Cinta Si Culun Dan Si Bisu

Cinta Si Culun Dan Si Bisu
Bab 22. Bella resah gelisah


__ADS_3

Papa Richard dan David pergi menuju resto yang sudah di reservasi oleh pihak klien.


David mengemudikan mobil dengan santai, sementara Papa Richard duduk di sebelah nya dengan pikiran yang melayang.


Tak lama mobil yang dikendarai David memasuki pelataran parkir sebuah resto yang terlihat cukup besar dan lumayan ramai pengunjungnya.


Papa Richard dan David berjalan berdampingan. Seorang lelaki dengan pakaian setelan serba hitam dan dasi kupu-kupu menghampiri dya orang ini yang baru masuk dalam resto tersebut.


"Kami sudah reservasi atas nama Ganda Hutama. " ucap Papa Richard pada lelaki itu. Rupanya lelaki itu seorang kepala pelayan.


"Oh... atas nama Ganda Hutama! Mari Pak saya antar ke ruangan nya! " jawab lelaki itu dengan sopan. Lalu lelaki itu membawa Papa Richard dan David ke sebuah ruangan yang merupakan ruangan vip bagi resto tersebut.


"Mari silakan, Pak! " lelaki yang mengantar itu mempersilahkan Papa Richard dan David masuk ke ruangan vip itu.


Papa Richard dan David mengucapkan terima kasih pada lelaki yang mengantar mereka berdua itu.


Di dalam ruangan vip resto yang telah di reservasi sudah duduk Pak Ganda Hutama dan sekretaris nya, Tamara.


Mereka berdua menyambut Papa Richard dan David lalu mempersilahkan mereka berdua untuk duduk.


Papa Richard duduk berdampingan dengan David dan diseberang nya duduk Pak Ganda dan Tamara.


Tamara sang sekretaris nampak mencuri-curi pandang pada David. Tapi dia tetap menjaga image nya agar tidak terkesan murahan.


David yang tahu kalau sekretaris Pak Ganda suka mencuri pandang terhadap dirinya, hanya bisa berdiam diri saja. Berpura-pura tidak tahu, ini mungkin hal yang terbaik dilakukan.


Pak Ganda dan Pak Richard sedang asyik berdiskusi membicarakan bisnis mereka. Tamara dan David sibuk mencatat point-point penting dari diskusi bisnis mereka berdua. Dan sekali-sekali Tamara mencuri pandang ke arah David yang berpura-pura tidak tahu.


David Osmond adalah anak pertama keluarga Osmond. Dia memang dikaruniai wajah tampan nan rupawan, badan tinggi tegap dan otak yang encer.


Banyak gadis-gadis dari jaman sekolah dan kuliah yang jatuh cinta pada ketampanan seorang David. Jadi sudah tidak heran dimana pun David berada maka banyak gadis-gadis bahkan wanita yang sudah bersuami pun melirik wajah tampan nya.

__ADS_1


Buat David hal seperti ini sudah tidak asing bagi dirinya. Makanya David selalu membentengi dirinya agar tidak gegabah dalam bersikap.


David adalah seorang yang peka dengan lingkungan nya, makanya begitu dia bergabung di ruang vip resto ini dia langsung tahu jika sekretaris Pak Ganda suka curi-curi pandang pada dirinya.


Setelah selesai meeting dengan klien dan di akhiri dengan kesepakatan antara Pak Ganda dan Pak Richard, mereka berdua berjabat tangan.


Sehabis meeting, para pelayan resto membawa masuk pesanan makanan yang sudah di order oleh Pak Ganda.


Setelah semua menu makanan terhidang di atas meja, mereka berempat langsung memulai makan siang nya dengan selingan bincang-bincang santai.


Selesai makan, Pak Richard dan David pamit lebih dulu dengan Pak Ganda dan Tamara.


Pak Richard dan David kembali menuju kantornya. Masih banyak kerjaan yang menanti. Apalagi Pak Richard, siang nya nanti dia ada meeting di kantor nya dengan bagian sales dan marketing.


Begitu tiba di kantor, Pak Richard dan David langsung masuk ke ruangan mereka masing-masing.


Sebelum memulai memeriksa kerjaan nya, David ada mengirim message ke Bella. Dia memberitahu Bella jika Papa dan Mama sudah mulai curiga dengan tingkah laku Bella. Dan mereka akan mencari tahu, jadi David meminta Bella untuk lebih berhati-hati.


**


Bella yang sedang istirahat di kantin bersama Marsha dikejutkan dengan bunyi ponsel Bella. Rupanya ada message masuk dari sang kakak, David.


Bella langsung membuka ponselnya dan membaca message yang dikirim kakaknya dengan seksama. Setelah membaca hanya terdengar helaan nafas Bella.


Bella meremas kedua tangan nya. Dia berhenti menyantap makanan nya. Seperti tidak bergairah lagi untuk menyambung makan nya.


Marsha yang duduk di sebelah Bella menyadari perubahan pada diri sahabat nya itu.


"Kenapa kamu, Bel? " tanya Marsha menatap sahabat nya.


"Gapapa, Sha! " jawab Bella pada notes nya yang diperlihatkan pada Marsha. Bella berusaha menutupi kecemasan nya.

__ADS_1


"Gapapa apa nya! Wong kamu gelisah begitu! " kesal Marsha yang mendengar jawaban Bella seakan-akan menutupi kegalauan hatinya sendiri.


"Kita tuh berteman sudah lama, Bella! Dan setiap gerak-gerik kamu, aku tuh sudah bisa baca! Dan saat sekarang ini kamu tuh lagi cemas dan gelisah! Tapi kalau kamu belum bisa cerita, ya gapapa sih! " ujar Marsha panjang lebar pada Bella sahabat nya. Walaupun hatinya sedikit kesal karena Bella gak mau terbuka, tapi sebagai sahabat Marsha berusaha memahami Bella.


Bella merasakan kekesalan Marsha.


"Maafkan aku ya, Sha! Untuk saat sekarang ini aku belum bisa curhat sama kamu! Tapi janji, aku pasti cerita nanti! " jelas Bella pada Marsha lewat notes nya. Dia tidak mau Marsha kecewa terhadap dirinya. Marsha menganggukkan kepala nya. Dia mengerti Bella dan tidak mau memaksa nya.


Hari ini Bella dijemput Pak Agus dan sudah menunggu nya di parkiran. Bella bersikeras untuk mengantar Marsha pulang terlebih dahulu.


Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan duduk dengan santai. Lalu Pak Agus menyalakan mobil dan mulai berjalan keluar dari parkiran kampus.


"Kalau kamu mau curhat, aku selalu siap ya, Bel! " pesan Marsha pada Bella sebelum dia turun dari mobil karena sudah sampai di depan rumahnya. Bella menganggukkan kepala dan tersenyum.


Bella membalas lambaian tangan Marsha dan kembali Pak Agus menjalankan dan melajukan mobil kembali ke kediaman keluarga Osmond.


Sampai di rumah, Bella langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia mengurung diri di dalam kamar. Karena hari ini Antonio juga tidak masuk kerja.


Selesai mencuci muka dan membasuh kaki dan lengan nya, Sisil merebahkan badan nya di atas ranjang. Dia mengirimi Antonio message. Dia juga menceritakan semua yang dikasih tahu David tadi siang pada Antonio.


Rasa cemas dan galau nya sedikit berkurang setelah Bella menceritakan lewat message pada Antonio. Message nya sudah dibaca tapi belum ada jawaban dari Antonio. Mungkin sibuk, Bella kembali menenangkan hatinya.


Bella membayangkan seandainya kedua orang tua nya tahu, bagaimana kah respon mereka. Mungkin Papa nya lebih bisa menerima dibandingkan Mama nya. Yah... Bella harus mempersiapkan dirinya dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Cepat atau lambat pasti kedua orang tua nya tahu.


*


*


*


bersambung.....

__ADS_1


_______________________________________


__ADS_2