Cinta Si Culun Dan Si Bisu

Cinta Si Culun Dan Si Bisu
Bab 17. Ketakutan dan todongan Bella


__ADS_3

Antonio berjalan ke belakang rumah dan lewat pintu belakang juga dia masuk ke dalam ruangan yang langsung berhubungan dengan tempat para pelayan beristirahat dan makan.


Antonio masuk ke dalam kamarnya. Dia menukar kembali pakaiannya dengan pakaian pada waktu dia datang pagi tadi. Lalu memasukkan baju kotor ke dalam tas ransel nya dan meletakkan baju bersih di dalam lemari yang tersedia untuk dipakainya sehari-hari selama waktu kerja.


Selesai bersiap-siap, Antonio berjalan keluar dari samping kediaman keluarga Osmond. Lalu dia pun pulang ke rumah nenek nya.


**


Bella juga setelah melambaikan tangan pada Antonio, berjalan masuk ke dalam rumah dengan langkah pelan-pelan.


Sewaktu melintasi pintu depan tadi, Bella melihat mobil kakaknya, David sudah terparkir di garasi depan rumah. Hal itu cukup membuat Bella kaget dan hatinya menjadi ketar-ketir.


"Jangan-jangan kakak melihatku! " resah Bella dalam hatinya.


"Aduh bagaimana kalau sampai ada yang tahu ya? " gelisah Bella dalam hatinya.


Untuk sementara waktu Bella tidak ingin hubungan nya dengan Antonio diketahui orang rumah atau siapa pun.


Bella merasa masih belum siap jika hubungan nya diketahui orang rumah. Pasalnya hal itu akan banyak menimbulkan pertentangan nantinya.


Bella berjalan mengendap-endap. Dia dengan langkah tanpa bersuara menaiki tangga ke lantai dua, lalu langsung masuk ke kamar nya. Tak lupa Bella mengunci pintu nya. Dia ingin sendiri untuk saat ini.


**


David Osmond yang merasakan perutnya agak kurang enak, dia pulang cepat dari kantor.


Begitu David memasuki gerbang kediaman Osmond dan mobil nya sudah terparkir rapih, David pun keluar dari mobilnya.


David yang ingin masuk ke dalam rumah, dia melihat adiknya sedang berciuman mesra dengan Antonio. Dilihatnya Bella mengalungkan kedua tangan nya di leher Antonio.


Walaupun posisi Bella dan Antonio berdiri agak ke pojok tapi masih bisa dilihat oleh David.


David hanya menatap sebentar dari kejauhan dan dia tidak ingin mengagetkan kedua orang tersebut. Lalu David buru-buru masuk ke dalam rumah langsung naik ke lantai dua dan masuk kamarnya.


David langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan badan nya. Setelah itu dia merebahkan badan nya di ranjang nya. Digosoknya perutnya dengan minyak kayu putih hot biar terasa hangat.


"Sejak kapan mereka berdua berpacaran? " tanya David dalam hati nya.


Dikarenakan perutnya yang kurang enak dan sudah terasa hangat, David merasa lebih baik. Dia memejamkan mata nya sebentar. Niatnya hanya sebentar tapi malah ketiduran.


**

__ADS_1


Bella di kamarnya hanya baring-baring saja. Senyuman selalu menghiasi bibir nya. Hatinya sedang berbunga-bunga.


Sejenak berbaring untuk menghilangkan penat di badan nya, lalu Bella bersiap-siap mandi.


Setelah mandi dan memakai baju rumah, Bella nampak segar. Di jepit nya rambut sebahu nya dengan jepitan ke arah atas sehingga tampak leher jenjang nya.


Bella memasukkan hape nya ke dalam celana pendek nya, lalu dia membuka pintu kamar nya dan berjalan keluar kamarnya. Sepi.


Dilihat nya kamar kakaknya yang tertutup. Entah kakak nya ada di dalam atau tidak. Bella kembali menutup pintu kamarnya dan berjalan perlahan menuruni tangga ke ruangan keluarga.


Di ruangan keluarga, Papa nya sedang membaca koran. Bella duduk di sebelah Papa nya dan langsung memeluk lengan kiri Papa nya.


Richard yang sedang asyik membaca koran, menoleh ke kiri. Dimana Bella asyik bersandar di lengannya. Papa Richard tersenyum melihat tingkah Bella yang manja terhadap dirinya. Kadang karena kesibukan nya di kantor membuat Papa Richard jarang bertemu Bella.


Bella memejamkan mata nya. Dia merasakan kehangatan dan nyaman hanya dengan bersandar dan memeluk lengan Papa nya.


Mama Katie melirik putri nya yang sedang bermanja dan menggelengkan kepala dengan bibir yang tersenyum. Lalu Mama Katie melanjutkan menyusun makanan di meja makan.


Setelah meja makan tertata rapih dengan makanan dan minuman, Mama Katie memanggil Papa Richard dan Bella untuk makan malam.


"David mana, Ma? " tanya Papa Richard pada istrinya.


"Mungkin masih di kamarnya! Nanti minta tolong Bik Darmi buat bangunin! " jawab Mama Katie.


Mama Katie langsung menyediakan nasi pada piring masing-masing.


David yang ketiduran, begitu bangun dia langsung mandi. Terdengar pintu kamar yang diketuk dan suara Bik Darmi dari luar.


"Tuan Muda, sudah ditunggu di meja makan! " ujar Bik Darmi begitu pintu kamar dibuka David.


"Iya Bik, sebentar lagi saya turun! " sahut David.


Bik Darmi langsung berlalu dari kamar David untuk memberitahu Mama Katie di ruang makan.


David buru-buru mengenakan kaos rumah nya dan mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk. Lalu berjalan keluar kamar menuju ruang makan yang ada di lantai dasar.


David langsung duduk di sebelah Bella. Makan malam pun dimulai. Bella makan dengan lahap karena perutnya sudah lapar. Sebelum nya dia sudah meminum jus jeruk yang disediakan Bik Darmi.


David melirik Bella, adiknya yang tampak biasa-biasa saja. Seperti tak pernah ada sesuatu.


Selesai makan, mereka semua masih berkumpul di ruang keluarga. Bella membawa gelasnya yang berisi jus jeruk murni.

__ADS_1


"Pak Agus, kemana Ma? " tanya David tiba-tiba membuat Bella yang mendengarnya jadi kebat-kebit. Detak jantung nya pun menjadi lebih cepat.


"Oh Pak Agus..... tadi siang ijin pulang perutnya sakit. Buang-buang air, entah salah makan apa! " terang Mama Katie.


David hanya diam saja dengan jawaban Mama nya.


"Tadi Antonio tepat waktu kan jemput kamu nya, Bella? " Mama Katie malah bertanya pada Bella.


"Tepat, Ma! Bella bubar rapat, Antonio sudah nunggu di parkiran! " tulis Bella pada notes yang diperlihatkan pada Mama Katie.


"Tumben anak Mama ikut rapat di kampus! " ledek Mama Katie pada Bella.


"Iya, Ma! Ikut kepanitiaan kegiatan sosial buat ke panti jompo dan panti asuhan nanti! " terang Bella dalam notes nya yang diperlihatkan pada Mama nya.


"Mama sama Papa nyumbang dong! " todong Bella langsung. Dia memperlihatkan notes nya langsung pada Papa dan Mama nya.


"Iya, nanti Papa sama Mama nyumbang! " sahut Mama Katie tersenyum melihat ke arah suaminya, Richard.


Richard mengangguk dengan cepat mengiyakan apa yang dikatakan istrinya.


"Kak David juga nyumbang ya! " todong Bella dengan notes yang disodorkan ke depan wajah ganteng sangat kakak.


"Iya, nanti kakak juga nyumbang deh! Emang kamu jadi panitia bagian apa? " ucap David menjawab todongan adiknya dan bertanya pada Bella.


"Aku Bendahara satu, Kak! Marsha Bendahara dua" jawab Bella dengan notes nya.


"Oh pantes.... nyari sumbangan ya! " ledek David dengan tertawa. Bella juga tertawa tanpa bersuara.


"Iya, Kak. Aku memang nyari sumbangan! Nanti rencananya tiap jurusan atau kelas Bella juga mau minta sumbangan! " jelas Bella pada kakaknya tanpa malu-malu.


"Papa dan Mama nyumbang nya mau jadi satu atau pisah-pisah? "'tanya Bella kembali pada Papa nya.


" Nanti Papa nyumbang juga, sayang! " jawab Papa Richard. Bella langsung bersorak kegirangan.


"Asyik...... jadi ada tiga orang ya yang fix nyumbang! Papa, Mama dan Kak David! " tulis Bella di notes nya dengan gembira.


Papa Richard mengucek rambut Bella dengan rasa sayang nya. Mama Katie hanya menggelengkan kepala melihatnya. David juga tersenyum. dengan tingkah adik kesayangan nya.


*


*

__ADS_1


bersambung.....


_______________________________________


__ADS_2