Cinta Si Culun Dan Si Bisu

Cinta Si Culun Dan Si Bisu
Bab 37. Pertemuan tak disangka


__ADS_3

Bella bangun lebih pagi dari biasanya. Dia buru-buru mandi dan bersiap untuk pergi ke kampus lebih pagi karena hari ini adalah hari kegiatan sosial dimana semua panitia dan mahasiswa yang ikut berpartisipasi berkumpul untuk pergi ke panti jompo dan panti asuhan.


Bella yang mengenakan celana panjang jeans dan kaos krah tampak cantik dengan gaya casual nya.


Katie tidak mengetahui jikalau Bella harus pergi lebih pagi hari ini, jadi sarapan belum tersedia di atas meja makan. Katie dan Mbok Darmi masih sibuk di dapur.


Bella menulis pesan nya di notes nya, lalu dia pergi ke dapur mencari Mama nya.


"Bella ke kampus dulu, Ma! Acara kegiatan sosial hari ini jadi pergi lebih pagi! " pamit Bella yang ditulis dalam notes nya dan memperlihatkan nya pada Mama Katie di dapur.


Mama Katie yang kaget jadi sedikit histeris sebab sarapan pagi belum siap.


"Duh.... sarapan belum jadi Bella! Kamu bawa roti aja ya! " teriak Mama Katie yang langsung memasukkan roti yang sudah diisi telur, selada, tomat dan saus sambal ke dalam kantong plastik. Katie lalu berlari ke depan rumah dan memberikan pada Bella yang baru masuk ke dalam mobil.


Pak Agus sudah siap dari tadi karena dia sudah diberitahu oleh Bella dari dua hari lalu.


Setelah semua siap, Pak Agus menjalankan mobil dan mengantar Bella ke kampusnya.


**


"Maaf..... maaf.....! " ucap seorang lelaki tampan yang menyenggol seorang gadis. Gadis itu terhuyung karena senggolan lelaki itu lumayan kencang.


"Kalau jalan tuh pakai mata dong! " maki gadis itu setelah tersadar bahwa dia hampir saja jatuh. Gadis itu melototi lelaki yang menabrak nya.


Tampaknya seorang gadis berlari kecil menghampiri gadis yang hampir jatuh tersebut.


"Ada apa ini? Kamu gapapa kan, Len? " tanya gadis itu yang merasakan ada sesuatu yang terjadi terhadap teman nya itu.


"Gapapa, Kiran! Lelaki brengsek itu sudah menabrak ku, hampir saja aku terjatuh! " sahut Helen yang masih merasa kesal.


Kirana melihat sosok lelaki yang sudah menabrak teman nya itu dan membuat mood nya jelek.


"David...! " pekik Kirana kaget.


"Kirana....! " pekik David yang kaget juga melihat gadis itu.

__ADS_1


Kirana kaget, demikian juga dengan David. David tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Kirana, pasalnya sehabis lulus SMA Kirana melanjutkan kuliah di luar negeri.


David dan Kirana saling berjabat tangan layaknya sahabat yang sudah lama tak bertemu. Tapi memang benar, mereka berdua sudah lama sekali tak bertemu.


David memandang wajah cantik Kirana. Dia merasa bertahun-tahun tidak bertemu Kirana malah membuat gadis itu bertambah cantik.


Kirana pun memandang David yang menatap diri nya. Membuat wajah Kirana bersemu merah. Kirana berusaha menetralisir perasaan nya yang mulai berkecamuk. Bagaimana pun juga dulu sewaktu sekolah dia pernah menyimpan perasaan pada David, tapi David tidak mengetahui nya. Kirana hanya memendam nya saja, hingga dia harus pergi kuliah keluar negeri.


"Kapan kamu balik ke Indonesia, Kiran? " tanya David memecah kecanggungan yang tercipta.


"Baru dua bulan ini, Vid! Oiya, kenalkan ini sepupuku, Helen! Helen.... kenalkan ini David, teman sekolah ku! " ucap Kirana yang sekaligus memperkenalkan sepupu nya.


"Helen! " ketus Helen yang rupanya masih sedikit kesal.


"David! Maafkan aku yang tidak sengaja menabrak kamu ya! " ujar David memperkenalkan dirinya dan sekaligus meminta maaf pada Helen.


"Iya! Lain kali hati-hati kalau jalan! " jawab Helen dengan sedikit ketus. Kirana menepuk-nepuk lengan kanan Helen agar supaya Helen bisa lebih tenang.


"Makasih! " sahut David memamerkan senyum nya yang membuat wajah ganteng nya jadi bertambah ganteng.


"Sebenarnya aku ingin sekali mengajak kalian untuk minum teh tapi waktunya gak tepat! Hari ini aku terburu-buru! Boleh aku minta nomor ponsel mu, Kiran? " tanya David menatap mata Kirana.


Kirana tersenyum dan menganggukkan kepala nya. Lalu tanpa diminta David menyodorkan ponselnya yang telah dibuka nya, jadi Kirana tinggal memasukkan nomor ponselnya. Kirana mengambil ponsel David dan memasukkan data diri nya ke dalam ponsel David lalu menyerahkan kembali pada David.


David yang telah menerima kembali ponselnya langsung membuat panggilan pada ponselnya Kirana.


"Itu nomor ponselku ya, Kiran! Nanti ku hubungi ya! Aku pamit dulu! " ucap David terburu-buru tanpa menunggu jawaban Kirana.


David harus pergi menemui klien sebab dia sudah berjanji untuk datang dan dalam kamus David tidak ada kata telat ataupun terlambat.


Sementara Kirana hanya bisa menatap punggung David dari belakang.


Kirana juga tidak menyangka bisa bertemu David kembali. Dia sama sekali tidak terpikirkan akan hal ini. David sama sekali tidak berubah. Wajahnya tetap ganteng, hanya tampak lebih dewasa dan bertanggung jawab sekarang.


"Cie..... cie...... melamun nih yee...! Mantan pacar ya? " ledek Helen yang berdiri dekat Kirana.

__ADS_1


"Kamu tuh! " sungut Kirana pada Helen yang suka usil.


"Habis orang nya udah pergi masih ditatap terus! " ledek Helen dengan senyum mengejek nya.


"Hanya teman sekolah, bukan pacar! " sahut Kirana menghalau ledekan Helen.


"Bilang aja mantan pacar jaman sekolah dulu! Gitu aja susah banget sih! " sindir Helen sambil tertawa.


"Helen...... mulut kamu mesti di plester ya! Kita benar-benar cuma berteman! Jujur.... walaupun dulu aku suka tapi tak pernah ngomong dan dia juga gak tahu! Sekarang mungkin dia sudah married kali! " kesal Kirana tapi tetap memberikan penjelasan pada sepupu nya itu.


"Cie... cie..... jadi ini cinta lama bersemi kembali dong ya? " ledek Helen dengan tertawa ngakak.


Kirana yang mulai kesel dan gemes sama Helen cuma bisa geleng-geleng kepala dan menghela nafasnya.


Kirana tidak memungkiri jika di hati nya masih menyayangi dan mencintai David. Buktinya selama kuliah di luar negeri tidak pernah sekalipun Kirana menjalin hubungan dengan seorang laki-laki.


Kirana juga tidak mengharapkan untuk berjumpa kembali dengan David tapi ternyata takdir berkata lain.


Kirana mengajak Helen untuk melanjutkan belanja nya yang tertunda. Supermarket ini selalu ramai pengunjung. Mungkin karena tempatnya yang strategis jadi orang darimana saja bisa mampir untuk belanja dan yang dijual disini juga cukup komplit.


Setelah selesai, Kirana mengantri di kasir dan Helen menunggu diluar di depan kasir.


Setelah membayar belanjaan nya Kirana mengajak Helen untuk makan siang di restoran yang ada di dalam supermarket itu.


**


Di kampus semua panitia kegiatan sosial sedang bersiap-siap. Mereka merapihkan barang-barang bawaan mereka semua dan memasukkan nya ke dalam bus yang sudah di sewa. Ada juga beberapa panitia yang membawa mobil pribadi.


*


*


*


bersambung.....

__ADS_1


_______________________________________


__ADS_2