
Antonio membereskan meja kerja nya yang berantakan. Tak terasa hari sudah sore saja.
Setelah meja kerja nya rapih kembali, Antonio bersiap-siap untuk pulang. Antonio menutup ruangan nya dan berjalan ke arah lift. Papa nya hari ini tidak datang ke kantor, sedangkan Dewi sang sekretaris sudah pulang.
Antonio berjalan menuju tempat parkir dimana mobilnya di parkir. Dia menyalakan mobilnya dan setelah mesinnya agak panas Antonio mulai melajukan mobilnya keluar dari parkiran kantor.
Antonio mengendarai mobilnya dengan santai menuju rumah kedua orang tua nya karena tadi siang Papa nya menyuruh dia mampir ke rumah.
Antonio menyetel lagu untuk menghilangkan kebosanan karena jalan yang dilalui macet jadi tersendat-sendat. Maklum masih jam orang pulang kerja.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, Antonio akhirnya sampai di rumah kedua orang tua nya. Pak Arga satpam di rumahnya dengan sigap membukakan pintu pagar untuk tuan muda nya.
Antonio memarkirkan mobilnya di garasi depan rumah agar dia tidak kesulitan jika nanti pulang.
Antonio mematikan mesin mobilnya, lalu keluar dari dalam mobilnya. Setelah mengunci pintu mobilnya, Antonio berjalan masuk ke dalam.
William dan Monica sudah duduk di ruang keluarga menunggu anaknya datang. Dan begitu mendengar ada suara langkah kaki dari luar, senyum menghias di bibir Monica, Mama Antonio.
"Kamu sudah makan, nak? Makanlah dulu! Itu di meja makan masih banyak sayur! " tanya Monica begitu melihat wajah Antonio.
"Malam Pa... Ma! Oke... Keke makan dulu ya... lapar! " ucap Antonio menyapa kedua orang tua nya dan langsung mengiyakan perkataan sang Mama untuk makan malam terlebih dahulu.
Antonio langsung duduk di meja makan dan menyendok nasi serta lauknya. Dia makan dengan lahap karena perutnya memang sudah lapar.
Selesai makan, Antonio duduk bergabung dengan kedua orang tua nya di ruang keluarga yang berada tidak jauh dari ruang makan.
Antonio mengeluarkan ponselnya dari dalam kantung celana nya. Dia mengabari Neneknya jika dia pulang telat karena mampir ke rumah orang tua nya. Tak lupa Antonio juga mengabari Bella.
"Ke.....! " terdengar suara Mama nya memanggil namanya.
"Ya Ma...! " sahut Antonio cepat. Antonio memandang Mama nya.
"Kita berdua sudah tahu permasalahan kamu dengan keluarga Osmond, Ke! " ujar sang Mama yang masih tetap menatap Antonio.
"Oh iya Ma...! " sahut Antonio yang menjadi sedikit gugup dengan perkataan yang sang Mama ucapkan. Pasalnya Antonio menjadi bingung untuk merespon perkataan Mama nya.
"Apakah kamu masih berhubungan dengan Bella sampai saat sekarang, Ke? " tanya Papa William langsung pada anak nya.
__ADS_1
"Iya, Pa. Kenapa, Pa? " tanya balik Antonio yang merasa heran dengan pertanyaan Papa nya.
"Gapapa son! Kami berdua mau meminta Bella untuk kamu, son! " ujar Papa William.
"Maksud Papa meminta gimana? " tanya Antonio yang merasa tidak enak dengan ucapan Papa nya.
"Mau meminta Bella untuk jadi istri kamu lah, Ke! " celetuk Monica dengan nada tidak sabar.
"Apa? Istri? " pekik Antonio yang kaget mendengar kata istri yang disebutkan Mama nya.
William dan Monica saling berpandangan. Mereka berdua kaget dengan reaksi Antonio yang seperti itu.
"Kok Keke kaget gitu sih? Emang ada yang salah dengan omongan Mama tadi? " tanya Monica langsung pada Antonio, anaknya.
"Keke gak nyangka aja Papa dan Mama mau minta Bella jadi istri Keke! Jadi Papa sama Mama udah merestui hubungan kita berdua ya? " tanya Antonio yang langsung terlontar dari mulutnya.
Awalnya Antonio sangat takut kedua orang tua nya menentang hubungan dirinya dan Bella. Tapi setelah mendengar omongan malam hari ini ketakutan Antonio pun sirna. Ada kelegaan dalam hatinya. Tapi dia juga gak menyangka kalau kedua orang tua nya mau meminta Bella untuk menjadi istrinya.
Tawa William terdengar. William merasa geli dengan anaknya yang merasa takut hubungannya dengan Bella tidak disetujui. Monica juga terkekeh geli.
"Ah Mama...... ngapain juga sih pake dijodohin segala! Jaman sekarang gak berlaku Ma! Keke gak mau Ma! " sela Antonio pada sang Mama.
"Kamu tuh ya.... kebiasaan! Mama ngomong belum selesai tahu! " hardik Monica tegas pada Antonio. Antonio terdiam dan menunggu penjelasan Mama nya lebih lanjut.
"Tapi untuk sekarang Mama sama Papa udah gak usah repot-repot menjodohkan kalian berdua! Ngerti kamu?! " tanya Monica tegas pada Antonio yang masih terdiam.
"Emangnya Mama dan Papa mau menjodohkan Keke sama siapa? Bella maksudnya? " tanya balik Antonio yang mengeluarkan uneg-uneg pikiran nya.
"Iya nak! Kami bermaksud untuk menjodohkan kamu dengan Bella! " jawab Monica.
"Astaga... Mama! Kok bisa ya? " tanya Antonio dengan raut wajah heran nya.
"Ya itulah yang nama jodoh! Gak dikejar tapi datang sendiri! " sahut Monica diiringi tawanya. Antonio tersenyum mendengar istilah Mama nya.
"Kamu serius kan sama Bella? " tanya William langsung to the point.
"Iya, Pa! Keke sayang banget sama Bella! " jawab Antonio yakin.
__ADS_1
"Apakah ada masalah dengan kebisuan nya? " tanya kembali William pada anaknya. Antonio menggelengkan kepala nya.
"Tidak ada, Pa! Walaupun dia bisu tapi hatinya cantik, Pa! Cantik wajah dan hati! " jawab Antonio mantap dengan pilihan nya.
"Apa Papa dan Mama juga tidak masalah dengan bisu nya? Tidak malu nanti punya menantu bisu? " tanya kembali Antonio pada kedua orang tua nya.
"Tentu saja tidak! Kalau kita bermasalah, kita gak akan berniat menjodohkan kamu, Ke! " sahut Monica tegas.
"Syukurlah kalau Papa dan Mama bisa menerima nya! Nenek juga menyukai Bella! " ucap Antonio yang merasa lega karena semua anggota keluarga nya menyukai Bella.
"Oh kamu sudah mengenalkan Bella pada Nenek mu? " tanya William menatap Antonio.
"Sudah, Pa! "jawab Antonio tersenyum.
" Jadi bagaimana ini? Kapan kamu ada waktu luang, Ke? Kita bertiga harus ke rumah keluarga Osmond! " ujar Monica yang menuntun pembicaraan agar pada jalurnya.
"Dalam minggu ini deh, Ma! Antara Kamis atau Jumat, nanti Keke atur jadwal Keke dulu ya! " jawab Antonio yang memberi kepastian pada Mama nya.
"Tapi Mama sama Papa jangan melamar dulu! Kan Bella kuliahnya belum selesai! " lanjut Antonio lagi.
"Iya..... kamu tenang aja! Pokoknya tahu beres deh! Urusan kuliah, married..... mendingan nanti diskusikan saja langsung dengan kedua orang tua Bella! " ucap Monica tegas.
"Oya... satu hal lagi Ke, Bella tuh belum tahu kalo orang yang mau dijodohkan sama dia itu kamu! Orang tua Bella masih merahasiakan nya. Lebih baik kamu juga jangan cerita dulu ke Bella. Biar jadi kejutan! " pesan Monica pada anaknya.
"Siap, Ma! Atur aja! Keke pokoknya ngikut aja deh! " jawab Antonio dengan tertawa.
Berhubung hari sudah semakin larut, Antonio pamit pada kedua orang tua nya untuk pulang ke rumah Neneknya.
*
*
*
bersambung.....
_______________________________________
__ADS_1