
Bella berjalan ke lantai atas dengan menangis. Dia masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamar nya.
Bella membaringkan tubuh nya telungkup ke atas ranjang nya. Airmata nya masih keluar membasahi bantal nya.
Bella sedih dan kecewa terhadap kedua orang tua nya, terutama pada sang Mama.
Mengapa sang Mama bisa berpikiran sempit seperti itu. Bella gak habis berpikir. Mengapa harus memandang status seseorang agar bisa membuat kita bahagia. Kebahagiaan bukan dilihat dari status seseorang, juga bukan diukur dari kekayaan seseorang.
Kebahagiaan itu ada dari dalam diri kita sendiri yang bisa mensyukuri dengan apa yang kita miliki dan selalu mengucap syukur atas segala hal yang terjadi dalam hidup ini.
Seandainya kita di dunia ini berpikir seperti Bella, mungkin kedamaian akan tercipta. Tapi sayang nya orang-orang yang mempunyai pikiran seperti Bella hanya sedikit.
Bella hanya bisa menangis sedih. Sedih karena orang tua nya yang tidak menyetujui hubungan nya dengan Antonio dan sedih karena orang tua nya berpikiran sempit.
Bella juga sedih hubungan nya dengan Antonio. Apakah Antonio akan meninggalkan nya? Bella tidak membayangi semua itu.
Bella selalu berharap hubungan nya dengan Antonio berjalan mulus dan mereka berdua suatu saat nanti bisa menikah.
Tapi sekarang? Bella sendiri tidak tahu bagaimana dengan Antonio. Tadi dia pergi meninggalkan ruang keluarga, meninggalkan Antonio juga.
Mengingat ini semua membuat hati Bella semakin sedih. Dia kembali menangis sedih dan pilu. Sungguh tragis kisah cinta nya.
**
Di ruang keluarga, Papa Richard dan Mama Katie masih ada di sana.
"Seharusnya kamu gak usah mecat Antonio seperti itu, Ma! " ucap Papa Richard yang kurang menyetujui tindakan istrinya.
"Jadi Papa belain Antonio? " tanya Mama Katie dengan intonasi tinggi. Papa Richard menghela nafas. Begini ini sifat istrinya jika mengambil keputusan suka tanpa perhitungan. Di kasih tahu tapi malah nuduh yang macam-macam.
"Papa gak bela siapa-siapa, Ma! Cuma kasih tahu aja seharusnya Mama jangan main langsung pecat saja! Kalau orang sakit hati gimana? " jelas Papa Richard dengan sabar.
"Ah biar saja sakit hati! Emang nya Mama pikirin! Yang penting buat Mama, dia sudah tidak berhubungan dengan Bella! Titik! " bantah Mama Katie keras kepala.
Papa Richard menggeleng-gelengkan kepala nya. Istrinya benar-benar keras kepala.
"Mama.... Mama......keras kepala jangan dipelihara! Gak bagus, Ma! " ledek Papa Richard yang sebenarnya kesal hatinya.
__ADS_1
"Samalah! Papa juga keras kepala! Bukan Mama saja! " sahut Mama Katie membalikkan omongan Papa Richard.
Papa Richard menghela nafasnya kasar.
Beginilah punya istri keras kepala, dikasih tahu yang benar malah tidak bisa terima.
"Kalau Mama gak pecat Antonio, kan kita masih bisa menyelidiki dulu dan cari tahu siapa sebenarnya dia! " ucap Papa Richard menjelaskan.
Mama Katie melotot kan mata nya pada suaminya.
"Apa lagi sih yang mau di cek, Pa! Sudah jelas-jelas anak kita kalau jadi sama dia itu jadi masa depan suram, Pa! " bantah Mama Katie yang sudah kesal dengan suaminya.
"Lho! Bener ini maksud Papa kita cari tahu dulu siapa dia sebenarnya? Mama gak denger apa omongan dia yang sangat yakin bisa membahagiakan Bella? " ucap Papa Richard yang berusaha menuntun istrinya supaya mengingat omongan Antonio.
"Buat Mama, apa yang diomongin dia itu semua omong kosong, Pa! " tegas Mama Katie.
"Berarti Mama gak menyimak dong! " sindir Papa Richard. Ya karena Mama Katie menganggap omongan Antonio omong kosong makanya sama sekali tidak ada omongan Antonio yang masuk di kepala nya. Semua hanya seperti angin lalu saja.
"Maka nya, Ma....biar kita gak suka sama orang ada baiknya kita dengarkan dulu omongan nya! Kan gak ada salahnya juga toh! " papar Papa Richard dengan sabar pada istrinya.
"Emang Papa mau menyelidiki apa? " tanya Mama Katie kembali. Sepertinya Mama Katie sudah mulai mau diajak bicara.
"Sebenarnya Papa ingin tahu tentang keluarganya, tentang siapa orang tua nya! " jawab Papa Richard.
"Buat apa, Pa? Belum tentu kita mengenalnya! " ucap Mama Katie yang heran dengan keinginan suami nya.
"Kalau ternyata kita mengenal kedua orang tua nya, bagaimana? Kita yang malu dan gak enak, Ma! Mama gak kepikir sampai situ kan? " tanya Papa Richard pada istrinya.
"Iya, Pa! Benar juga omongan Papa! Kenapa Mama gak kepikiran sampai sana ya? "
"Kan Papa selalu bilang sama Mama.... ada apa-apa jangan terbawa emosi! " jelas Papa Richard dengan sabar.
"Iya, Pa! Maafin Mama, ya! " sesal Mama Katie yang sudah mulai menyadari akan kesalahan yang dilakukannya.
"Sudahlah! Nasi sudah jadi bubur! Mau gimana lagi?! " tepis Papa Richard perlahan tanpa mau menyinggung perasaan sang istri.
Mama Katie terdiam, tampak dia merasa bersalah. Mungkin dia sudah membuat suami nya kecewa dan juga sudah membuat anaknya, Bella kecewa juga dengan diri nya.
__ADS_1
Mungkin apa yang dilakukan Mama Katie adalah demi kebaikan anaknya tapi perlakuan dan sikap Mama Katie ini yang menimbulkan luka di hati Bella.
"Jadi sudah tidak ada jalan keluar lain, Pa? " tanya Mama Katie pelan.
"Sementara sih tidak ada! Coba nanti Papa minta tolong sama si John! " jawab Papa Richard dengan memejamkan matanya.
Mama Katie memandang suaminya yang sedang memejamkan matanya. Dia tahu suaminya jadi banyak pikiran dengan kejadian ini ditambah dengan ulah nya yang gegabah.
John adalah orang kepercayaan Papa Richard yang selalu membantu untuk menyelidiki segala sesuatu yang diperintahkan Papa Richard.
**
David yang duduk di depan meja kerja nya yang berada di dalam kamar nya hanya termenung.
Dia tidak menyangka akan kejadian sore tadi. Rasanya dia tidak percaya dengan semua itu.
Tadi waktu melewati kamar Bella, ingin rasanya dia menghibur sang adik yang disayanginya. Tapi keinginan itu dia tahan, dia membiarkan Bella sendiri.
Bagaimana pun juga David sebagai anak paling tua merasa bertanggungjawab terhadap adik nya. Dia juga merasa kecewa akan sikap kedua orang tua nya, terutama sang Mama yang terlalu gegabah.
Tapi dibalik semua itu David mengerti kedua orang tua nya ingin yang terbaik untuk anak-anak nya terutama buat Bella yang seorang perempuan. Hanya saja caranya salah.
David kembali mengingat-ingat apa saja yang pernah diceritakan Bella tentang Antonio.
David merasa ada sesuatu yang ditutupi oleh Antonio. Dan kenapa tadi Antonio mempunyai keyakinan bahwa dia bisa membahagiakan Bella, timbul banyak pertanyaan dalam benak David.
David melihat ada sesuatu yang gak sinkron. Seandainya memang Antonio hanya kerja sebagai tukang kebun, tapi kenapa mempunyai kepercayaan diri yang tinggi. Dan Antonio mengucapkan kalau dia sanggup menghidupi Bella dengan keyakinan yang tinggi. Ini yang David tangkap. Dan David bertekad untuk menyelidikinya pelan-pelan.
*
*
*
bersambung.....
_______________________________________
__ADS_1