
Hari-hari dijalani Antonio dengan penuh semangat. Seperti hari ini, Antonio bersemangat dalam bekerja. Dan ada target tertentu yang dirinya targetkan untuk dilakukan.
Tapi semenjak Antonio menginjakkan kakinya pada perusahaan Papa nya dan mulai masuk kerja, semenjak itu pula Antonio sering mendapatkan kejutan-kejutan seperti kiriman bunga, makanan dan sebagainya.
Hari ini Antonio kembali mendapati kiriman berupa sebuah dus kecil. Antonio tidak mau membuka langsung, dia menyuruh sekretaris Papa nya untuk membuka bungkusan itu.
Sebuah pulpen berwarna hitam yang di kemas di dalam dus kecil pipih. Dewi, sekretaris Papa nya membawa dus pulpen itu ke dalam ruangan Antonio.
Dewi meletakkan dus pulpen itu di atas meja kerja Antonio. Antonio mengerutkan kening nya.
"Apa itu, Wi? " tanya Antonio.
"Pulpen, Pak! " jawab Dewi cepat.
"Ambil saja buat kamu, Wi! Saya tidak membutuhkan pulpen! " titah Antonio pada Dewi, sekretaris Papa nya.
"Tapi Pak, ini kan dikirim buat Bapak! " tolak Dewi.
"Iya, saya tahu. Saya saja gak tahu siapa yang suka mengirim barang-barang atau bunga-bunga! Apa kamu ada tahu atau pernah mendengar seseorang yang mengirim nya, Wi? " tanya Antonio sambil menyenderkan badan nya ke kursi nya.
"Saya juga gak tahu, Pak! Coba nanti saya cari tahu ya, Pak! " jawab Dewi.
"Iya, Wi! Tolong bantu saya cari tahu siapa yang suka kirim-kirim begini! " pinta Antonio pada Dewi.
"Yang pasti dia pengagum misterius Bapak! " gurau Dewi dengan tersenyum.
"Pengagum? Bikin pusing saja! " Antonio menggelengkan kepala nya.
"Itu barang-barang yang pernah dikirim ke saya! Kamu ambil saja, Wi! Bagi ke yang lainnya! " titah Antonio pada Dewi sambil menunjuk ke arah bufet yang ada di dekat pintu. Ada kotak dus kecil yang sudah mulai banyak isinya, karena seminggu sekali orang misterius itu mengirimkan barang-barang tersebut sebagai hadiah. Dan Antonio mengumpulkan nya dalam satu dus kecil.
Antonio tidak pernah menyentuh barang-barang tersebut, apalagi memakai nya.
Antonio tidak mau dikemudian hari nanti terjadi salah paham hanya dengan memakai barang-barang tersebut. Apalagi untuk saat sekarang orang yang mengirimnya sama sekali tidak tahu.
Banyak kejadian dan pernah dialami oleh beberapa teman Antonio. Jadi pengagum misterius itu menggunakan barang-barang yang dikirim nya untuk menjebak atau sebagai alat untuk menyerang balik. Antonio tidak mau hal tersebut menimpa dirinya. Kalau bisa dia menemukan pengiriman nya agar tidak terjadi salah paham.
__ADS_1
Apalagi sekarang Antonio sedang dekat dengan Bella. Dia tidak mau Bella salah paham jika mengetahui nya nanti. Antonio tidak mau membuat Bella bersedih ataupun menangis.
Dewi yang mendapat titah untuk mengambil barang-barang pemberian itu dengan cepat tanpa membantah membawa dus kecil itu ke ruangan nya. Lumayan banyak juga barang yang terkumpul.
"Benar-benar orang yang gak ada kerjaan! Pengagum misterius! " gumam Dewi dalam hatinya.
Dewi membagi-bagikan barang-barang tersebut ke divisi accounting yang banyak memakai alat-alat tulis.
Dalam hati kecil Dewi mau membantu anak bos nya itu untuk mencari tahu siapakah pengagum misterius nya. Sebab Dewi juga penasaran dan takut juga jika nanti pengagum itu bertindak nekat atau membuat keributan yang dapat merusak perusahaan atau memfitnah nama bos nya. Apalagi jaman sekarang yang sudah terlalu banyak kejahatan terjadi.
Dewi meminta kepada bagian resepsionis untuk mengecek dan bertanya jika ada yang mengantarkan barang-barang hadiah untuk bos nya lagi. Kalau tidak jelas lebih baik tidak usah di terima.
Dewi juga menghubungi teman-teman di kantor yang bisa di percaya untuk membantu mencari pengagum misterius itu. Dewi berasumsi pasti orang tersebut berada pada ruang lingkup kantor.
Antonio tidak habis berpikir siapa orang yang rajin mengirimi dirinya bunga dan hadiah-hadiah itu. Dan semua itu terjadi tidak lama setelah Antonio bergabung dengan perusahaan Papa nya.
Antonio juga berpikiran sama dengan Dewi. Dia berkeyakinan jika yang melakukan ini semua pasti orang-orang yang berada dalam lingkup kantor ini. Tapi siapa? Antonio hanya bisa menghembuskan nafas nya.
Antonio bertekad untuk menyelidiki nya. Makanya tadi dia meminta Dewi untuk membantu menyelidikinya. Yang sebenarnya ingin diketahui Antonio adalah apa tujuan dari si pengagum misterius itu.
Drrttt...... drrttt...... drrttt.....
Antonio tersenyum setelah mengetahui siapa yang mengirimkan message. Siapa lagi jika bukan Bella, sang pujaan hatinya.
Bella memberi kabar jika dia sudah pulang dari kuliahnya disertai dengan emoticon love.
Drrttt...... drrttt...... drrttt.....
Ketika akan membalas message Bella, masuk kembali sebuah message di ponselnya. Ternyata dari Papa nya yang menyuruhnya untuk datang ke rumah orang tua nya.
Antonio membalas message Bella dengan mengirimkan emoticon love dan orang yang sedang berpelukan. Dia juga membalas message Papa nya.
Antonio meletakkan ponselnya kembali di atas meja nya dan melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda.
Di ruangan Dewi sedang kedatangan Yudha yang merupakan kepala personalia Addison group. Selama ini Dewi dan Yudha berteman baik karena istri Yudha adalah sahabat nya Dewi.
__ADS_1
"Jadi ini barang-barang yang dikirimkan pengagum misterius itu, Wi? " tanya Yudha begitu sampai di ruangan Dewi, sekretaris direksi.
"Iya, Mas! Ada beberapa sudah aku kasih ke bagian Accounting! " jawab Dewi sambil mempersilahkan Yudha duduk.
"Lumayan banyak juga ya! " ucap Yudha yang melihat-lihat isi dus kecil yang dipakai untuk menyimpan barang-barang kiriman itu.
"Banyak lah, Mas! Dua minggu setelah Pak Keanu masuk ini barang mulai datang terus! Rutin dikirimkan seminggu sekali! " terang Dewi pada Yudha.
"Gigih juga nih orang! " ujar Yudha sambil terkekeh sendiri.
Dewi pun tersenyum lebar. Dia sendiri merasa lucu dengan semua ini. Ada orang masih melakukan hal-hal seperti ini di jaman sekarang begini. Kalau memang beneran suka dengan Pak Keanu, kenapa gak ngomong saja terus terang.
"Mas Yudha, saya minta tolong kalau ada tahu atau dengar-dengar sesuatu yang mencurigakan, tolong kasih tahu saya ya! Saya disuruh Pak Keanu untuk cari tahu siapa pengagum misterius nya ini! " pinta Dewi pada Yudha.
"Baik, Wi! Akan saya bantu cari tahu! Kalau menurut kamu kira-kira siapa ya, Wi? " tanya Yudha sehabis menyetujui permintaan Dewi.
"Kalau menurut saya, kemungkinan besar masih orang-orang yang berada di lingkup kantor ini deh, Mas! " ucap Dewi mengatakan dugaan nya.
"Iya ya..... tapi siapa? " gumam Yudha yang masih bisa terdengar oleh Dewi.
"Nah itu saya gak tahu, Mas! Makanya kita harus selidiki! " sambung Dewi.
"Baiklah, Wi! Kita selidiki bersama ya! Nanti akan ku minta team aku untuk membantu juga! " ujar Yudha sambil berdiri.
"Baik dan terimakasih, Mas! Tolong juga kasih tahu team nya agar merahasiakan penyelidikan ini! " tegas Dewi mengingatkan Yudha dan anak buahnya.
"Siap, Wi! " ucap Yudha dengan menganggukkan kepala dan tersenyum. Lalu Yudha pamit kembali ke ruangannya di lantai bawah.
*
*
*
bersambung.....
__ADS_1
_______________________________________