Cinta Si Culun Dan Si Bisu

Cinta Si Culun Dan Si Bisu
Bab 40. POV Kirana


__ADS_3

Namaku Kirana Sumadi. Aku adalah anak tunggal dari keluarga Sumadi, ayahku bernama Angga Sumadi.


Kedua orang tua ku sangat menyayangi ku. Tapi meskipun begitu, aku tidak dididik menjadi anak manja. Malah sebaliknya aku tumbuh menjadi seorang gadis yang mandiri.


Aku tumbuh dalam keluarga yang penuh kasih sayang, perhatian dan berkecukupan. Tapi hal ini semua tidak membuat diriku menjadi sombong.


Sedari kecil aku diajarkan untuk mandiri tidak bergantung pada orang lain. Jadi meskipun di rumah ada asisten rumah tangga, tetap untuk urusan pribadi ku semua ku kerjakan sendiri.


Aku tumbuh menjadi gadis yang mandiri, tidak banyak omong alias pendiam. Mungkin untuk sebagian orang yang belum mengenalku atau hanya menilai dari luar saja bahwa aku itu gadis sombong. Padahal jika sudah kenal dekat mereka baru mengetahui aku penuh kehangatan dan perhatian.


Aku tidak masalah orang menilai diriku apa dan bagaimana, yang penting aku bisa menjadi diriku sendiri.


Dulu aku satu SMA dengan yang namanya David Osmond. Cowok tampan yang sangat populer di sekolah.


David mempunyai badan yang tinggi dan tegap. Di tambah dengan wajah tampan nya membuat David menjadi idola gadis-gadis di sekolah. Dari yang sekelas atau seangkatan maupun adik kelas semua mengidolakan David.


David adalah sosok cowok yang komplit, badan tinggi tegap, wajah tampan dan dikaruniai otak yang encer. Itulah mengapa David menjadi idola dan sangat popular di sekolah.


Setiap hari nya David selalu di kelilingi cewek-cewek cantik yang berlomba-lomba untuk menarik perhatian nya.


Aku sebenarnya berwajah cantik tapi aku tidak percaya diri untuk menarik perhatian David. Karena sikapku yang pendiam, maka aku yakin diriku luput dari perhatian seorang David.


Lagipula aku tidak mau menjadi seorang gadis yang mengejar-ngejar cinta cowok. Kalau memang jodoh pasti tidak akan kemana.


Di sekolah walaupun aku berwajah cantik tapi aku bersyukur di karuniai otak yang lumayan encer dan bisa masuk dalam sepuluh besar.


Guru wali kelas juga menyayangiku karena aku anak yang rajin dan juga tulisan tanganku bagus. Maka nya guru-guru jika mau memberi catatan maka akan melimpahkan tugas itu kepada diriku. Terus aku akan menulis di papan tulis untuk dicatat oleh semua teman-temanku.


Aku sekelas dengan David hanya pada waktu kelas tiga saja. Cukup membuatku bahagia walau cuma bisa melihat nya saja.

__ADS_1


Hingga kejadian di tangga terjadi, David menyenggol ku karena terburu-buru mau masuk kelas sebab dia telat datang.


Hasilnya tumpukan buku-buku wali kelas jatuh berserakan. Aku memunguti buku-buku tersebut.


Kukira David langsung pergi meninggalkan diriku yang sedang memunguti buku-buku tapi ternyata dia ikut membantu ku mengumpulkan buku-buku yang jatuh.


Aku hanya bisa berpesan dengan lembut agar David lain kali berhati-hati jika sedang terburu-buru.


Entah mengapa David mendengar tutur kata ku seperti terhipnotis. Dia memandang wajahku sejenak lalu tersenyum dan pamit untuk kembali melanjutkan jalan nya ke kelas nya.


David tidak mengetahui jika kita berdua itu sekelas. Begitu aku masuk ke kelas dengan membawa tumpukan buku-buku dan meletakkan nya di atas meja guru, aku menyadari ada seseorang yang memperhatikan diriku.


Sejak kejadian itu aku merasa David mulai memperhatikan diriku. Tapi aku hanya diam dan pura-pura tidak mengetahuinya.


Aku memang menyukai David. Sudah dari kelas satu aku menyimpan perasaan ku ini dengan rapih di dalam hatiku.


Tiba saatnya kelulusan sekolah. Aku harus melanjutkan sekolah untuk kuliah di luar negeri karena orang tua ku menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan yang layak.


Dengan berat hati aku mengikuti keinginan kedua orang tua ku. Aku tidak sempat memberitahu teman dekatku, karena waktu keberangkatan diriku sudah dekat. Aku pun mempersiapkan diri dan bersiap-siap dengan pakaian dan barang-barang ku yang lainnya.


Aku pergi ke Australia untuk melanjutkan kuliahku di sana. Aku mengambil jurusan business management di sana. Jadi jika aku selesai nanti bisa membantu perusahaan orang tua ku.


Selama jauh di sana aku belajar dengan giat. Selama itu pula hati ku tetap menyimpan nama David. Nama itu mempunyai tempat tersendiri di hati ku.


Tidak mudah buat diriku membuka hati untuk orang lain. Biarlah nama itu tersimpan dalam hati ku. Aku yakin suatu hari nanti jika berjodoh maka aku akan dipertemukan kembali dengan David.


Aku benar-benar menyibukkan diriku untuk benar-benar belajar dan menyelesaikan kuliah ku.


Hanya dalam empat tahun aku bisa menyelesaikan kuliahku. Tapi aku gak bisa langsung balik ke Indonesia sebab aku masih ber status asisten dosen.

__ADS_1


Setahun sebelum kelulusan aku diangkat sebagai asisten dosen. Mungkin itu karena prestasiku di sana. Aku menerima nya sebab tidak mengganggu jadwal kuliahku.


Aku sudah mengajukan pengunduran diriku dan berusaha mencari pengganti diri ku.


Setelah pengganti ku ada dan pengunduran diriku disetujui, aku bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia. Sebagian besar barang-barang ku sudah dikirim dengan ekspedisi khusus. Hanya tinggal pakaian-pakaian, kosmetik dan barang-barang kecil lainnya.


Kini aku sudah kembali ke tanah kelahiran ku. Aku juga sudah masuk membantu usaha orang tua ku.


Kejadian beberapa hari kemarin sempat membuatku terkejut. Aku tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan David.


Aku memang tidak mau mengharapkan segala sesuatu yang gak jelas, makanya aku juga tidak mengharapkan bertemu David kembali. Tapi takdir berkata lain.


Pertemuan yang tak disangka itu kembali menguak perasaan ku yang telah lama bertahun-tahun ku simpan di hatiku yang terdalam.


Bertahun-tahun tidak bertemu David, aku tidak tahu bagaimana keadaan dia yang sekarang. Apakah dia sudah punya pacar? Atau mungkin sudah menikah?


Aku tidak mau perasaan ku yang telah lama terkubur kembali menghantui pikiranku. Sebelum sosok David jelas di mataku, aku harus bisa mengontrol perasaan ku.


Aku tak bisa memungkiri jika diriku ternyata masih menyayangi David. Mungkin rasa sayang ku boleh dibilang cukup besar, buktinya baru bertemu sekali saja sudah membangkitkan pikiranku tentang diri nya.


Kalau Tuhan berkehendak biarlah semuanya berjalan lancar dan apa adanya tanpa ditutup-tutupi. Biarlah rasa sayang ku dan cinta ku berkembang dengan sendirinya.


Aku tidak mau menonjolkan rasa suka ku, sebab aku gak mau kecewa nantinya. Lebih baik aku mengetahui David dengan jelas dulu. Aku tidak mau kecewa. Jika David memang jodohku, biarlah Tuhan yang mengaturnya.


*


*


*

__ADS_1


bersambung.....


_______________________________________


__ADS_2