
Antonio mengajak Bella masuk ke dalam rumah Neneknya. Antonio membawa Bella ke hadapan sang Nenek yang sedang duduk di kursi roda di halaman belakang rumah bersama suster Lia.
Bella berjalan di samping Antonio yang menggandeng tangan nya. Meskipun ada rasa sedikit gugup dan takut menyelimuti hatinya tapi Bella berusaha tetap tenang.
Nenek Salma yang melihat dari jauh kedatangan cucu nya dengan seorang gadis cantik tersenyum bahagia.
Begitu sampai di depan Nenek nya, Antonio langsung memberi salam dan mengenalkan Bella pada sang Nenek.
"Siang, Nek! Ini Bella, Nek! Bel, ini Nenekku, Nenek Salma! " sapa Antonio pada Neneknya dan mengenalkan mereka berdua.
Bella tersenyum dan menganggukkan kepala nya hormat pada Nenek Salma lalu dia mengulurkan tangan nya untuk berjabatan tangan dengan Nenek Salma.
Nenek Salma menyambut uluran tangan Bella dan menjabatnya dengan penuh kehangatan.
"Cantik sekali kamu, Nak! " ucap Nenek Salma sewaktu menjabat tangan Bella. Bella hanya tersenyum malu. Bella memang gadis yang cantik, tinggi semampai dengan rambut panjang sebahu dan ikal.
"Nenek sudah makan siang? " tanya Antonio mencairkan kecanggungan Bella.
"Sebentar lagi, cu! Makanan nya lagi diambil Lia! Kalian sudah makan? " jawab Nenek Salma yang kembali balik bertanya.
"Aku sudah makan tadi di kantin kantor!" sahut Antonio.
"Bella juga sudah makan di kantin kampus, Nek! " tulis Bella pada notes nya yang diperlihatkan pada Nenek Salma.
Bella tidak merasa malu atau minder dengan keadaan nya yang bisu. Meskipun untuk berbicara dia harus menggunakan notes sebagai alat bantu nya. Mungkin semua itu karena terlalu banyak orang yang menghina dan mencemooh dirinya yang bisu sedari lahir sehingga rasa percaya diri nya tumbuh menjadi kuat. Inilah yang menjadikan Bella mempunyai daya tarik tersendiri.
Nenek Salma tersenyum senang mendengar jawaban dari kedua nya. Suster Lia datang dengan membawa nampan berisi nasi dan dua macam sayur untuk Nenek Salma.
"Bolehkah saya yang menyuapi Nenek Salma, Suster Lia? " tanya Bella yang ditulis di notes nya dan diperlihatkan pada Suster Lia ketika melihat gelagat Suster Lia seperti ingin menyuapi Nenek Salma.
__ADS_1
"Oh tentu saja boleh! " sahut Suster Lia dengan senang hati. Lalu Suster Lia memberikan piring nasi yang sudah diisi sayur ke tangan Bella. Bella menerima nya.
Antonio membawa dua buah kursi untuk dirinya dan Bella lalu meletakkan nya di dekat tempat duduk Nenek nya.
Bella duduk berhadapan dengan Nenek Salma dan mulai menyuapi sang Nenek.
Nenek Salma merasa senang dengan perhatian yang diberikan Bella. Jarang seorang gadis mau bersusah payah untuk menyuapi seorang nenek yang sudah tua. Apalagi ini baru kenal.
Tapi berbeda dengan Bella. Perhatian Bella terhadap Nenek Salma adalah tulus dari hati kecilnya. Bella adalah sosok seorang gadis yang menghormati orang yang lebih tua. Apalagi ini udah sepuh.
Bella menyuapi Nenek Salma dengan sepenuh hati nya. Nenek Salma pun bisa merasakan nya. Diam-diam Nenek Salma mengagumi kecantikan Bella yang terpancar pada raut wajahnya. Ini menandakan kecantikan dari dalam hatinya.
Nenek Salma makan dengan lahap nya dan nasi yang diambilkan Suster Lia pun dalam waktu yang singkat sudah habis.
"Wah.... Nenek hari ini makan nya banyak! " ucap Suster Lia yang senang melihat sang Nenek dengan lahap menyantap makan siang nya.
"Iya, jadi tambah bersemangat karena disuapi Bella! " sahut Nenek Salma dengan diiringi tawa nya. Bella pun tergelak tanpa suara. Antonio tersenyum melihat Nenek nya yang bahagia.
Antonio senang melihat sang Nenek bahagia. Ternyata kehadiran Bella berdampak positif buat Nenek nya.
Selesai makan buah, Bella dan Antonio mendorong kursi roda Nenek Salma untuk pindah ke taman belakang rumah yang tertata rapih dengan banyak bunga.
Mereka berbincang-bincang sebentar di taman ini hingga waktu yang ditentukan dari kantor nya yang mengharuskan Antonio untuk balik ke kantor.
"Aku harus balik ke kantor, Nek! Dan Bella harus pulang ke rumah nya, Nek! " ucap Antonio memberitahu Nenek nya.
"Iya, Cu! Balik lah ke kantor! Dan Bella juga pulang ke rumah ya! Kapan-kapan kan bisa main lagi ke sini! " sahut Nenek Salma dengan tangan nya mengelus tangan Bella.
"Iya, Nek! Nanti kalau ada waktu Bella pasti main lagi ke sini nengok Nenek! Dan juga jika diajak mas Anton nanti! " tulis Bella pada notes nya yang diperlihatkan pada Nenek Salma.
__ADS_1
Nenek Salma membaca dan menganggukkan kepala nya lalu tersenyum.
"Bella pamit dulu ya, Nek! " tulis Bella pada notes nya yang kembali dilihat Nenek Salma. Nenek Salma tersenyum dan menganggukkan kepala nya. Bella sedikit menundukkan badan nya lalu mencium kedua pipi Nenek Salma. Dan Nenek Salma pun membalas dengan mencium kedua pipi Bella.
Antonio berpamitan pada Neneknya dan suster Lia. Kembali Antonio menggandeng tangan Bella berjalan keluar rumah menuju parkiran rumah nya.
Sebelum Bella masuk ke dalam mobil Mama nya, Antonio mencium kening dan kedua pipi Bella. Lalu Bella masuk ke dalam mobilnya. Antonio menutup pintu mobil setelah memastikan Bella duduk dengan benar. Tak lupa Antonio mengucapkan banyak terima kasih pada Pak Agus yang sudah mau menunggu Bella.
Setelah mobil yang dikendarai Pak Agus keluar dari parkiran rumah dan hilang di tikungan jalan, Antonio pun masuk ke dalam mobilnya untuk kembali ke kantor.
Bella yang duduk manis di dalam mobil memberikan notes nya yang sudah dia tulis untuk Pak Agus. Bella meminta kepada Pak Agus untuk tidak bercerita kepada kedua orang tuanya terutama Mama nya. Pak Agus menyanggupi nya. Pak Agus juga merasa kasihan dengan Bella. Apalagi sekarang Pak Agus tahu jika Antonio bukan hanya seorang tukang kebun saja tapi kerja di kantoran.
Bella merasa senang Pak Agus menyanggupi permintaan nya. Buat Bella pribadi, dia sudah males bercerita yang berbau Antonio pada Mama nya. Dan Bella merasa hal itu tidak perlu diceritakan pada Mama nya.
Biarlah apapun yang terjadi Bella tetap menyayangi Antonio dan tetap berhubungan dengan Antonio, meskipun harus sembunyi-sembunyi.
Bella tiba di rumah, lalu langsung masuk ke kamar nya. Dia tidak mampir ke ruang keluarga ataupun ruang makan. Dia hanya ingin berada di kamarnya. Rasanya Bella lebih merasa nyaman berada di kamarnya.
Antonio yang sudah balik ke kantor langsung disibukkan dengan pekerjaan nya yang masih menumpuk di atas meja nya.
Antonio harus memimpin rapat dengan sales marketing perusahaan property Papa nya yang penjualan nya tidak ada kemajuan selama beberapa bulan belakangan ini. Semoga saja Antonio bisa memberikan ide-ide cemerlang nya untuk kemajuan marketing property.
*
*
*
bersambung.....
__ADS_1
_______________________________________