
Di sebuah rumah yang tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil, seorang nenek sedang duduk di kursi goyang nya.
Hembusan angin sepoi-sepoi membuat mata sang nenek terpejam dengan kursi goyang yang bergoyang pelan membuai nya tertidur.
Antonio menghampiri neneknya yang tampak tertidur di kursi goyang nya. Dia menyelimuti badan neneknya dengan selimut yang dibawanya dari kamar sang nenek.
Antonio sangat menyayangi nenek nya. Dari Antonio berusia lima tahun, dia sudah tinggal dengan neneknya.
Sekarang sang nenek sudah tua dan sudah agak susah untuk berjalan. Tiap hari ada suster yang datang untuk merawat nenek Salma.
Suster tersebut disewa oleh anaknya nenek Salma, selain untuk merawat sang nenek juga untuk menemani sang nenek setiap harinya. Suster itu akan datang jam delapan pagi dan pulang jam delapan malam, selebihnya akan jadi tugas Antonio untuk menemani sang nenek.
Dan pada hari Minggu suster yang disewa tetap datang, dari jam delapan pagi sampai jam lima sore. Selebihnya Antonio yang menghandle semuanya.
Hari Minggu ini Antonio tidak pergi kemana-mana, dia di rumah menemani neneknya.
"Apakah tadi siang nenek makan banyak, suster Lia? "tanya Antonio pada suster yang menjaga neneknya.
" Banyak, den! Buah yang disediakan juga dimakan sama nenek! " jawab suster Lia.
"Bagus dong! Berarti nenek masih berselera makan! " ucap Antonio lagi sambil menatap sang nenek yang tertidur di kursi malas nya.
"Iya, den! " suster Lia menganggukkan kepala nya tanda setuju dengan omongan Antonio.
Antonio sangat memperhatikan neneknya terutama makanan sang nenek. Agar kondisi badan neneknya tetap sehat.
Antonio duduk tidak begitu jauh dari kursi goyang yang diduduki nenek nya. Dia memandang sang nenek yang terlelap, padahal hari sudah menjelang sore.
Setelah selesai beres-beres, Suster Lia nampak menghampiri nenek Salma dengan maksud untuk memindahkan sang nenek ke kamar nya sebelum dia pulang.
"Suster Lia, biar nenek disitu saja! Gak usah di pindah! Nanti saya yang pindahin! Kalau suster mau pulang, silakan! " ucapan Antonio yang menghentikan gerakan suster Lia.
"Baik, den! Kalau gitu saya pamit pulang dulu! " jawab suster Lia yang kemudian berpamitan pada Antonio untuk pulang. Antonio menganggukkan kepala nya.
Kembali Antonio membetulkan selimut nenek nya. Dan duduk kembali di bangku yang tidak jauh dari neneknya.
__ADS_1
Dulu rumah ini kosong tidak ada yang menempati. Hanya terisi jika neneknya sedang ada di Indonesia. Sebab kakek dan nenek nya dulu tinggal di Belanda.
Tapi setelah kakek nya meninggal, nenek menetap di Indonesia dan sekarang tinggal di rumah ini. Rumah yang dibeli kakek untuk nenek.
Antonio kecil sering sakit-sakitan dan karena Antonio merupakan cucu kesayangan sang nenek dan dekat dengan nenek maka nenek meminta supaya Antonio tinggal bersama nya. Jadilah dari umur Antonio lima tahun sudah tinggal bersama neneknya.
Rupanya nenek benar-benar membesarkan Antonio dengan baik. Antonio yang sekarang telah tumbuh menjadi seorang lelaki yang tampan dan gagah. Hanya saja penampilan Antonio yang terkesan culun, dengan sisiran rambut yang dibelah ke samping. Kalau saja rambut Antonio dirubah, pasti ketampanan seorang Antonio akan mencuat.
Antonio juga tumbuh menjadi seorang lelaki yang pintar dan bertanggungjawab. Dia sudah menyelesaikan kuliahnya dengan cepat sebelum waktunya.
Sebenarnya dia sudah diminta Papa nya untuk meneruskan usaha nya. Tapi Antonio masih belum berminat. Tapi dia akan memikirkan kembali tawaran Papa nya. Setidaknya Antonio harus belajar lebih dulu dan terjun langsung untuk belajar mengelola perusahaan Papa nya.
Dan untuk mengisi kekosongan, Antonio melamar sebagai tukang kebun di keluarga Osmond, yang kebetulan sewaktu Antonio melewati mansion keluarga itu ada tertempel lowongan kerja di pagar tingginya.
Antonio sering melewati mansion keluarga Osmond karena rumah neneknya letaknya tidak terlalu jauh dari mansion.
Antonio suka berkebun. Kebun di rumah nenek nya semua diurus Antonio. Makanya begitu membaca lowongan itu, Antonio sengaja melamarnya.
Kebun di kediaman keluarga Osmond ada dua bagian, yang pertama letaknya di samping rumah yang merupakan kebun mawar kesayangan Bella dan kebun bagian belakang rumah yang berisi campur, ada tanaman bunga dan buah.
Makanya Antonio menerima pekerjaan itu sebab tidak mengganggu dia dalam hal untuk menjaga nenek nya dan juga untuk mengisi kekosongan sebelum dia memutuskan nantinya untuk belajar di kantor Papa nya.
"Cu...... " lamunan Antonio buyar ketika mendengar suara nenek nya.
"Nenek sudah bangun? " ucap Antonio sambil berjalan mendekati nenek nya. Nenek tersenyum dan menganggukkan kepala. Di usianya yang tidak lagi muda nenek Salma masih terlihat cantik. Sisa-sisa kecantikan nya sewaktu di usia muda masih terlihat jelas walaupun sekarang sudah ditutupi dengan banyak kerutan alias keriput.
Antonio memijat pelan bahu nenek nya yang masih duduk di kursi goyang.
"Nenek tidur nyenyak sekali tadi!" suara Antonio pelan karena dilihat sang nenek masih memejamkan matanya.
"Lia sudah pulang ya? " tanya nenek dengan mata terpejam.
"Sudah, Nek! Nenek mau pindah ke kamar atau mau makan buah dulu? " tanya Antonio masih tetap memijat bahu neneknya pelan.
"Makan buah aja dulu, cu..... masuk kamar nanti. " sahut sang nenek lagi.
__ADS_1
Dengan sigap Antonio mengambil buah yang sudah disiapkan suster Lia dari meja makan.
Dengan telaten pula Antonio menyuapi sang nenek. Nenek menatap cucu kesayangan nya.
"Cu....... kamu sudah punya pacar? " tanya nenek tiba-tiba. Antonio merasa aneh dengan pertanyaan neneknya.
"Kenapa, Nek? " tanya Antonio yang bukannya menjawab malah balik bertanya.
"Nenek ada dengar-dengar Mama mu mau menjodohkan kamu cu! " ucap sang nenek sambil mengunyah buah yang ada di mulutnya.
Antonio hanya diam, tidak menjawab. Dia memasukkan buah kembali ke dalam mulut neneknya.
"Jadi kalau kamu sudah punya pacar, kenalin sama nenek! " lanjut nenek lagi.
"Aku belum punya pacar, nek! Lagian Mama kaya gak ada kerjaan, pake perjodohan segala! " kesal Antonio.
"Jangan pilah-pilih, cu..... umurmu ini sudah boleh punya pacar! " nasehat nenek diikuti tawanya.
"Ya tetaplah nek, harus dipilih! Masa maen comot aja, emang kue! " timpal Antonio dengan tertawa.
Beginilah kedekatan Antonio dengan sang nenek.
"Aku bisa cari sendiri, nek! Gak perlu dijodohkan segala!" tegas Antonio tentang perjodohan.
"Iya, Cu! Kamu kan masih muda! Masa cucu nenek gak ada yang mau, ya gak?! " ledek nenek Salma sambil senyum-senyum pada Antonio membuat Antonio tergelak.
"Tenang, nek! Nanti aku cari yang cantik dan yang penting dia sayang sama nenek juga! " sahut Antonio mengedipkan mata pada neneknya. Mereka berdua tertawa bersama.
Setelah nenek selesai makan buah, Antonio membawa neneknya ke kamarnya untuk beristirahat.
*
*
bersambung....
__ADS_1
_______________________________________