
Bella dan Marsha berjalan menyusuri belakang kampus dengan cepat. Mereka berdua menuju tempat parkir dimana mobil Fortuner Putih Mama nya sudah menunggu.
Setelah semakin dekat, tampak seorang lelaki turun dari mobil itu dan membuka pintu mobil untuk Bella dan Marsha.
Begitu sudah dekat, Bella terkejut melihat lelaki itu. Lelaki yang sudah mengambil hati dan ciuman pertama nya.
"Pak Agus gak bisa jemput Non Bella, jadi saya yang dimintai tolong oleh Pak Agus untuk menjemput Non Bella! " terang Antonio yang melihat mimik terkejut di wajah Bella.
Marsha yang berada di sebelah Bella pun dengan tanpa berkedip memandang Antonio. Marsha mencubit kecil pantat Bella bagian belakang dengan tangannya.
Bella dan Marsha pun masuk ke dalam mobil dan duduk. Setelah memastikan Bella dan temannya duduk dengan baik, Antonio menutup pintu mobil dan berjalan memutari mobil, lalu naik dan duduk di belakang setir.
"Elu gak bilang-bilang ada cowok tampan kaya gitu di rumah elu, Bel?! " sungut Marsha dengan berbisik di telinga Bella tapi mata nya tak lepas memandang cowok yang ada di depannya itu. Bella melotot kan mata nya ke arah Marsha yang senyum-senyum sendiri.
"Pak Agus sakit atau kemana? " tanya Bella yang ditulis di notes dan diperlihatkan pada Antonio.
Antonio sedang memanaskan mobil.
"Iya, sakit. Perutnya sakit dan buang-buang air, entah salah makan apa siangnya! " jawab Antonio yang masih menatap Bella lewat kaca spion.
"Kita mau kemana Non Bella?" tanya Antonio yang baru pertama kali menjemput.
"Tolong antar teman saya dulu ya! Ini alamatnya! " sahut Bella menulis dalam notes nya sambil menyerahkan secarik kertas kecil yang bertuliskan alamat Marsha.
"Siap Non! " jawab Antonio sigap. Antonio mulai menjalankan mobil putih itu keluar dari pelataran kampus.
"Bel, kita makan bakso dulu yuk! " ajak Marsha pada Bella yang tampak terdiam.
Antonio yang mendengar omongan Marsha pun melihat Bella dari spion nya.
"Saya tahu tempat bakso yang enak, Non! Mau kesana? " ucap Antonio dengan tersenyum. Bella melihat ke spion dimana Antonio tersenyum kepadanya.
"Ayolah Bel...... tuh mas nya tahu tempat bakso yang enak! " rajuk Marsha pada Bella sambil memegang lengan kanan Bella. Akhirnya Bella tersenyum menanggapi omongan Marsha.
Marsha melihat Bella yang sudah tersenyum, tandanya Bella menyetujui untuk makan bakso.
"Oke mas supir, kita makan bakso dulu ya! " perintah Marsha pada Antonio yang disertai dengan anggukan kepala dari Antonio.
Antonio segera memutar arah mobil untuk pergi makan bakso.
__ADS_1
Tak lama mereka sampai di tempat makan bakso. Tempat nya tidak begitu besar tapi ramai. Mereka harus menunggu antrian meja yang kosong. Antonio mendaftar kan untuk tiga orang.
Setelah mendapat meja dan kursi kosong, Antonio kembali memesan tiga porsi bakso komplit.
Tidak sampai sepuluh menit pelayan sudah menghidangkan pesanan mereka. Termasuk cepat juga mereka menyiapkan bakso nya. Antonio dengan sopan mempersilahkan Bella dan Marsha untuk menikmati bakso tersebut.
Mereka bertiga makan bakso dengan lahap, apalagi Marsha. Dia merasakan lapar karena sewaktu makan siang di kantin kampus hanya sedikit saja.
"Bakso nya enak sekali! Mas sering makan disini ya? " Marsha memuji dan bertanya pada Antonio yang ternyata sudah lebih dulu menyelesaikan makan nya.
Bella masih asyik menikmati bakso nya. Kedua orang yang sudah selesai itu menunggu Bella selesai sambil menyeka keringat mereka berdua.
"Bagaimana Bel? Enak kan bakso nya? " tanya Marsha begitu melihat Bella menyelesaikan makan nya. Bella meminum teh hangat yang dipesan nya. Kemudian dia menganggukkan kepala, setuju bahwa bakso tersebut enak.
"Kamu sering makan disini ya? " tanya Bella pada Antonio dengan notes nya. Antonio tersenyum membuat wajah tampan nya menjadi lebih tampan.
"Dibilang sering gak juga, kalau pengen aja baru kesini! " jawab Antonio tersenyum memandang wajah Bella nan cantik yang dipenuhi keringat.
Bella tersenyum pada Antonio yang masih betah memandangi wajahnya.
Selesai makan bakso, Bella mau membayar semuanya di kasir tapi ditolak oleh Antonio karena dia yang sudah membayar semuanya.
Antonio memutar lagu instrumental untuk memecah kesunyian. Bella yang duduk di kursi penumpang pun asyik memandang keluar dari jendela samping. Dan Marsha asyik di sibukkan dengan hape nya.
"Bye-bye.... " salam Marsha dengan melambaikan tangan pada Bella ketika mobil tersebut akan berjalan kembali setelah menurunkan Marsha di depan rumahnya.
Bella membalas lambaian tangan Marsha. Antonio kembali menjalankan mobilnya menuju kediaman keluarga Osmond.
Antonio membawa mobil dengan santai sambil sekali-sekali melirik Bella lewat kaca spion nya.
Bella yang merasa di perhatikan membuat dirinya jadi salah tingkah. Bella juga sekali-sekali melirik ke arah spion.
Sekali waktu mata mereka berdua saling bertatapan di spion. Hal ini membuat wajah Bella jadi memerah seperti kepiting rebus.
Pada waktu berdiam diri ini, Bella teringat ada yang ingin di tanyakan nya pada Antonio.
"Mas Anton rumahnya dekat dengan rumah Bella? " tanya Bella yang ditulis di notes dan diperlihatkan pada Antonio yang tetap fokus menyetir.
Antonio yang menyadari Bella memanggil dirinya dengan sebutan mas, terasa indah sekali. Membuat hatinya berbunga-bunga. Padahal tadi Marsha juga memanggil dengan sebutan sama tapi tidak ada efek sama sekali.
__ADS_1
"Iya Bella, saya tinggal gak jauh dari rumah keluarga Osmond! " jawab Antonio tersenyum. Bella manggut-manggut.
"Kalau waktunya tepat nanti saya ajak kamu ke rumah! Biar bisa kenalan dengan nenek saya! " lanjut Antonio kembali.
"Oh..... mas tinggal sama neneknya ya? " tulis Bella yang bertanya kembali.
"Ya. Saya tinggal sama nenek dari kecil! Dan ada suster yang setiap hari datang untuk merawat nenek! " jelas Antonio pada Bella.
Bella menganggukkan kepala nya lagi.
Pintu pagar kediaman keluarga Osmond terbuka, Antonio memasukkan mobil ke garasi rumah.
Antonio mematikan mobil yang sudah terparkir sempurna, lalu berjalan ke arah pintu belakang untuk membukakan pintunya tapi ternyata Bella sudah lebih dulu membukanya dari dalam.
Bella menutup pintu mobil kembali. Begitu ingin jalan ke dalam rumah, tangan nya di tarik seseorang.
Antonio menarik tangan Bella, sehingga tubuh Bella sedikit terhuyung ke arah Antonio.
Antonio menangkap tubuh Bella dan membawa dalam pelukannya. Bella yang kaget karena sesuatu terjadi begitu cepatnya. Sekarang Bella hanya merasakan hangatnya pelukan dari Antonio.
Antonio melonggarkan sedikit pelukannya dan tangan nya mengangkat dagu Bella. Bella menatap mata Antonio dan tanpa Bella sadari kedua tangan nya sudah melingkar di pinggang Antonio.
Antonio mengecup bibir merah ranum itu yang sudah membuat dirinya ketagihan.
Bella membalasnya pelan dan masih sedikit kaku. Tangan kiri Antonio memeluk pinggang Bella dan tangan kanan nya membelai rambut Bella mengusapnya lembut dan menekan tengkuk leher Bella sehingga ciuman menjadi lebih dalam.
Ada sekitar sepuluh menit atau lima belas menit mereka berdua berciuman mesra saling ******* dan bertukar saliva. Membuat nafas Bella sedikit tersengal.
Antonio melepaskan ciuman nya setelah merasakan Bella agak susah bernafas. Dia juga melepaskan pelukannya, tapi masih membelai lembut rambut Bella yang tergerai indah.
"Masuklah! Sampai ketemu dua hari lagi ya! " ucap Antonio lembut pada Bella dan Bella tersenyum manis menganggukkan kepala nya.
Bella berjalan memasuki rumah dengan melambaikan tangan pada Antonio dan dibalas lambaian juga oleh Antonio dengan senyum selalu menghias di bibirnya.
*
*
bersambung.....
__ADS_1
_______________________________________