Cinta Si Culun Dan Si Bisu

Cinta Si Culun Dan Si Bisu
Bab 25. Mencari bukti yang lebih akurat


__ADS_3

Mama Katie kembali ke ruangan keluarga untuk menenangkan dirinya. Betapa kecewa dan marah dirinya mengetahui itu semua.


Mama Katie menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya. Dia melakukan berulang-ulang untuk mengontrol rasa amarahnya. Hingga dirasakan cukup terkendali Mama Katie menghentikan nya.


Terdengar suara mobil Papa Richard memasuki halaman parkir kediaman keluarga Osmond. Hari ini Papa Richard pergi ke kantor bareng dengan David dan hanya memakai satu mobil saja yaitu mobil Papa Richard. Sedangkan mobilnya David terparkir di parkiran rumah.


Papa Richard dan David pun masuk ke dalam rumah. Mereka berdua langsung masuk ke ruang keluarga dan mendapati Mama Katie sedang duduk bersantai di sana.


Papa Richard meletakkan tas kerjanya di ruangan kerja nya yang berada tidak jauh dari ruang keluarga. Lalu menghampiri Mama Katie.


"Tumben Mama sudah pulang! " ucap Papa Richard sambil mencium kening istrinya. Lalu Papa Richard duduk di sebelah Mama Katie.


David yang masuk langsung duduk di sofa ruang keluarga dan menuangkan minuman teh hangat pasa cangkir yang tersedia di atas meja.


"Iya, Pa! Mama rasa ucapan Papa ada benarnya jika Mama jarang ada di rumah dan kurang memperhatikan Bella! Maka nya mulai hari ini Mama berusaha untuk bisa pulang lebih awal, Pa! " ucap Mama Katie dengan senyuman penuh arti yang tersungging di bibirnya.


"Oh baguslah kalau begitu! Papa senang mendengar nya! " ujar Papa Richard dengan penuh semangat.


Papa Richard juga mengisi cangkirnya dengan teh yang sudah disediakan di atas meja. Lalu meminumnya.


"Bagaimana, Ma? Hasil cek CCTV nya berhasil? " tanya Papa Richard yang kembali teringat pada CCTV. Pasalnya Papa Richard tahu jika tadi pagi Mama Katie ada mengambil data CCTV yang dipindahkan ke dalam flashdisk.


"Berhasil, Pa! Mama sudah tahu dengan siapa Bella berhubungan! Tapi Mama ingin mendapatkan bukti yang lebih akurat lagi, Pa! " jawab Mama Katie menjelaskan keinginan nya.


"Jadi siapa, Ma? Benar mereka berpacaran? " tanya Papa Richard yang penasaran. Rasanya sudah tidak sabar lagi untuk mengetahui siapa orang yang sudah merebut hati putri semata wayangnya itu.


"Nantilah, Pa! Tunggu Mama dapat bukti yang lebih akurat lagi baru Mama kasih tahu Papa! Oke, Pa?! " jelas Mama Katie dengan tegas kepada sang suami.


Papa Richard cuma bisa menganggukkan kepala mengiyakan kemauan Mama Katie, walaupun hati nya sangat penasaran.


David yang mendengarkan obrolan kedua orang tua nya menjadi sedikit ciut hatinya.


David tidak menyangka jika Mama Katie akan bisa tahu secepat ini, sampai memeriksa CCTV juga.


David tidak bisa membayangkan jika Mama Katie menemukan bukti yang lebih akurat.

__ADS_1


Bagaimana Mama Katie akan menyikapi hal ini jika sudah tahu hal yang sebenarnya.


David juga tidak bisa membayangkan bagaimana adiknya Bella mempertahankan semuanya.


Kepala David mendadak pusing karena banyak nya pikiran-pikiran yang mengganggu. Dia memijit pelan kepala nya yang terasa cenat-cenut.


Bella yang baru turun dari kamarnya langsung duduk di sebelah Papa Richard.


Mama Katie berdiri dan langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam keluarga nya.


Bella menyandarkan kepala nya pada lengan Papa nya. Dia biasa bermanja-manja dengan Papa Richard.


"Pa.... Bella..... David ke kamar dulu ya, mau mandi dulu! " pamit David pada Papa Richard dan Bella. Mereka berdua tak menyahut, hanya anggukan kepala Papa Richard saja.


"Duh.... anak Papa manja bener sih! Gimana nanti kalau punya pacar, Bel! " ledek Papa Richard pada Bella.


"Ya nambah dong manja nya! Jadi bisa sama Papa dan pacar Bella! " jawab Bella di notes yang diperlihatkan pada Papa nya sambil senyum-senyum menggoda.


Makan malam sudah terhidang dengan rapih di atas meja makan. Papa Richard, Mama Katie, Bella dan David makan malam bersama.


Setelah selesai makan, Bella dan David langsung naik ke kamar masing-masing. Papa Richard dan Mama Katie juga langsung masuk ke kamar mereka. Meja makan dan yang lainnya akan di rapihkan Bik Darmi dan pelayan lain nya.


**


Hari ini setelah menyetel kamera CCTV di teras samping, Mama Katie bersiap-siap untuk berangkat ke Butik.


Begitu Pak Agus balik dari mengantar Bella ke kampus, langsung Mama Katie bersiap-siap untuk berangkat ke butik. Mama Katie sengaja pergi lebih pagi agar bisa pulang lebih cepat.


Sebenarnya tidak masalah juga jika Mama Katie pulang malam sebab kamera CCTV nya sudah berganti arah dan siap merekam dengan jelas apa saja yang dilakukan dua sejoli itu di teras samping.


Tapi Mama Katie pingin melihat dengan mata kepala sendiri perbuatan apa yang dilakukan Bella dan Antonio.


Rasanya sudah tidak sabar buat Mama Katie menunggu hingga sore hari.


Sore hari pun tiba. Bella hari ini tidak ada rapat kepanitiaan, maka siang hari sudah balik ke rumah.

__ADS_1


Bella menyiapkan jus jambu di dapur untuk diri nya dan Antonio beserta dengan camilan-camilan kecil.


Bella membawa semua nya dengan nampan ke teras samping rumah. Bella yang sudah menukar baju kuliahnya dengan baju rumah nampak **** dengan hotpant jeans nya.


Antonio masih asyik di kebun mawar. Bella memberikan kode dengan bertepuk tangan untuk memanggil Antonio.


Antonio melihat ke arah Bella yang sudah memanggilnya. Dia buru-buru menyelesaikan pekerjaan nya. Dikeruk nya sampah daun-daun tua yang sudah di gunting nya tadi dan memasukkan nya ke dalam kantong plastik untuk dibuang.


Antonio mencuci tangan nya, lalu menghampiri Bella yang sudah duduk di teras samping rumah.


Bella memberikan jus jambu yang sudah dibuat nya di dapur tadi. Antonio menerima nya dan meminumnya dua teguk, lalu meletakkan kembali gelas itu di atas meja.


Antonio berjalan mendekati Bella dan mencium kening Bella. Bella memejamkan mata nya, tangan nya di kalung kan nya pada leher Antonio yang membungkuk.


Bibir Bella mencium bibir Antonio. Dan Antonio tidak mau kehilangan kesempatan itu lalu membalas ciuman Bella dengan lembut.


Dua sejoli itu akhirnya melepaskan ciuman nya. Mereka berdua duduk bersebelahan di bangku teras samping rumah.


"Bagaimana kuliah kamu, Bel? " tanya Antonio dengan tatapan lembut nya. Bella tersenyum.


"Baik, Mas! Oiya, sekitar dua minggu lagi kita kegiatan sosial ke panti asuhan dan jompo! " jawab Bella pada notes nya yang diperlihatkan pada Antonio.


"Bagus dong, sayang! " sahut Antonio yang kembali tangan nya memeluk pinggang Bella dari samping.


Dua sejoli ini tidak menyadari jika kamera CCTV sudah diubah dan sekarang merekam semua yang mereka berdua lakukan.


*


*


*


bersambung.....


_______________________________________

__ADS_1


__ADS_2