
Marsha berusaha menghibur Bella supaya tidak terlalu sedih.
Meskipun dalam hati kecil Marsha menyesal kan mengapa sahabat nya ini berhubungan dengan tukang kebun nya tapi Marsha tidak bisa mengatakan apa-apa terhadap Bella.
Semua kejadian sudah terjadi dan semua harus dilalui. Meskipun jalan yang harus dilalui penuh lika-liku.
Ponsel Bella bergetar terus dari tadi. Sudah beberapa kali bergetar tapi masih didiamkan Bella.
Akhirnya pada getaran yang ke enam kali nya Bella baru melihat ponselnya. Ternyata sang pujaan hati yang menelpon nya. Bella langsung memencet tombol menerima panggilan.
"Bella..... kamu baik-baik saja kan? Tolong balas WA ku ya! " ucap Antonio dari kantor nya dengan penuh kekhawatiran. Antonio langsung mematikan ponselnya dan terdengar bunyi notifikasi WA masuk dalam ponsel Bella.
Bella melihat pesan message yang dikirim oleh Antonio.
"Kamu baik-baik saja kan, Bel? Aku telpon sudah berkali-kali tapi tidak diangkat! " tulis pesan Antonio dalam message WA nya.
"Iya, Mas, Bella baik-baik saja! Bella hari ini malas terima telpon jadi ponsel di silent, Mas! Maaf ya, Bella sudah buat Mas Antonio khawatir! " balas Bella pada message Antonio.
"Gapapa, Bella sayang! Kamu sore ini ada waktu? Aku mau mengajak kamu untuk berkenalan dengan Nenek ku! " tulis Antonio dalam message nya.
Bella membaca message dari Antonio tersenyum senang dan buru-buru membalas message Antonio.
"Bella mau, Mas! Sore ini Bella ada waktu, Mas! " tulis Bella di message nya dengan cepat.
"Siang ini kisaran jam satu Bella juga bisa, Mas. Sebab Bella gak ada rapat kepanitiaan, Mas! " sambung message Bella lagi.
"Baiklah kalau siang ini kamu bisa, kita sebentar saja berkenalan dengan Nenekku! Sebab aku masih ada kerjaan! Nanti jam satu Mas jemput kamu ke kampus ya! " message Antonio panjang lebar menyampaikan pesan nya.
"Oke, Mas! " jawab message Bella. Bella tersenyum bahagia.
Marsha menyadari perubahan dari raut wajah Bella yang tadinya lesu tak bergairah, sekarang tampak berbinar-binar penuh kebahagiaan.
"Bahagia banget, Bel! " ucap Marsha pada Bella yang mencari tahu mengapa sahabat nya tiba-tiba bisa langsung berubah.
"Ya Sha, gua bahagia! Bentar Antonio mau jemput ke kampus untuk kenalan dengan Neneknya! " tulis Bella pada notes nya yang diperlihatkan pada Marsha.
Oh.... cinta..... ternyata cinta itu bisa membuat orang hilang semangat tapi juga bisa membuat orang langsung bahagia. Inilah yang dinamakan kekuatan cinta.
"Yuk... kita makan dulu, Sha! Gua lapar! " ajak Bella dalam tulisan notes nya yang diperlihatkan pada Marsha.
__ADS_1
"Yuk.... lumayan ada waktu satu setengah jam lagi buat kita makan siang! " jawab Marsha cepat.
Bella membereskan buku yang dibacanya, lalu mengembalikan pada tempatnya.
Mereka berdua berjalan menuju kantin kampus yang boleh di bilang dalam keadaan cukup ramai tapi masih menyisakan meja dan bangku untuk mereka berdua bisa duduk dan makan.
Marsha dan Bella memesan sate ayam plus lontong untuk makan siang nya dan dua gelas jus alpokat.
Sambil menunggu pesanan datang, Marsha dan Bella mengobrol ringan.
"Antonio tinggal sama Nenek nya ya, Bel? " tanya Marsha.
"Iya benar, Sha! " jawaban yang ditulis Bella dalam notes nya.
"Jadi orang tua nya sudah gak ada, Bel? " tanya Marsha lagi yang penasaran.
"Orang tua nya masih ada, Sha! Cuma dari umur lima tahun Antonio sudah tinggal sama Nenek nya! Dia cucu kesayangan Nenek nya! " jelas Bella menulis dalam notes nya yang diperlihatkan pada Marsha. Marsha menganggukkan kepala tanda mengerti.
Seorang pelayan kantin mengantarkan pesanan mereka berdua. Lalu mereka berdua mulai makan siang.
Bella sudah lama tidak makan jus alpokat. Dulu dia sering memesan jus alpokat ini tapi sekarang berganti dengan jus guava.
Marsha yang tidak ikut dengan Bella, langsung berpamitan untuk pulang lebih dulu.
Bella berjalan menuju mobil putih yang sudah menunggu nya. Lalu meminta Pak Agus untuk menunggu sebentar.
Sebuah mobil Pajero sport hitam berhenti pas di depan mobil nya Bella. Seorang pria tinggi tegap turun dari dalam mobil dan menghampiri mobil Fortuner putih dimana Bella duduk menunggu di dalam nya.
Pak Agus yang melihat Antonio turun dari mobil Pajero nya menatap tak berkedip, juga Bella yang melihat nya dari dalam mobil.
Antonio menghampiri Pak Agus yang sudah membuka kaca jendela nya.
"Siang Pak Agus! " sapa Antonio ramah.
Pak Agus tersenyum senang. Terlihat sekali penampilan Antonio yang berbeda dari biasanya. Hanya potongan rambut saja yang tidak berubah dan jadi ciri khasnya.
Dalam hati Pak Agus meyakini jika Antonio bukan dari keluarga biasa, tapi mungkin dari keluarga yang setara dengan keluarga Osmond. Hanya saja Antonio tidak membuka jati dirinya.
"Siang nak Antonio! Apa kabarnya? " sahut Pak Agus dengan ramah juga.
__ADS_1
"Baik, Pak Agus! Oiya Pak Agus, saya mau ajak Bella ke tempat Nenek saya. Sebentar saja, Pak! Pak Agus ikuti saja mobil saya ya! " pinta Antonio pada Pak Agus.
"Baik nak Antonio! " jawab Pak Agus.
Antonio melirik Bella yang terus menatap diri nya.
"Ayo Bella, kamu ikut mobil saya ya! Nanti pulang dari rumah Nenek baru ikut Pak Agus lagi! " ajak Antonio pada Bella dengan senyum menghias bibir nya.
Bella yang menatap Antonio dengan kagum dan sedikit heran hanya menganggukkan kepala nya. Bella langsung keluar dari mobil Mama nya dan masuk duduk di dalam mobil Antonio.
Antonio yang sudah duduk di belakang kemudi tersenyum melihat Bella duduk dengan canggung di samping nya.
"Jangan canggung gitu, sayang! Rileks aja! " ujar Antonio dengan senyuman. Bella hanya tersenyum saja menanggapi omongan Antonio.
Antonio membawa mobilnya dengan kecepatan sedang dan mobil yang dibawa Pak Agus mengikutinya dari belakang.
Rupanya rumah Nenek Antonio itu melewati rumah kediaman keluarga Osmond.
Tak lama kemudian, mobil Antonio memasuki halaman sebuah rumah bercat putih bersih yang tertata sangat rapih.
Antonio memarkir mobilnya dan menengok ke arah Bella.
"Ayo sayang, inilah tempat tinggal ku bersama Nenek! " ajak Antonio sambil menerangkan pada Bella.
Bella keluar dari mobil Pajero Antonio. Ditatapnya rumah bercat putih yang nampak asri. Rumahnya tidak kecil tapi juga tidak terlalu besar.
Pak Agus memarkir mobil yang dibawa nya di sebelah mobil Antonio. Lalu Antonio meminta Pak Agus untuk beristirahat di teras rumah Neneknya.
Antonio langsung menyambar tangan kiri Bella dan menggandengnya memasuki rumah sang Nenek. Terlihat dari kejauhan sang Nenek duduk di kursi roda di temani oleh seorang suster.
*
*
*
bersambung.....
_______________________________________
__ADS_1