Cinta Si Culun Dan Si Bisu

Cinta Si Culun Dan Si Bisu
Bab 21. Tanda-tanda mencurigakan


__ADS_3

Pagi menjelang, suara kicau burung terdengar bersahut-sahutan.


Bella menggeliatkan badan nya. Rasanya malas sekali untuk bangun tidur.


Semalam Bella tidur agak malam daripada biasanya. Karena dia sibuk ber-wa ria dengan Antonio, sang kekasih hatinya.


Dengan malas Bella bangun dan langsung masuk ke kamar mandi nya yang ada di dalam kamar nya.


Bella langsung melakukan rutinitas bangun tidurnya yaitu sikat gigi dan mandi.


Setelah selesai Bella bersiap-siap untuk pergi ke kampus nya. Hari ini Bella mengenakan celana panjang jeans dipadukan dengan kaos model sabrina sehingga tampak bahu nya yang putih mulus.


Bella menutup pintu kamarnya lalu menuruni anak tangga menuju ruang makan yang tidak jauh dari ruang keluarga.


Dilihatnya Mama Katie sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi. Dan Papa Richard sudah duduk di meja makan. Sambil menunggu sarapan siap, Papa Richard membaca koran pagi yang sudah datang.


Bella meletakkan tas nya di senderan bangku, lalu dia duduk berseberangan dengan Papa Richard.


Bella mengeluarkan ponsel nya. Dilihatnya ada notifikasi yang masuk. Bibir Bella menyunggingkan sebuah senyuman tapi mata nya tetap tertuju pada ponselnya.


Papa Richard yang berada di seberang Bella secara tidak sengaja melihat Bella yang tersenyum-senyum sendiri. Dahi Papa Richard sedikit berkerut.


Mama Katie yang sudah selesai dengan menyusun sarapan di meja makan sudah duduk bersama di meja makan. Hari ini Bik Darmi membuat nasi kuning beserta lauknya. Mama Katie menyendokkan nasi ke piring suami dan anaknya.


"Mana David? Kok belum turun? " tanya Mama Katie dengan sorot mata menatap Bella.


Yang disorot ternyata masih asyik dengan ponselnya. Hal ini membuat Mama Katie sedikit gusar ditambah dia melihat Bella malah senyum-senyum sendiri.


"Ehemmm...... Ehemmm...... " Papa Richard berusaha mengalihkan perhatian istrinya.


"Papa kenapa? Ini minum jus jeruk, Pa! " Mama Katie menyodorkan segelas jeruk pada suaminya.


Papa Richard menyambut dengan senang hati. Kemudian dia memberi kode pada istrinya untuk tidak marah pada Bella. Mama Katie pun mengerti. Akhirnya Mama Katie menyuruh Bik Darmi untuk melihat David ke kamarnya diatas.

__ADS_1


Belum sampai Bik Darmi naik ke atas, David sudah menampakkan diri nya di ujung tangga atas. Dia menuruni tangga dan langsung duduk di sebelah Bella.


Bella masih senyam-senyum dengan mata menatap layar ponselnya. David menyenggol lengan adiknya itu. Bella menoleh ke arah kakaknya.


"Tumben nih Papa dan Kakak belum berangkat ke kantor! Biasanya Bella makan cuma sendirian ditemani Mama!" tulis Bella pada notes nya dan diperlihatkan pada David dan Papa nya.


"Iya Kakak lagi sedikit santai jadi bisa nemani Bella! " sahut David sambil mengacak rambut Bella.


Bella menepis tangan Kakaknya dengan wajah cemberut. Rambut sudah rapih-rapih malah jadi berantakan lagi.


"Ayo makan dulu! " ucap Mama Katie seakan melerai keduanya.


Bella menyuap nasi kuning ke mulutnya. Nasi kuning Bik Darmi memang enak. Bella menyukainya. David juga mulai sarapan nya, diikuti Papa Richard dan Mama Katie.


Setelah selesai sarapan, Bella bersiap-siap untuk berangkat ke kampus diantar sopir sangat Mama. Bella merapihkan rambutnya yang berantakan lalu dia menyambar tas nya dan pamit pada Papa, Mama dan kakak nya.


Sementara itu Papa Richard dan David masih belum berangkat ke kantor. Hal ini dikarenakan ada janji temu dengan klien diluar, jadi akan tidak efisien jika harus ke kantor lebih dulu.


"Maksud Papa gimana ya? David kurang ngerti! " tanya balik David pada Papa nya.


"Maksud Papa, bagaimana dengan kuliah Bella? Dan pertemanan Bella? Tadi Papa lihat dia, malah main hape dan senyum-senyum sendiri! " jelas Papa Richard.


"Oh itu..... aman tuh, Pa! Kuliah berjalan baik dan lancar. Pertemanan juga baik dan biasa-biasa saja." jawab David dengan santai.


"Emang Papa melihat ada sesuatu di Bella? " tanya David yang jadi penasaran.


"Sepertinya belakangan ini Papa suka lihat dia menatap ponselnya dan senyam-senyum sendiri! Kenapa ya itu, Vid? " tanya Papa Richard yang khawatir akan pergaulan Bella.


David mengerti ke arah mana maksud dari pertanyaan Papa nya. Dia sebenarnya bingung juga menjawab pertanyaan Papa nya itu. Di satu sisi ini Papa nya yang mencemaskan pergaulan Bella. Di sisi lain David harus merahasiakan hubungan Bella dan Antonio. Entah sampai kapan. Tapi rasanya David mempunyai naluri jika dalam waktu dekat bisa saja hubungan adiknya dan Antonio diketahui kedua orang tuanya.


"Mungkin sedang ber-wa ria dengan teman-teman nya, Pa! " jawab David sekenanya.


"Masa, Vid?! Apa jangan-jangan dia sudah punya pacar? Atau ada teman cowok yang dekat? " tanya Papa Richard yang tidak percaya dengan omongan David.

__ADS_1


"Kalau soal itu mah David gak tahu, Pa! " elak David sebisanya.


Mama Katie yang baru bergabung di sofa ruang keluarga ikut-ikutan buka suara.


"Iya bener lho Pa.... Bella ini sekarang suka senyam-senyum sendiri! Mama sih duga nya dia sudah punya pacar! " ceplos Mama Katie yang memperkuat dugaan suaminya.


"Coba kamu cari tahu, Vid! Jika benar, siapa cowok itu? Kita sebagai orang tua ya harus tahu dong! " titah Papa Richard memberikan instruksi pada David untuk mencari tahu tentang teman-teman Bella.


"Baiklah, Pa! David akan mencari tahu tentang teman-teman Bella! " jawab David tenang.


David jadi sedikit jengah dengan perintah Papa nya. Pasalnya dia sebenarnya sudah tahu apa yang terjadi dengan Bella. Lagipula Bella juga bukan anak kecil lagi yang memang harus diperhatikan benar-benar. Rasanya David harus memberitahu Bella tentang keadaan di rumah.


Mama Katie bersiap-siap untuk pergi ke butiknya. Mama Katie sedang menukar baju dan merapihkan hiasan wajahnya.


"Mestinya kamu punya waktu untuk nemani Bella di rumah, Ma! " ucap Papa Richard yang tiba-tiba masuk dalam kamar. Dia juga ingin menukar baju rumah nya.


"Iya, Pa! Mama belakangan ini memang agak sibuk! Rasanya minggu depan Mama sudah bisa lebih santai, Pa! " sesal Mama Katie yang merasa juga jika dirinya kurang menyediakan waktu untuk Bella. Dia bisa pergi dari pagi dan pulang malam hari.


Papa Richard hanya menganggukkan kepala nya. Dia sudah rapih mengenakan kemeja biru muda nya dipadankan dengan celana hitam nya. Papa Richard masih tampak ganteng di usia nya yang sudah tidak muda lagi.


Mama Katie sudah selesai bersiap dan memanggil Pak Agus untuk bersiap-siap ke butik.


Papa Richard dan David pun bersiap-siap untuk berangkat ke resto yang sudah di reservasi oleh klien mereka.


*


*


*


bersambung.....


_______________________________________

__ADS_1


__ADS_2