
William dan Monica menyetujui permintaan Mama Salma. Bagaimana pun juga Keanu adalah anak pertama nya dan cucu kesayangan Mama Salma.
Setelah berbincang-bincang sebentar dengan sang Mama, William dan istri pamit pulang.
**
Di rumah kediaman keluarga Osmond, Richard Osmond yang sudah pulang dari kantor langsung menemui sang istri yang sudah pulang lebih awal di ruang keluarga.
Richard Osmond masuk ke ruang keluarga dengan terburu-buru. Di hampiri sang istri yang sedang duduk di sofa ruang keluarga dan mengecup kening istrinya.
"Gawat, Ma! " ucap Richard Osmond sambil mendudukkan bokongnya di sofa dekat Mama Katie.
"Apaan yang gawat, Pa? " tanya Mama Katie heran. Sebab suaminya begitu pulang langsung bilangnya gawat. Pasti ada sesuatu yang terjadi.
"Kan Papa udah bilang sama Mama, seharusnya jangan main marah dan pecat orang sembarangan! " omel Papa Richard. Nampak sekali raut wajah Papa Richard yang kacau.
"Ada apa sih, Pa? Jangan pulang-pulang ngomong gawat dan ngomong yang gak jelas gitu! " kesal Mama Katie yang mendapati suami nya malah ngomong yang gak jelas ujung pangkal nya.
"Itu, Ma! Antonio! " ucap Papa Richard dengan menghela nafas nya kasar.
"Kenapa Antonio? Ada apa sama dia? " tanya Mama Katie bingung melihat sang suami sampai tidak bisa berkata-kata.
"Antonio, Ma! Antonio itu anak nya William Addison, Ma! " ujar Papa Richard seakan beban beratnya terlepas begitu dia memberitahu istrinya.
Mama Katie yang mendengar itu terkejut bukan main.
"Masa sih, Pa? Yang bener, Pa! " sahut Mama Katie dengan nada tak percaya. Mama Katie sampai mengguncang-guncang lengan Papa Richard saking dia tidak percaya nya.
"Ya ampun... Ma! Ini beneran! Tadi siang si John yang kasih info ke Papa! " jawab Papa Richard meyakinkan istrinya.
Papa Richard sendiri tidak percaya jika hanya di mulut saja, tapi ini John memberikan foto-foto sebagai bukti jika Antonio adalah putra dari William Addison.
Papa Richard teringat amplop yang diberikan John tadi siang di kantor nya. Dia memeriksa tas kerja nya dan untungnya dia membawa nya pulang.
Diserahkan nya amplop yang tadi siang diberikan John pada sang istri. Mama Katie mengambil amplop itu dan melihat foto-foto yang berada di dalam nya.
__ADS_1
Jantung Mama Katie berdegup dengan keras. Wajah Mama Katie pun berubah pias. Dia sama sekali tidak menyangka jika Antonio adalah anak dari William Addison dan Monica.
Rasa menyesal kembali menyeruak dalam hati nya. Tapi penyesalan yang berlebihan saat ini sudah tak berguna. Semua sudah terjadi, nasi sudah jadi bubur. Yang harus dicari adalah solusi untuk permasalahan ini agar tidak berlarut. Apalagi ini menyangkut pertemanan.
"Jadi ini bagaimana, Pa? " tanya Mama Katie yang kebingungan dan nampak lesu.
"Bagaimana lagi? Semua sudah terjadi! Kita harus cari jalan keluar nya dan meminta maaf kepada keluarga Addison, Ma! " ucap Papa Richard menatap istrinya yang tampak lesu.
"Benar, Pa! Kita harus minta maaf kepada mereka, Pa! Jangan sampai pula pertemanan Papa dan Mama rusak karena salah paham ini! " ujar Mama Katie yang menyetujui ucapan sang suami.
David yang baru pulang dari kantor langsung nimbrung di ruang keluarga.
"Ada apa nih? Kok kelihatan nya pada serius gitu? " tanya David yang baru saja duduk di sebelah Papa Richard.
"Iya, Vid! Bukan serius lagi ini, tapi sudah menjurus kacau dan galau! " sahut Papa Richard dengan gaya ngomongnya yang lucu.
"Apaan sih, Pa?! Kacau dan galau? Jangan becanda deh, Pa! " ucap David dengan dahi yang berkerut.
"Kita gak sedang becanda, Vid! Memang lagi kacau dan galau! Ini soal adik kamu, Bella! " terang Papa Richard pada David.
"Ada apa lagi sama Bella? " tanya balik David.
"Sekarang Bella mana? " lanjut David kembali yang menanyakan keberadaan sang adik.
"Sehabis pulang kuliah Bella mengurung diri di kamarnya, Vid! " sahut Mama Katie.
"Lagipula ini bukan maksudnya Bella kenapa-kenapa, Vid! Ini tentang Antonio yang menjalin hubungan dengan Bella! " jelas Papa Richard pada anak sulung nya ini.
"Kenapa dengan Antonio? " tanya David dengan raut wajah heran.
"Antonio itu anak nya William Addison, teman Papa! " sahut Papa Richard memberitahu David.
"Gak salah, Pa? " tanya David untuk meyakinkan lagi.
"Benar, Vid! Tuh foto-foto yang diberikan John tadi siang! " ucap Papa Richard sambil menunjuk foto-foto yang ada di atas meja.
__ADS_1
David mengambil foto-foto tersebut dan melihat nya. Ternyata benar dugaan diri nya jika Antonio bukan hanya sekedar tukang kebun biasa. Mungkin saja Antonio melakukan itu hanya untuk mengisi kekosongan nya. David tersenyum. Dalam hati nya dia merasa bahagia, ternyata adiknya Bella memang tidak salah pilih.
"Kenapa kamu malah tersenyum, Vid? " tanya Mama Katie yang tidak sengaja melihat David tersenyum.
"Iya dong, Ma! David senang... ternyata Bella memang tidak salah pilih! Hanya Papa dan Mama saja yang salah kaprah! Salah menilai orang! " ucap David yang cukup pedas membuat Mama Katie merasa tak enak hati.
"Lho? Kok Papa? Mama dong! Papa gak ikut andil dalam memecat Antonio ataupun marah dengan Antonio! " elak Papa Richard yang tidak mau disalahkan.
"Mama memang ngaku salah! Papa juga! Gak ikut andil apaan! Wong gak ada belain Antonio, cuma nanya-nanya aja! Sama aja itu mah, Pa! " celetuk Mama Katie yang sewot terhadap suami nya.
"Hahaha..... Papa dan Mama sama saja! Sama-sama salah! Dan satu lagi kalian sudah bikin Bella kecewa lho! " ledek David terhadap orang tua nya dan sekaligus mengingatkan mereka berdua.
"Cepat cari solusinya, Pa! " lanjut David lagi.
"Iya, ini kita lagi berembuk! Rencana nya sih mau minta maaf, Vid! " ujar Papa Richard singkat.
"Cepatlah, Pa! Jangan nunggu terlalu lama! Apalagi jika mereka sudah tahu, kan lebih gak enak kalau terlalu lama didiamkan!" saran David pada Papa nya.
"Betul kamu, Vid! Gimana kalau kita ke rumah nya saja malam ini, Ma? " tanya Papa Richard pada istrinya.
Mama Katie terdiam. Mama Katie agak ragu, apakah keluarga William mau memaafkan mereka berdua.
"Boleh juga sih, Pa! Tapi Mama jadi ragu, apakah mereka mau memaafkan kita ya? " ucap Mama Katie penuh keraguan.
"Terlepas mereka mau memaafkan atau tidak, yang penting niat kita itu minta maaf, Ma! " tegas Papa Richard.
"Oke.... oke... Mama ikut aja kali ini, Pa! " sahut Mama Katie sambil bangkit dari duduknya.
Mama Katie menyiapkan hidangan yang sudah disiapkan Bik Darmi ke meja makan.
*
*
*
__ADS_1
bersambung.....
_______________________________________