Cinta Si Culun Dan Si Bisu

Cinta Si Culun Dan Si Bisu
Bab 12. Ciuman pertama Bella


__ADS_3

Pak Agus menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kediaman Marsha.


"Bye, Bella! " Marsha melambaikan tangan nya begitu keluar dari mobil. Bella pun membalas lambaian tangan Marsha.


Kembali Pak Agus melajukan mobilnya menuju kediaman keluarga Osmond. Pintu pagar besi terbuka, mobil yang dikendarai Pak Agus memasuki halaman mansion keluarga Osmond.


Bella keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah. Dia langsung naik ke lantai dua dan masuk ke kamarnya.


Bella membuka pintu balkon dan keluar ke balkon. Matanya mencari seseorang. Dan seseorang yang dicarinya sedang sibuk memangkas ranting-ranting bunga mawar yang sudah tua dan bunga-bunga mawar yang kering di pohon nya.


Rupanya ada yang kangen untuk melihat tukang kebun nya. Karena si tukang kebun nya sudah mencuri hatinya.


Bella melihat jam dinding di kamarnya. Sebentar lagi jam kerja Antonio selesai. Bergegas Bella menutup pintu balkon dan menukar pakaian nya dengan baju santai untuk di rumah.


Bella turun ke lantai bawah dan membuka kulkas. Dia mengambil buah jeruk dan dua buah pocari sweat.


Rumah keluarga Osmond jika siang sampai sore masih sepi. Sebab semuanya pada sibuk dengan urusan nya masing-masing.


Hari ini Mama Katie sibuk dengan arisan bersama teman-teman nya. Sedangkan Papa Richard dan David sibuk dengan perusahaan. Hanya yang tertinggal Bik Darmi beserta pelayan-pelayan lainnya.


Bella membawa buah jeruk dan pocari sweat ke halaman samping rumah yang menghubungkan dengan kebun mawarnya.


Bella duduk di bangku taman yang tersedia di sana. Dia meletakkan buah dan minuman yang dibawanya di atas meja kecil.


Antonio yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya melihat kedatangan Bella. Dia tersenyum menatap gadis cantik itu yang sudah membawa buah dan minuman di atas meja.


Bella melambaikan tangan nya memanggil Antonio supaya datang mendekat.


Antonio yang sudah mengerti dengan lambaian tangan Bella, langsung mencuci tangan nya dan berjalan menghampiri Bella.


Antonio langsung duduk di kursi taman yang masih kosong yaitu yang berada di sebelah Bella.


"Sudah pulang kuliah, Non Bella? " tanya Antonio ramah.


"Gak usah panggil saya formal gitu, Mas! Panggil nama saja, Bella! " protes Bella yang ditulis di notes nya.


Antonio menganggukkan kepala nya dengan permintaan Bella.


Bella menyodorkan buah dan minuman kepada Antonio. Dan Antonio menerima nya.


Bella mengupas kulit jeruknya, begitu juga dengan Antonio. Mereka makan bersama.


Bella bercerita dengan notes nya bahwa dia baru saja menghadiri rapat eksekutif mahasiswa di kampusnya. Dan terpilih jadi bendahara untuk kegiatan sosial ke panti asuhan dan panti jompo.


Antonio membaca apa yang dituliskan Bella dengan seksama. Dia senang Bella mau bercerita tentang keseharian nya.

__ADS_1


"Kamu mau nyumbang untuk kegiatan sosial ku, Mas? " tanya Bella dalam notes nya yang diperlihatkan pada Antonio.


"Boleh, nanti ku sumbang! " jawab Antonio cepat.


Antonio berdiri dan berjalan ke kebun mawar. Diambilnya sekuntum mawar putih yang sedang mekar cantik, lalu dibawa mendekati Bella.


Antonio berdiri di depan Bella. Sontak hal ini membuat Bella jadi tidak enak hati dan jantungnya mulai berdebar.


Antonio sedikit membungkukkan badannya, lalu dia merapikan anak rambut Bella dan menyematkan bunga mawar putih itu di atas telinga Bella yang sebelah kiri.


"Cantik! " puji Antonio yang terlepas dari bibirnya.


Bella pun tersipu malu menerima perlakuan Antonio. Wajahnya sudah merah seperti kepiting rebus. Sementara debaran di dada nya sudah gak karuan.


Antonio memegang dagu Bella dan mendongakkannya ke atas. Mata keduanya saling memandang dalam diam.


Perlahan Antonio mendekatkan wajahnya pada wajah Bella. Antonio mencium bibir Bella dengan lembut.


Hal itu membuat Bella kaget dengan dada yang berdebar kencang. Bella memejamkan mata nya.


Perlahan dari badan nya yang menegang, mulai sedikit rileks. Bella menikmati ciuman Antonio yang begitu lembut di bibir nya.


Bella yang baru pertama kali nya dicium seseorang belum memberikan respon. Perlahan Bella mulai membalas ciuman Antonio. Masih terasa kaku.


Antonio terus ******* bibir merah Bella yang terasa manis di lidahnya. Sementara Bella hanya membalas ******* Antonio dengan kaku.


Setelah lepas Bella yang masih ngos-ngosan itu langsung mengambil nafas dalam-dalam.


Antonio membersihkan sisa air liur nya yang masih menempel di bibir merah Bella dengan ibu jari nya.


Masih dengan wajah yang merah karena malu dan debaran jantungnya yang berpacu cepat, tampak Bella sudah sedikit mulai tenang.


Antonio kembali duduk di bangku taman sebelah Bella dengan tangannya yang menggenggam tangan kanan Bella.


"Maafkan atas kelancangan ku, Bella! " sesal Antonio pada Bella dengan wajah menunduk.


Bella jadi merasa tidak enak hati dan canggung. Bella menepuk tangan Antonio yang menggenggamnya. Lalu setelah Antonio melihat ke arah nya, Bella langsung menggelengkan kepala nya.


Bella mencium punggung tangan Antonio dan dengan tangan kiri nya Bella mengelus wajah Antonio yang kulitnya sedikit sawo matang.


Lalu Bella memberanikan dirinya untuk mencium pipi kanan Antonio, petanda Bella tidak marah dengan ciuman Antonio.


Antonio tidak menyangka Bella tidak marah dengan kelancangan nya tadi tapi malah balik mencium pipi nya.


Antonio menjadi sangat yakin jika Bella pun sama dengan diri nya, yaitu saling menyayangi dan mencintai.

__ADS_1


Antonio menyukai dan mencintai Bella. Entah mengapa berada dekat Bella selalu membuat diri nya ingin menciumi Bella. Seperti tadi Antonio tidak dapat menahan hasrat nya untuk mencium bibir ranum Bella.


"Ehem.... ehem...... " suara deheman seseorang mengagetkan dua sejoli yang sedang merasakan debaran dahsyat di jantung mereka masing-masing.


"Ehh.... bu Darmi..... " kaget Antonio yang salah tingkah dan langsung reflek melepaskan genggaman tangannya pada Bella.


Tapi sayang nya mata Bik Darmi sudah melihat nya.


Sementara Bella hanya terdiam saja di tempat nya duduk.


"Ini Bibik bikinin gorengan singkong dan ubi, kesukaan Non Bella! " ucap Bik Darmi memecah kecanggungan.


Bella langsung menyuruh Bik Darmi untuk meletakkan nya di atas meja dengan kode tangan nya.


"Makasih banyak ya Bik! " ucap Bella yang ditulis dalam notes nya.


"Oya, Antonio sore ini nginap disini atau pulang? " tanya Bik Darmi mengalihkan perhatian nya pada Antonio.


"Pulang, Bu Darmi! Kan besok saya gak masuk. " sahut Antonio cepat.


"Baiklah kalau begitu, Bibik masuk dulu ya, Non! " pamit Bik Darmi sopan pada Bella dan menganggukkan kepala pada Antonio. Setelah pamit, Bik Darmi langsung masuk ke dalam rumah.


Antonio tampak sedang merapikan baju dan celana pendeknya, bersiap-siap untuk pulang.


"Boleh saya minta nomor hape, Bella? " ijin Antonio yang langsung memberikan hape nya pada Bella.


Bella menatap hape yang disodorkan Antonio dan mengambilnya. Bella mengamati hape Antonio. Bella gak habis berpikir, bagaimana seorang tukang kebun bisa mempunyai hape semahal ini.


Bella tidak mau banyak berpikir, dia langsung memasukkan nomor hape nya di hape milik Antonio.


"Ini bisa WA dan telpon ya! " jelas Bella di notes nya pada Antonio dan Antonio menganggukkan kepala nya.


Antonio menerima kembali hape nya dari tangan Bella. Lalu dia pamit pada Bella untuk pulang.


Bella tidak dapat menahan Antonio untuk pulang karena jam kerja sudah lewat juga dari waktunya.


Antonio seakan mengerti keengganan Bella.


"Nanti kita WA an saja ya jika saya gak sibuk! " Antonio menenangkan hati Bella. Bella tersenyum dan menganggukkan kepala nya.


Antonio pun berjalan menuju pintu keluar kediaman keluarga Osmond. Bella menatap punggung tegap itu sampai hilang dari pandangan nya.


*


*

__ADS_1


bersambung.....


_______________________________________


__ADS_2