Cinta Si Culun Dan Si Bisu

Cinta Si Culun Dan Si Bisu
Bab 54. Kesedihan Bella


__ADS_3

Bella yang berlari ke kamar nya di lantai atas langsung masuk ke kamar nya.


Braakk.....!!


Suara pintu kamar yang dibanting keras. Bella langsung menjatuhkan badan nya di ranjang nya. Dia menangis sesenggukan. Hatinya sedih sekali.


Bella tidak pernah menyangka jika kekasihnya bisa dengan santai dan mesra berjalan dengan seorang gadis yang sedang hamil besar.


"Apa gadis itu mengandung anak nya? " tanya Bella dalam hati nya. Semakin banyak pertanyaan yang timbul tentang gadis itu, maka semakin sedih hati Bella. Bella tidak membayangkan semua nya ini.


"Kenapa ini harus terjadi pada diriku, Tuhan? " tanya Bella dalam hati dengan airmata yang tak kunjung berhenti.


Bella benar-benar menyesali dan merutuki Antonio.


"Laki-laki kurang ajar! Laki-laki gak tahu diuntung! Bisa-bisa nya buat hamil anak orang! Sebel!! " rutuk Bella dalam hati nya.


Bella sangat kesal dengan Antonio. Padahal Bella sangat menyayangi dan mencintai Antonio tapi balasan nya malah seperti ini.


Dikarenakan capek menangis terus, Bella tertidur dalam tangis nya.


**


Antonio sehabis dari rumah keluarga Osmond langsung pulang ke rumah Nenek nya.


Antonio merasa kesal dengan dirinya sendiri. Dia bukan nya membuat Bella bahagia malah membuat nya sedih.


"Kemana otak ku saat tadi ya? Kenapa gak memfilter atau berpikir jauh sebelum bertindak? Bodoh banget gua ini! " gumam Antonio dalam hati nya yang merutuki diri nya sendiri.


Antonio tidak habis berpikir, mengapa dia menerima permintaan tolong Tante nya itu. Padahal Antonio tahu jika Selena sempat punya perasaan pada dirinya tapi terhalang karena hubungan persaudaraan. Ditambah sifat Selena yang notabene sudah di cap jelek oleh seluruh keluarga besar nya.


Antonio hanya dapat menepuk-nepuk keningnya dan menggelengkan kepala nya. Antonio geram dengan dirinya sendiri.


Tanpa disadari Antonio, sang Nenek yang berada di kamarnya memperhatikan cucu kesayangan nya. Sejak masuk kamarnya, cucu kesayangan nya ini bermuka muram dan seperti tidak ada gairah sama sekali.

__ADS_1


"Apa yang sudah terjadi dengan cucu ku? " tanya Nenek dalam hati.


Nenek Salma kembali mengamati wajah cucu nya. Dia melihat Antonio membereskan kamar Nenek nya tanpa bergairah. Biasanya Antonio sambil beres-beres mulutnya juga ikut berceloteh untuk menghibur sang nenek. Tapi kali ini hanya dalam diam dengan wajah yang murung tidak enak dilihat.


Antonio mengambil bangku lalu meletakkan nya dekat Nenek nya. Dia duduk di sana lalu mengupas buah apel dan pir untuk sang Nenek.


Nenek Salma menatap wajah cucu kesayangan nya yang tampak muram dan tidak bergairah.


"Kenapa Cu? Apa yang terjadi? " tanya Nenek Salma yang dihinggapi rasa ingin tahu yang besar. Kalau menyangkut cucu kesayangan nya Nenek Salma pasti ingin tahu dan berusaha membantu nya.


Antonio hanya diam, tidak menjawab pertanyaan Nenek nya. Dia masih asyik fokus mengupas buah buat Nenek nya.


"Gak ada apa-apa, Nek! " ucap Antonio yang berusaha menutupi dari sang Nenek.


"Jangan bohong, Cu! Wajah kamu itu tidak bisa berbohong sama Nenek! " kilah Nenek Salma sambil terkekeh.


"Nenek tuh sudah tua, sudah banyak makan asam garam! Dari wajah kamu saja sudah ketahuan jika kamu lagi bermasalah! " lanjut Nenek Salma yang menatap cucu kesayangan nya.


Antonio menyuapi Nenek nya makan buah yang sudah selesai dikupas nya.


"Memang nya apa yang sudah kamu lakukan, Cu? " tanya Nenek Salma yang menjadi penasaran.


Antonio yang tadi nya tidak mau bercerita pada Nenek nya, akhirnya menceritakan semua nya yang terjadi sore tadi di rumah keluarga Osmond.


Nenek Salma mendengarkan semua cerita Antonio dan keluhan kesah Antonio. Dia jadi merasa kasihan dengan cucu kesayangan nya itu.


"Jangan menyalahkan diri sendiri! Toh niat kamu baik, hanya ingin membantu Selena! " hibur sang Nenek pada cucunya.


"Niat Antonio sih memang begitu, Nek! Tapi setelah dipikir-pikir apakah tidak ada maksud terselubung antara Selena dan mamanya? Habis tumben-tumbenan minta tolong sama Antonio dan pas di hari Antonio mau ditemukan dengan Bella! " sahut Antonio panjang lebar mengeluarkan uneg-uneg nya.


"Terlepas mereka punya maksud apa dengan minta tolong sama kamu, harusnya kamu tegas, Cu! " ucap Nenek Salma bijaksana.


"Jadilah laki-laki yang tegas, Cu! Dan ingat, perempuan mana pun gak akan mau melihat pacar atau suami yang dicintai nya bergandengan dengan seorang gadis! Mau gadis itu saudara atau hanya teman saja! Cam kan itu, Cu! " tegas Nenek Salma memberikan wejangan pada cucu kesayangan nya.

__ADS_1


"Kalau dibalik, memang nya kamu memperbolehkan Bella bergandengan tangan dengan teman atau saudara laki-lakinya? Gak adakah rasa cemburu di hati kamu, Cu? " tanya Nenek Salma yang sedang memberikan masukan buat cucu kesayangan nya.


"Ya gak lah, Nek! Mana boleh begitu! Antonio tidak mengijinkan Bella gandeng-gandeng cowok lain! Mau saudara atau teman, pokoknya gak boleh! " jawab Antonio cepat. Dia tidak dapat membayangkan melihat Bella menggandeng cowok lain.


Baru di tanya Nenek Salma saja Antonio sudah merasa cemburu dan tidak terima , apalagi kalau melihat Bella bergandengan dengan cowok lain di depan mata nya. Rasanya Antonio tidak sanggup. Mungkin dunia nya akan berhenti berputar jika hal itu terjadi.


Nenek Salma terkekeh mendengar jawaban dari cucu kesayangan nya.


"Nah.... itu kamu bisa jawab sendiri, Cu! Kamu saja gak bisa lihat Bella menggandeng cowok lain, apalagi Bella. Dia pasti sama dengan kamu, gak bisa lihat kamu menggandeng cewek lain! " ujar Nenek Salma dengan tersenyum di bibirnya.


"Jadi intinya.... jangan melakukan hal yang tidak diinginkan orang lain lakukan terhadap diri kita! Maksudnya jika kita ingin orang sopan sama kita maka kita yang harus lebih dulu sopan! Ngerti, Cu?! " tanya Nenek Salma setelah menjelaskan panjang lebar pada cucu kesayangan nya.


"Iya, Nek! Antonio ngerti! Ini memang murni kesalahan Antonio! " sesal Antonio kembali.


"Minta maaflah nanti sama Bella! Buktikan jika memang kamu menyayangi dan mencintainya! " ucap Nenek Salma memberikan semangat pada Antonio.


"Entah kapan Bella mau memaafkan Antonio, Nek! " ujar Antonio yang patah semangat nya.


"Ayolah..... jangan patah semangat gitu! Maju terus ya, Cu! Pantang mundur! Pertahankan apa yang sudah menjadi milik kamu! Nenek dukung kamu, Cu! " Nenek Salma memberikan semangat pada Antonio.


Antonio tersenyum dengan ucapan Nenek nya.


"Orang setua Nenek nya saja bisa semangat dalam menjalani hidup, masa aku yang masih muda begini sudah kalah duluan! Semangat bro! " gumam Antonio menyemangati diri nya sendiri.


Antonio bertekad untuk kembali meluluhkan hati Bella dan memberitahu Bella akan kebenaran nya agar tidak salah paham terus.


*


*


*


bersambung.....

__ADS_1


_______________________________________


__ADS_2