
Bella tersenyum senang. Akhirnya dia bisa menodong keluarganya untuk menyumbang di kegiatan sosial di kampusnya.
"Nanti Bella kasih nomor rekening nya ya! " ucap Bella pada Papa, Mama dan Kakaknya dalam notes nya yang diperlihatkan pada mereka bertiga.
Papa Richard, Mama Katie dan David bisa merasakan kebahagiaan Bella saat ini.
Mereka berempat mengobrol ringan di ruang keluarga. Tak lama berselang, David pamit ke kamarnya karena ada yang mau dikerjakan di kamarnya. David membawa pulang berkas-berkas pekerjaan yang masih belum diselesaikannya.
Bella masih asyik bermanja dengan Papa nya. Sebab belakangan ini dia jarang bertemu dengan Papa nya.
Jam dinding di ruang keluarga berdentang sembilan kali, berarti sudah pukul sembilan malam. Bella pamit pada kedua orang tua nya untuk naik ke kamarnya di lantai atas.
Tapi sebelum Bella membuka pintu kamarnya, Kakaknya David yang berada di seberang kamarnya memanggilnya. Pintu kamar David belum ditutup karena dia sedang mengerjakan pekerjaan dan juga sekaligus menunggu Bella naik.
Bella menghampiri Kakaknya yang memanggilnya. Tampak Kakaknya sedang berkutat dengan berkas-berkas.
Bella masuk ke dalam kamar David, Kakaknya. Dia langsung duduk di atas ranjang.
"Adakah yang mau kamu katakan sama Kakak, Bella? " tanya David sambil tetap mata dan tangannya sibuk dengan berkasnya.
Bella yang mendengar pertanyaannya Kakaknya menjadi sedikit bingung. Dia tidak mengerti apa maksud pertanyaan Kakaknya itu.
"Maksud Kakak gimana ya? " tanya balik Bella dengan notes yang di arahkan pada Kakaknya.
David meletakkan berkas yang dipegangnya. Ditatapnya mata adik kesayangan nya yang tampak bingung.
"Maksud Kakak..... adakah hal-hal yang mau kamu ceritakan sama Kakak? Mungkin Kakak ada melewatkan sesuatu, sebab kan sudah beberapa hari Kakak gak bisa menjemput kamu ke kampus. " terang David panjang lebar pada adik kesayangan nya itu.
"Tidak ada, Kak! Semua aman-aman saja! Tidak ada yang istimewa! " tulis Bella pada notes nya menjawab pertanyaan sangat Kakak.
David ingin Bella jujur dan bercerita pada dirinya, tapi tampaknya Bella tidak ingin bercerita.
"Apa tadi sore Kakak melihatnya ya? " gumam Bella dalam hatinya.
Berpikir tentang hal itu membuat Bella menjadi galau hatinya. Kekhawatiran pun timbul.
"Bagaimana dengan Antonio? Bukankah dia seseorang yang istimewa? " pancing David pada Bella yang sedang galau.
Bella melototi Kakaknya. Rupanya sang Kakak sudah mengetahui nya.
__ADS_1
"Kenapa dengan Antonio, Kak? Apa Kakak sudah mengetahui nya? " tanya beruntun Bella dalam notes nya yang diperlihatkan pada David.
David yang membaca notes Bella tersenyum lebar. Diusapnya kepala Bella dengan sayang.
"Ayo ceritakan pada Kakak! " pinta David memohon.
Bella menatap Kakak nya yang masih tersenyum. Ada keraguan tersirat dalam wajahnya.
David melihat keraguan dalam wajah cantik adik kesayangan nya.
"Cerita lah! Kakak tidak akan marah! " lanjut David untuk menghilangkan keraguan Bella.
Bella melihat dan menatap Kakak nya. Di wajah Kakaknya yang ganteng cuma tersirat kasih sayang yang dalam, tidak ada kemarahan dan kebohongan. Selama ini memang Bella selalu bisa mengandalkan Kakaknya.
Bella menceritakan semua nya tanpa ada yang ditutup-tutupi bagaimana awal mulai kedekatan nya dengan Antonio hingga bisa menjalin hubungan dengan Antonio.
David membaca semua apapun yang ditulis Bella di atas kertas yang sudah disediakan David. David mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.
Bella meluruskan kaki nya di atas ranjang. Dia tampak lebih relax setelah menceritakan semua nya kepada Kakak nya.
David sangat mengetahui Bella, adiknya ini tidak mudah untuk menyukai orang apalagi untuk jatuh cinta. Mungkinkah seorang Antonio mempunyai kelebihan di mata nya, ini yang David belum ketahui.
"Ya! Menyukai dan mencintai nya, Kak! " jawab Bella secara tertulis.
David membaca tulisan Bella. Dia terdiam sejenak. Sepertinya ada yang terlintas dalam pikirannya.
"Apa kamu sudah siap dengan semua konsekuensinya, Bella? " tanya David kembali setelah merenung beberapa saat.
"Siap, Kak! Tapi untuk saat sekarang Bella masih belum siap, Kak! Makanya Bella masih merahasiakannya! " jawab Bella secara tertulis pada Kakak nya.
"Apapun atau segala sesuatu jika sudah dimulai atau tepatnya jika memulai sesuatu itu harus sudah siap semuanya, Bella! " jelas David tegas pada Bella.
" Dan hal ini gak akan bisa kamu simpan terus, pasti suatu saat orang-orang di rumah pada tahu semua! " lanjut David menjelaskan pada Bella.
David juga menjelaskan pada Bella, jika kedua orang tua mereka mengetahuinya kira-kira apa saja yang akan mereka lakukan.
Terus bagaimana dengan keluarga dari pihak Antonio tahu jika putra nya menjalin hubungan dengan seorang gadis cantik tapi bisu. David menjelaskan semuanya secara gamblang pada Bella. Kira-kira apa yang terjadi antara pro dan kontra.
Bella mendengarkan semua yang dijelaskan Kakaknya, David. Ditambah lagi dengan jabatan seorang Antonio yang hanya tukang kebun di keluarga Osmond. Pasti ini semua akan jadi kendala untuk hubungan mereka berdua.
__ADS_1
"Jadi Bella harus bagaimana, Kak? " tanya Bella tertulis setelah mendengar panjang lebar nasihat dari Kakaknya tersayang.
"Ya kamu harus siap mulai dari sekarang, Bella! " jawab David tegas.
"Karena kamu sudah memulai nya, makanya harus sudah siap! " lanjut David lagi.
"Kakak mendukung hubungan Bella, kan? Dan mau bantu Bella kan? " tanya Bella kembali secara tertulis.
David menghela nafas nya.
"Untuk saat sekarang Kakak belum bisa jawab mendukung hubungan kamu atau tidak! Sebab Kakak belum tahu dan mengenal Antonio! Tapi Kakak akan bantu Bella jika ada apa-apa! " sahut David menjelaskan panjang lebar pada adiknya.
Mendengar itu semua membuat Bella tersenyum. Dipeluknya leher Kakak nya itu dari belakang. Ini ungkapan terima kasih Bella terhadap sang Kakak.
"Udah sana.....jangan peluk-peluk! Nanti ada yang cemburu lagi! " sindir David dengan tingkah adiknya itu.
Bella melepas pelukan di leher Kakak nya sambil manyun.
David tertawa melihat nya.
"Udah sana balik kamar! Istirahatlah! Besok kuliah kan? " titah David pada adik kesayangan nya yang selalu manja pada dirinya.
Bella mencium pipi kanan sang Kakak, lalu dia pamit untuk kembali ke kamarnya.
Bella masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. Sementara itu David tersenyum melihat kelakuan adiknya yang manja itu. Dia kembali melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda.
Di dalam kamar Bella berbaring di ranjang nya. Ditatapnya langit-langit kamarnya tapi pikirannya melayang memikirkan sang pujaan hatinya yang sudah mengirim kan stiker selamat tidur untuk dirinya. Bella tersenyum bahagia.
Bella juga memikirkan apa saja yang dibicarakan oleh Kakaknya tadi. Bella bertekad dalam hatinya untuk menyiapkan diri nya sendiri menghadapi kemungkinan terjadi baik dari pihak Bella ataupun Antonio.
Bella memejamkan matanya setelah membalas stiker emoticon pada Antonio, sang pujaan hatinya. Tak lama terdengar dengkuran halus petanda Bella sudah tidur.
*
*
*
bersambung.....
__ADS_1
_______________________________________