Cinta Si Culun Dan Si Bisu

Cinta Si Culun Dan Si Bisu
Bab 13. Masuk kantor


__ADS_3

Pagi yang cerah, secerah suasana hati Antonio. Dia bangun tidur langsung berolahraga sebentar di belakang rumah dengan pekarangan yang tidak begitu besar, tapi tampak tertata rapih.


Antonio lalu mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Dia mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam. Setelah rapih, Antonio pun berjalan ke kamar neneknya untuk berpamitan.


Antonio memakai helm nya dan menyalakan motor Ninja nya. Setelah dirasakan motornya sudah agak panas, Antonio menjalankan motornya keluar dari rumah neneknya.


Dengan kecepatan sedang, Antonio menjalankan motornya membelah ramainya jalanan menuju kantor Papa nya.


Sesampainya di kantor Papa nya, Antonio langsung memarkir motor kesayangan nya di tempat parkir. Lalu dia merapikan rambutnya dengan tangan nya.


Antonio berjalan memasuki gedung berlantai lima yang megah itu. Bangunan yang di dominasi kaca di bagian luar nya tampak memantulkan sinar matahari pagi.


Antonio naik lift langsung menuju lantai lima. Dia menyapa Pak Yopie yang merupakan wakil direktur di sana. Tak lupa juga menyapa sekretaris Papa nya. Lalu dia menuju ruangan Papa nya.


Dia mengetuk pintu ruangan Papa nya.


"Masuk! " terdengar suara tegas Pak William dari dalam.


"Pagi, Pa! " salam Keke pada Papa nya begitu dia membuka pintu ruangan Papa nya. William yang sedang membaca laporan mendongak kan kepala nya. Dia tersenyum melihat anaknya datang.


"Selamat datang dan selamat bergabung, my son! " ucap Papa William sambil menatap wajah anaknya. Keke hanya mesem-mesem saja menanggapi omongan Papa nya.


Pak William memanggil sekretaris nya untuk datang ke ruangan nya. Dewi masuk ke ruangan Pak William dengan cepat.


"Wi, tolong rapihkan ruangan di depan saya yang kosong itu." titah Pak William tegas.


"Baik, Pak! " jawab Dewi cepat. Lalu dia pamit keluar untuk merapihkan ruangan kosong tersebut.


"Son, nanti ruangan kamu yang di sebrang Papa ya! Kamu belajar dulu tiap bagian dalam kantor ini dan terjun langsung! " terang Papa William pada anak nya.


Keke mendengarkan apa yang dikatakan Papa nya. Dia berharap bisa secepatnya belajar tiap bagian dari perusahaan ini.

__ADS_1


Keke berjanji dalam hatinya jika dalam tiga bulan ini dia harus sudah bisa dan mengerti tiap bagian dari perusahaan Papa nya ini.


Sementara ruangan yang kosong sedang dirapihkan dan dibersihkan, Keke duduk di sofa dalam ruangan Papa nya dengan membaca strukturisasi perusahaan.


Keke adalah putra pertama dari keluarga William Addison. Dia dianugerahi otak yang encer dan pintar. Dan Keke jika mempelajari sesuatu dia akan serius dan tekun.


Setelah ruangan yang kosong itu bersih dan rapih, Keke pun masuk ke dalam ruangan itu yang besarnya kurang lebih hampir sama dengan ruangan Papa nya. Hanya isinya saja yang masih belum penuh, karena sebelumnya adalah ruangan kosong.


Keke memulai hari ini dengan membaca strukturisasi perusahaan yang diberikan Papa nya tadi. Binding buku nya tebal, jadi mungkin dalam beberapa hari baru bisa selesai di baca.


Pak Yopie yang menjabat sebagai Wakil Direktur di tempat itu mendatangi ruangan Keke. Dia memberi ucapan selamat datang dan selamat bergabung juga pada Keke.


"Mari saya antar ke tiap bagian di perusahaan ini, Pak Keke! Pak William meminta saya untuk memperkenalkan Pak Keke pada seluruh karyawan di perusahaan ini! " Pak Yopie memberi penjelasan pada Keke dan mengajak Keke untuk diperkenalkan pada semua karyawan di perusahaan itu.


"Panggil saya Keke, Pak Yopie! Gak usah pakai embel-embel! " pinta Keke yang merasa tidak enak hati sebab Pak Yopie usianya jauh diatas nya. Beliau hampir seumuran Papa nya, hanya lebih muda sedikit.


"Kurang sopan jika memanggil nama saja sebab Pak Keke adalah anak dari bos saya! " terang Pak Yopie pada Keke.


Keke merapihkan mejanya yang agak berantakan sebab banyak buku-buku di atas mejanya.


"Yuk..... mari Pak Yopie! " ajak Keke setelah mejanya rapih. Pak Yopie berjalan di depan, sementara Keke mengikuti nya dari belakang.


Mereka berdua pergi ke lantai paling dasar dulu, dimana ada receptionist dan satpam. Para satpam yang bertugas sudah berkumpul dan berbaris di depan receptionist.


Di lantai dasar ini biasanya juga dibilang lantai satu. Ada sebuah ruangan yang cukup besar yang biasa digunakan untuk ruang tunggu dan interview karyawan baru.


Begitu Pak Yopie dan Keke sampai disana, mereka sudah berdiri rapih. Pak Yopie memperkenalkan Keke pada mereka semua. Para satpam dan receptionist menerima uluran tangan Keke yang dengan senyum dibibirnya menyalami mereka semua.


Selesai di lantai dasar, Pak Yopie mengajak Keke mulai ke lantai dua. Dimana ada divisi sales dan marketing yang terbagi dua antara sawit dan property. Disini ada juga ruang rapat yang cukup besar, yang biasa digunakan untuk meeting marketing atau pun pemasaran.


Selesai dari lantai dua, kini mereka berdua menuju lantai tiga. Di lantai tiga ada ruangan personalia dan pusat data. Dimana pusat data ini mencakup system komputer dan tehnik komputer. Ruangan nya cukup besar dan dingin karena banyak komputer.

__ADS_1


Selesai dari lantai tiga, kini Pak Yopie membawa Keke ke lantai empat. Di lantai empat inilah terisi dua devisi besar yaitu devisi accounting dan divisi keuangan.


Setelah selesai semua divisi, mereka berdua kembali ke lantai lima. Pak Yopie memperkenalkan Keke pada Dewi, sekretaris.


"Kamu kalau butuh apa-apa bisa minta tolong Dewi dan saya, Pak Keke! " jelas Pak Yopie di akhir perkenalan.


"Siap, Pak Yopie! " jawab Keke dengan senyum di bibirnya.


"Terimakasih banyak untuk proses perkenalan nya, Pak Yopie! " lanjut Keke lagi masih dengan senyum di bibirnya.


"Sama-sama, Pak Keke! Kalau ada apa-apa, jangan sungkan untuk bertanya! " pesan Pak Yopie pada Keke.


"Siap, Pak Yopie! " angguk Keke ramah.


Keke kembali masuk ke dalam ruangan nya. Pak Yopie juga masuk dalam ruangan nya.


Keke kembali berkutat dengan buku-buku perusahaan. Papa nya juga sudah memberikan laporan keuangan dari enam bulan yang lalu, demikian juga dengan laporan accounting.


Tinggal pemasaran yang belom Papa nya berikan, karena Keke menolaknya dengan alasan nanti saja setelah keuangan dan accounting selesai.


Keke kembali dengan serius menekuni bacaan nya. Satu per satu dia baca dan mengingat nya di kepala nya yang mempunyai daya ingat luar biasa.


Wajahnya yang tampan tertutup dengan model rambut nya yang culun. Begitulah desas-desus yang saat ini beredar di dalam kantor itu setelah masa perkenalan sederhana tadi.


Seandainya Keke mengganti model rambutnya, pasti banyak gadis-gadis yang menyukai diri nya. Atau Keke memang sengaja memberikan model culun pada rambutnya?


*


*


bersambung.....

__ADS_1


_______________________________________


__ADS_2