang akan dilakukan nya pada marketing properti. Iya ingin mengdongkrak penjualan properti yang selama ini hanya adem-adem saja.
Pembangunan dalam bidang properti berjalan terus tapi penjualan nya terlalu nyantai. Tidak seimbang.
Keanu mencatat semua penemuan yang menurutnya harus di rombak. Dia juga mencatat ide-ide nya di dalam buku.
Rencananya dalam rapat sales dan marketing nanti Keanu yang akan memimpin. Dia juga sudah menghubungi kepala sales dan marketing.
Keanu tersenyum. Dia tidak menyangka akan kemampuan dirinya. Begitu dia terjun dalam perusahaan Papa nya ini, banyak ide-ide berseliweran di dalam kepala nya. Dan dia berusaha memilah yang terbaik untuk perusahaan.
*
*
*
__ADS_1
bersambung.....
_______________________________________