Cinta Si Culun Dan Si Bisu

Cinta Si Culun Dan Si Bisu
Bab 26. Memergoki bukti yang akurat


__ADS_3

Dua sejoli yang dimabuk cinta ini sudah tidak memperdulikan keadaan sekitar. Mereka hanya tahunya rumah ini tidak ada siapa-siapa. Hanya Bik Darmi dan para pekerja saja. Papa Richard, Mama Katie dan David akan pulang pada sore hari menjelang magrib.


Makanya kamera CCTV dirubah saja mereka berdua tidak tahu atau mungkin tepatnya tidak perhatian. Sebab mereka tahu nya tempat teras samping rumah ini tidak terjangkau kamera CCTV.


Bella dan Antonio lengah dengan keadaan yang menurut mereka berdua sudah aman.


Mama Katie siang-siang sudah pulang ke rumah. Dia sengaja pulang siang karena ingin melihat dan memergoki langsung apa yang dilakukan anak gadis nya.


Mama Katie sudah menukar baju nya dengan baju santai. Kalau sudah bertukar baju seperti ini berarti Mama Katie tidak ada pergi keluar lagi.


Pak Agus akhirnya hari ini punya waktu untuk mencuci mobil.


Mama Katie berjalan pelan-pelan menuju teras samping rumah. Pintu teras nampak terbuka.


Mama Katie berjalan dengan mengendap dan berhati-hati supaya tidak menimbulkan suara. Mama Katie membawa ponselnya yang sudah dia matikan suaranya.


Mama Katie berdiri di balik jendela yang mempunyai kaca gelap. Dari tempat ini Mama Katie leluasa untuk merekam kejadian yang terjadi di teras samping rumah.


Kecewa dan marah menjadi satu di dalam hati Mama Katie. Dia menahan semua nya demi sebuah bukti.


Sementara Bella dan Antonio duduk berdampingan di bangku teras samping rumah. Antonio masih memeluk pinggang Bella.


"Kamu mau aku ajak ke rumah ku, Bel? Aku mau mengenalkan kamu sama nenek! " tanya Antonio lembut pada Bella.


"Mau banget, Mas! Kapan? " Bella menjawab dan bertanya di dalam notes yang diperlihatkan pada Antonio.


Bella yang memang sangat penasaran dengan keluarga Antonio, mendengar Antonio mau mengajak ke rumah nya membuat diri nya bersemangat.


"Secepatnya ya, Bel! Mungkin bisa dalam minggu-minggu ini atau minggu depan ya! " ucap Antonio memastikan. Kepastian nya kapan Antonio belum tahu, dia hanya baru ancer-ancer saja.


Semoga saja tidak ada halangan.


Bella mencium pipi Antonio dengan rasa sayang nya. Antonio memeluk Bella dan memegang tengkuk Bella lalu mencium bibir merah Bella.


Tidak pernah bosan Antonio mencium bibir merah nan ranum itu. Rasanya dua hari tidak mencium nya seperti sebulan. Hal itu menjadi candu untuk Antonio.


Antonio ******* dengan lembut bibir merah Bella. Bella membalasnya tidak kalah mesra nya.

__ADS_1


Antonio mempererat pelukannya sehingga ciuman nya menjadi semakin dalam. Gelora cinta menyelubungi hati kedua sejoli ini.


Mama Katie yang berada di balik kaca jendela hanya bisa menghela nafas nya kasar. Rasa kecewa dan amarah kembali menyeruak di dalam hatinya.


Mama Katie kecewa dengan Bella, anak gadisnya. Dia tidak habis pikir mengapa Bella bisa jatuh cinta kepada Antonio.


Dari balik kaca yang gelap itu Mama Katie memperhatikan Antonio. Dia penasaran apa yang membuat Bella jatuh cinta pada seorang Antonio.


Antonio memang memiliki wajah yang tampan jika diperhatikan. Dikarenakan potongan rambutnya membuat Antonio terlihat culun. Badan yang tinggi dan tegap dengan kulit yang sedikit sawo matang.


Yang membuat Mama Katie kecewa dan marah adalah status Antonio yang hanya seorang pembantu di rumah nya. Lebih lengkap nya adalah tukang kebun keluarga Osmond. Hal ini yang membuat Mama Katie tidak bisa menerima nya.


Memang dulu Mama Katie yang menerima Antonio bekerja di rumahnya. Karena menurut penilaian Mama Katie, Antonio seorang yang pintar dan sopan. Tapi bukan berarti Mama Katie menyetujui juga Antonio menjalin hubungan dengan Bella, anaknya.


Mama Katie ingin Bella menjalin hubungan dengan seseorang yang bisa diandalkan dan mempunyai status yang baik. Bukan dengan seseorang yang kerja nya hanya pembantu alias tukang kebun.


Bella dan Antonio masih berpelukan erat dengan bibir yang masih bertautan. Geram juga hati Mama Katie melihat aksi kedua nya yang masih menunjukkan adegan romantis nya. Rasanya ingin Mama Katie menjewer telinga Bella dan Antonio.


"Heem...... heem......" sengaja Mama Katie berdehem dengan cukup keras.


Bella dan Antonio yang kaget mendengar suara orang berdehem, langsung berhenti berciuman dan melepaskan pelukan nya.,


"Ma..Mama....! " kaget Bella dengan sedikit gugup.


"Tante.... eh Bu.... eh Nyonya...! " kaget Antonio yang terlihat dengan jelas kegugupan nya. Antonio menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Mereka berdua tidak menyangka jika Mama Katie akan memergoki mereka seperti ini.


"Bella.... masuk! Kamu juga, masuk! " hardik Mama Katie menyuruh mereka berdua masuk dalam rumah.


Mama Katie menyuruh Bella dan Antonio duduk di ruang keluarga.


"Jadi begini ya kelakuan Bella jika Papa dan Mama tidak di rumah?! " marah Mama Katie pada Bella, anaknya.


Bella tidak menjawab pertanyaan Mama nya. Dia sangat tahu jika saat ini sang Mama sedang marah besar terhadap dirinya.


"Cepat pulang, Pa! Ajak David sekalian! Mama tunggu sekarang! " ucap Mama Katie di ponsel nya yang terhubung pada suaminya, Richard.

__ADS_1


"Kalian berdua tunggu di sana dan jangan kemana-mana! " tegas Mama Katie pada Bella dan Antonio.


Lemas rasanya badan Bella mendengar sang Mama menelpon Papa Richard dan kakaknya David. Sebentar lagi keluarga Osmond akan berkumpul untuk memarahi diri nya.


Antonio yang tidak menyangka sama sekali jika Mama Katie sudah melihat gelagat yang menjurus percintaan pada diri Bella. Dia juga gugup dan merasa bersalah.


Antonio berusaha menenangkan dan meyakinkan diri sendiri untuk tidak gugup dan menjelaskan semuanya pada keluarga Osmond, orang tua Bella.


Papa Richard yang menerima telpon singkat dari sang istri yang menyuruhnya cepat pulang, langsung mengajak David juga untuk pulang sesuai dengan instruksi istrinya.


David yang heran dan bertanya pada Papa nya, ada apa yang sebenarnya terjadi di rumah dan Papa Richard hanya bisa mengangkat bahunya pertanda dia sendiri tidak tahu.


Setelah selesai beres-beres, David dan Papa Richard bergegas menuju parkiran mobil. Lalu dengan cepat David menyalakan mobil dan mulai melajukan mobilnya kembali ke rumah.


David mempunyai feeling yang tidak enak. Sehingga dalam hatinya banyak sekali pertanyaan terutama tentang adiknya, Bella. Dia berusaha menepis semuanya dan fokus menyetir mobil nya.


Sementara di rumah kediaman Osmond, Mama Katie masih terlihat marah. Dia habis memindahkan data film CCTV ke dalam flashdisk nya.


"Sudah berapa lama kalian berhubungan? Jawab Bella! " hardik Mama Katie dengan keras.


Suara Mama Katie yang kencang cukup membuat Bella mengkerut.


Para pelayan dan pekerja yang lain, juga Bik Darmi sedikit kaget dengan suara Mama Katie.


"Maafkan kita berdua, Tante! " ragu Antonio meminta maaf pada Mama Katie.


"Diam kamu! Saya bertanya pada Bella, bukan kamu! " bentak Mama Katie lagi.


Suasana rumah seakan berubah jadi mencekam.


*


*


*


bersambung.....

__ADS_1


_______________________________________


__ADS_2