Cinta Si Culun Dan Si Bisu

Cinta Si Culun Dan Si Bisu
Bab 24. Sidak dadakan Mama Katie


__ADS_3

Pak Agus kembali melajukan mobilnya menuju butik Mama Katie. Setelah menurunkan Mama Katie, Pak Agus langsung berangkat lagi untuk menjemput Bella di kampus nya.


Mama Katie kembali masuk ke dalam ruangan nya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang masih belum selesai.


Mama Katie berusaha dengan cepat untuk menyelesaikan nya hari ini, sebab rencana nya Mama Katie ingin pulang cepat ke rumah.


Sementara itu di kampus, Bella dan Marsha sudah selesai mengikuti meeting terakhir kegiatan sosial. Rencananya dua minggu lagi kegiatan sosial itu akan dilaksanakan. Panti asuhan dan panti jompo nya sudah ditentukan oleh senior mahasiswa di kampus nya.


Bella dan Marsha berjalan bergandengan tangan menuju parkiran kampus. Tampak mobil Fortuner putih Mama nya sudah menunggu di sana. Pak Agus yang sudah melihat Bella dari jauh, langsung bangun dan bergegas membuka pintu mobil belakang untuk Bella dan Marsha masuk.


Seperti biasa sehabis rapat kepanitiaan kegiatan sosial Marsha pulang diantar Bella sampai di rumahnya. Setelah menurunkan Marsha, kembali Pak Agus melajukan mobilnya menuju rumah kediaman keluarga Osmond.


Bella keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Dia langsung masuk ke kamarnya untuk beristirahat.


Pak Agus yang sudah menerima pesan dari Mama Katie, sehabis mengantar Bella tiba di rumah makan Pak Agus harus segera balik ke kantor untuk menjemput Mama Katie.


Mama Katie benar-benar menuntaskan pekerjaan nya hari ini. Desain-desain yang sudah selesai dibuat diberikan pada asistennya untuk di follow-up lagi.


Mama Katie membereskan meja tempatnya bekerja. Setelah beres dia duduk santai sambil memikirkan sebuah rencana. Mama Katie mengetuk-ngetuk kan jari tangan kanannya di atas meja. Selintas ada ide dalam benaknya. Memang rasanya sedikit kurang etis tapi perlu dilakukan agar mengetahui apakah yang sebenarnya terjadi dengan Bella atau ada hubungan apa antara Bella dan Antonio.


Pak Agus yang sudah sampai di butik langsung memarkir mobil tanpa dimatikan mesin nya dan Pak Agus keluar dari mobil langsung masuk ke dalam butik ke ruangan Mama Katie.


Pak Agus menenteng satu kantong plastik yang berisi roti dan berjalan keluar menuju mobil yang masih menyala. Diikuti oleh Mama Katie berjalan di belakang Pak Agus.


Begitu Mama Katie duduk di dalam mobil, Pak Agus menutup pintu dan berjalan memutari mobil lalu masuk dan duduk di belakang kemudi. Pak Agus langsung melajukan mobil perlahan keluar dari parkiran butik menuju rumah kediaman keluarga Osmond.


Mama Katie keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Pak Agus yang menenteng satu kantong plastik berisikan roti, memberikan kantong tersebut pada Bik Darmi.


Sebelum Bik Darmi meninggalkan ruang makan, Mama Katie memanggilnya.


"Bik Darmi, dalam waktu setengah jam dari sekarang tolong kumpulkan semua pekerja di rumah ini! Kumpul di ruang dapur kalian saja di belakang! " pesan Mama Katie yang penuh ketegasan.


"Baik, Nyonya! " jawab Bik Darmi sopan.

__ADS_1


Dengan terburu-buru Bik Darmi langsung pergi ke belakang untuk mengumpulkan semua pekerja di rumah ini. Entah mengapa sang Nyonya Besar tumben-tumben pulang sore dan melakukan hal ini. Biasanya tidak pernah terjadi. Selama Bik Darmi kerja sudah puluhan tahun di keluarga Osmond, baru hari ini sang Nyonya Besar pulang sore dan mengumpulkan mereka semua.


Banyak pertanyaan dalam benak Bik Darmi. Tapi Bik Darmi tidak bisa menduga ada hal apa gerangan yang terjadi hingga sang Nyonya Besar bertindak seperti ini.


Mama Katie masuk ke dalam kamarnya untuk menukar baju nya dengan baju santai. Lalu dia langsung keluar menuju ruang makan pekerja di bagian belakang rumah.


Semua pekerja sudah berkumpul semua di sana. Mama Katie duduk di bangku meja makan, sedangkan para pekerja berdiri di samping meja makan. Semua pada menundukkan kepala. Hanya Bik Darmi dan Pak Agus saja yang biasa.


"Semua sudah hadir? " tanya Mama Katie.


"Sudah, Nyonya. Cuma Antonio saja yang tidak ada, sebab dia kan masuknya seminggu tiga kali yaitu Senin-Rabu-Jumat. " jawab Bik Darmi sekalian memberitahu.


Mama Katie menganggukkan kepala nya.


"Baguslah dia tidak masuk, jadi aku bebas bertanya! " gumam Mama Katie dalam hatinya.


Mama Katie masuk ke dalam ruangan penyimpanan barang dan membawa bangku untuk dua duduk di sana. Dia ingin bertanya pada pekerja nya satu per satu.


Mulailah Mama Katie memanggil satu per satu pekerja nya ke dalam ruangan kecil itu untuk menginterogasi.


Pak Agus masuk ke dalam ruangan kecil itu.


"Apakah Pak Agus tahu jika Bella dekat dengan Antonio? " tanya Mama Katie.


"Saya kurang tahu, Bu! Tapi Antonio itu orang nya baik dan pintar, Bu! " jawab Pak Agus. Dia malah memuji Antonio. Membuat hati Mama Katie kesal.


"Ya sudah, Pak Agus! Kalau tahu sesuatu tolong nanti kasih tahu saya ya! " pesan Mama Katie mengakhiri sidak nya dengan Pak Agus.


"Baik, Bu! " jawab Pak Agus sambil permisi untuk keluar dari ruangan sempit itu.


Setelah Pak Agus selesai, sekarang yang paling akhir tinggal Bik Darmi.


Bik Darmi pun masuk ke dalam ruangan penyimpanan yang sempit itu.

__ADS_1


"Apakah Bik Darmi tahu jika Bella dekat dengan Antonio? " tanya Mama Katie dengan menatap Bik Darmi.


Bik Darmi yang mendengar pertanyaan Nyonya Besar nya sedikit kaget. Dia tidak menyangka hal ini yang membuat Nyonya Besar nya melakukan sidak dadakan seperti ini. Bik Darmi jadi sedikit gugup. Tanpa disadarinya dia meremas bajunya karena gugup.


Mama Katie melihat kegugupan Bik Darmi. Dan dari sikap Bik Darmi ini Mama Katie yakin jika Bik Darmi mengetahui sesuatu yang tidak diketahui nya sebagai orang tua Bella.


"Ayo Bik.... katakan saja jika Bibik ada tahu sesuatu! Saya gak akan marah, Bik! " ucap Mama Katie meyakinkan Bik Darmi.


"Maafkan saya, Nyonya! Saya memang tahu Bella dekat dengan Antonio! Maafkan saya jika saya tidak memberitahu Nyonya! " dengan rasa bersalah Bik Darmi meminta maaf pada Mama Katie.


"Gapapa, Bik Darmi! Yang penting sekarang Bibik harus ngomong sama saya! " tegas Mama Katie.


"Iya, Nyonya! " jawab Bik Darmi dengan kepala tertunduk. Sebenarnya Bik Darmi tidak ingin memberitahu tentang Bella dan Antonio. Dua takut juga jika Nyonya Besar marah. Tapi sekarang keadaan nya tidak memungkinkan untuk Bik Darmi diam saja. Makanya Bik Darmi jadi merasa serba salah.


"Apakah mereka berdua berpacaran, Bik? " tanya kembali Mama Katie pada Bik Darmi yang masih menunduk.


"Iya, Nyonya! " jawab Bik Darmi tetap dengan kepala menunduk. Dia tidak berani melihat Nyonya Besar nya.


Mama Katie yang mendengar jawaban Bik Darmi menjadi kesal. Kesal dengan Bella, mau dijodohin dengan yang bagus malah nolak, ehh gak tahu nya malah pacaran dengan tukang kebun di rumah.


Mama Katie menarik nafas nya dalam-dalam untuk meredam amarah nya.


"Ya sudah, Bik Darmi! Tolong ada apa-apa kasih tahu saya, biar saya gak kecolongan gini, Bik! " pesan Mama Katie menyudahi sidaknya.


"Iya, Nyonya! " jawab Bik Darmi sopan lalu dia pamit keluar ruangan.


Mama Katie dengan perasaan yang kesal dan marah keluar dari ruang penyimpanan sempit itu. Dia langsung menuju ruang keluarga untuk menenangkan dirinya.


*


*


*

__ADS_1


bersambung.....


_______________________________________


__ADS_2