
Sementara itu Antonio yang belum lama tiba di rumahnya langsung masuk menemui sang Nenek di kamarnya.
Antonio mencium kening sang Nenek yang baru saja selesai mandi dan ganti baju oleh suster Lia.
Selesai beres-beres, Suster Lia pun pamit pulang.
"Kamu kok tumben sudah pulang cu!" tanya sang Nenek dari tempatnya yaitu di atas ranjang. Antonio tersenyum mendengarnya.
"Tiap hari juga pulang jam segini, Nenek sayang! Nenek lupa ya? " canda Antonio pada sang Nenek yang terkadang sudah ada sedikit-sedikit kelupaan. Maklum Neneknya sudah mau berumur delapan puluh.
Nenek Salma manggut-manggut lalu tertawa kecil. Nenek Salma menyadari dirinya terkadang sudah mulai suka lupa-lupa dikit.
Antonio duduk di sebelah ranjang Nenek nya. Dia mengupas apel dan buah pir untuk Nenek nya.
"Nek..... nanti aku mau ngenalin seseorang sama nenek, boleh? " tanya Antonio sambil menyuapi buah ke dalam mulut Nenek nya.
"Boleh dong, cu! Siapa, cu? Teman kamu ya? " jawab Nenek Salma cepat dan masih terdengar lincah. Ya...Nenek Salma muda terkenal dengan kelincahan nya dalam hal berbicara dan melakukan sesuatu. Nenek Salma muda adalah sosok seorang wanita yang gak pernah bisa diam, ada saja yang dikerjakan diri nya dulu.
Sang Nenek dulu adalah seorang pengacara, jebolan dari Universitas luar negeri. Meskipun dia tidak membuka praktek tapi semasa hidupnya dia selalu senang membela orang-orang yang tidak mampu dan tentunya membantu di perusahaan suaminya (Kakek Antonio).
Dan setelah suami Nenek meninggal dan Nenek Salma memasuki usia yang semakin tua, maka dia hanya menikmati hidup saja.
Sudah banyak peninggalan sang Kakek untuk istri tercinta nya. Juga orang-orang yang dulunya pernah di tolong Nenek Salma tanpa pamrih malah balik menolong Nenek Salma di hari tua nya ini.
Begitulah siapa menabur kebaikan maka suatu saat kebaikan itu akan balik kepada kita sendiri.
"Orang yang dekat sama Antonio, Nek!" jawab Antonio sambil menyuapi buah ke Nenek nya.
"Perempuan, cu? " selidik Nenek Salma sambil bibirnya tersungging sebuah senyuman.
"Iya, Nek! " jawab Antonio cepat. Dia memasukkan buah lagi ke mulut sang Nenek.
"Pacar kamu, cu? Cantik kah dia? " selidik sang Nenek yang jadi penasaran.
Antonio tersenyum mendengar pertanyaan Neneknya.
__ADS_1
"Iya, Nek! Dia cantik sekali, Nek! Dan juga baik hatinya! " sahut Antonio tersenyum dengan membayangkan wajah Bella yang cantik alami.
"Wah.... hebat cucu Nenek! Kamu bisa kenal dimana, cu? " puji sang Nenek dan bertanya kembali.
Antonio menceritakan perkenalan dirinya dengan Bella di tempat keluarga Osmond. Dimana Antonio mengambil kerjaan cadangan untuk mengisi kekosongan hari-hari nya. Nenek Salma mendengarkan dengan seksama apa yang di ceritakan cucu kesayangan nya.
"Keluarga Osmond? " dahi sang Nenek tambah berkerut ketika mengucapkan kalimat tersebut.
"Kenapa, Nek? Ada apa dengan keluarga Osmond? " tanya Antonio yang merasa heran dengan tanggapan sang Nenek.
Nenek Salma menatap cucu kesayangan nya.
"Kamu tahu kalau kamu mau dijodohkan, cu? " tanya sang Nenek.
"Tahu, Nek! Tapi Antonio gak pernah nanya sama Mama! " jawab Antonio cepat.
"Ini kalau Nenek gak salah ingat ya, cu! Mama kamu itu mau menjodohkan kamu dengan putri dari keluarga Osmond!" terang Nenek Salma pada Antonio.
Antonio yang mendengar itu pun kaget dan merasa surprise. Dia tidak menyangka jika sang Mama mau menjodohkan dirinya dengan Bella.
Nenek Salma merasakan kebahagiaan pada cucu kesayangan nya.
"Seingat Nenek begitu, cu! Entah ya kalau Mama kamu berubah! " tegas sang Nenek yang tersenyum melihat cucu kesayangan nya bahagia.
"Kalau semua yang Nenek bilang bener..... pucuk dicinta ulam tiba, Nek! " sahut Antonio yang menahan gejolak hati nya.
Nenek Salma membelai rambut Antonio dengan sayang. Nenek Salma merasa ada sesuatu yang disimpan Antonio.
"Ada apa, cu? Kenapa kamu ngomongnya begitu? " heran sang Nenek menatap mata Antonio. Antonio yang ditatap sang Nenek menjadi serba salah.
Antonio yang memang tidak bisa berbohong terhadap Neneknya, akhirnya menceritakan kejadian yang terjadi dalam hubungan nya dengan Bella. Dimana kedua orang tua Bella hanya memandang status nya yang tukan kebun di sana tanpa mencari bukti terlebih dahulu.
Antonio sungguh-sungguh menyayangi dan mencintai Bella, demikian juga sebaliknya. Walaupun hubungan dia dan Bella belum terbilang lama, malah boleh dikatakan masih baru dan hangat-hangat nya tapi rasa sayang dan cinta keduanya begitu kuat.
Nenek Salma dengan sabar mendengarkan cerita dan curhat dari Antonio, cucu kesayangan nya. Dia bisa menyimpulkan jika cinta mereka berdua sangat kuat.
__ADS_1
Tapi Nenek Salma juga tidak bisa menyalahkan kedua orang tua Bella. Dimana-mana yang namanya orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak gadis kesayangan nya.
Hanya saja yang disesalkan Nenek Salma kenapa mereka tidak mencari tahu terlebih dahulu tentang siapa Antonio yang sebenarnya.
Kalau sudah seperti ini, mau tidak mau tinggal tunggu perjodohan dilaksanakan saja.
"Nenek dengar-dengar putri keluarga Osmond ini bisu. Apa kamu tidak masalah, cu? " tanya sang Nenek untuk memastikan hati cucu nya.
"Tidak masalah, Nek! Dia memang bisu dari lahir, tapi mata dan hati nya tidak bisu, Nek! Cantik luar dalam, Nek! " sahut Antonio mantap memuji Bella di hadapan sang Nenek.
Nenek tersenyum bahagia. Rupanya sang cucu sudah mantap dengan pilihan nya. Hanya tinggal menyuruh Monica untuk mengatur pertemuan mereka nanti.
Buah-buahan yang disuapi Antonio untuk sang Nenek sudah habis. Antonio memberikan segelas air putih hangat untuk Nenek nya. Dan Nenek meminumnya.
"Nenek istirahat dulu ya, mau tidur juga boleh! Antonio mau mandi dulu ya, Nek! " pesan Antonio pada Nenek Salma yang cuma menganggukkan kepala saja.
Lalu Antonio keluar dari kamar sang Nenek dan masuk ke dalam kamar nya yang berada di seberang kamar Nenek Salma.
Antonio cepat-cepat mandi membersihkan dirinya karena hari sudah mulai malam. Dia merasa malas untuk makan.
Antonio merebahkan badannya pada ranjang nya yang empuk. Dia teringat Bella dan berusaha untuk mengirimkan message pada Bella. Message sudah terkirim tapi ternyata ponsel Bella tidak hidup.
Antonio merasa lelah. Lelah badan, juga lelah hati nya. Dia bisa merasakan kesedihan Bella saat ini. Dan Antonio juga belum sempat mengabari nya dari pulang tadi, dia sibuk ngobrol dengan Nenek Salma.
Apapun yang terjadi ke depan nya, Antonio bertekad untuk terus melangkah. Antonio yakin jika kedua orang tua Bella mengetahui dirinya siapa, pasti sikap mereka tidak akan seperti tadi. Terutama Mama Katie yang nampak sekali kecewa dan marahnya.
*
*
*
bersambung.....
_______________________________________
__ADS_1