
Bella hanya bisa terdiam. Dia masih belum menjawab pertanyaan Mama nya. Bella tidak menyangka juga jika sang Mama akan marah seperti sekarang ini.
Antonio pun begitu. Sehabis dibentak Mama Katie, dia terdiam. Rasanya apapun yang dikatakan nya tidak akan di terima Mama Katie jika Mama Katie masih dalam mood marah seperti ini.
Terdengar suara mobil memasuki parkiran kediaman keluarga Osmond. Dan tak lama kemudian tampak dua orang lelaki yang gagah memasuki rumah keluarga Osmond.
Papa Richard dan David langsung masuk ke dalam ruang keluarga dimana Mama Katie sudah menunggu kehadiran mereka.
Di ruang keluarga tampak Bella dan Antonio juga yang duduk bersebelahan dengan kepala tertunduk.
Papa Richard mencium kening istrinya, lalu duduk di sofa ruang keluarga. Berseberangan dengan Bella dan Antonio. David juga langsung duduk di sebelah Papa Richard.
"Ada apa ini? " tanya Papa Richard setelah duduk dan keluarga hadir semua.
"Semua duduk baik-baik di tempat nya ya! Mama mau putar sesuatu, jadi silakan menonton! " ucap Mama Katie tegas tanpa basa-basi.
Mama Katie mengeluarkan laptop nya dari dalam tas kerja nya dan meletakkan nya di atas meja menghadap Papa Richard dan David.
Lalu dengan gerakan yang cepat Mama Katie menyalakan laptop nya dan memasukkan flashdisk nya. Setelah diutak-atik sedikit oleh Mama Katie, akhirnya file dalam flashdisk bisa dibuka dan ditonton.
"Silakan menonton dan tolong diperhatikan saja! " ucap Mama Katie lalu menekan tombol enter pada laptop nya.
Papa Richard dan David memperhatikan layar monitor pada laptop tersebut dan tak lama kemudian film nya dimulai.
Papa Richard dan David menonton terus layar monitor. Mereka berdua seakan tidak percaya dengan apa yang disajikan dalam layar monitor itu.
Apalagi Papa Richard, dia tidak menyangka juga sang istri bisa dengan cepat mendapat bukti yang benar-benar akurat seratus persen.
Bella dan Antonio yang duduk berseberangan mendadak jadi merasa kikuk. Mereka berdua tahu jika di layar monitor itu ada adegan mereka berdua tadi siang.
Setelah selesai menonton di layar monitor, Mama Katie langsung menyodorkan ponselnya yang merekam adegan berciuman yang mesra antara Bella dan Antonio.
Kembali Papa Richard terkejut melihat nya, demikian juga David.
David tidak menyangka kalau sang Mama rupanya sudah mengetahui nya dari kemarin. Jadi hari ini khusus untuk memergoki mereka berdua saja.
__ADS_1
Papa Richard meletakkan ponsel Mama Katie di atas meja. Lalu memandang Bella, anaknya dan Antonio yang duduk diam di sebelah Bella.
"Nama kamu Antonio? Sudah lama kerja disini? " tanya Papa Richard memecah keheningan yang tercipta.
"Iya, Pak! Nama saya Antonio. Sudah dua bulan saya kerja di sini! " jawab Antonio sopan.
"Terus sudah berapa lama kamu macari anak saya? " tanya Papa Richard kembali.
"Sudah mau dua bulan juga, Pak! " jawab Antonio jujur.
"Oh jadi kamu di terima kerja di sini terus langsung pacaran juga! Hebat kamu! " sindir Mama Katie pedas.
Antonio terdiam. Memang benar apa yang dikatakan Mama Katie, ketika Antonio di terima bekerja di kediaman keluarga Osmond gak lama lagi dia mengenal Bella dan mulai menjalin hubungan.
"Antonio....apakah kamu serius dengan anak saya? " tanya Papa Richard kembali. Mama Katie melotot pada suaminya ketika mendengar pertanyaan suami nya pada Antonio.
"Apa-apaan sih Papa! Gak usah ditanya lagi, udah pasti dia tidak serius! " potong Mama Katie dengan suara marahnya.
"Coba Mama tenang dulu! Kita dengar dulu dari Antonio dan Bella, Ma! " tegas Papa Richard pada sang istri yang tidak bisa dibantah.
Antonio melihat ke arah Bella yang sedang menatap nya.
"Saya serius, Pak! Saya sangat menyayangi Bella! " jawab Antonio dengan segenap perasaan nya.
Terdengar helaan nafas Papa Richard dan David. Hanya Mama Katie saja yang diam, dia sudah malas mendengar jawaban Antonio yang menurutnya tidak bisa di percaya.
"Begini ya nak Antonio.... saya selaku orang tua Bella sudah pasti ingin yang terbaik untuk anak saya! Apakah nak Antonio sanggup menghidupi Bella? Untuk jaman sekarang cinta saja itu gak cukup nak! " jelas Papa Richard yang sedikit banyak di dalam omongan nya meragukan Antonio.
"Saya sanggup menghidupi Bella, Pak! Bahkan sangat sanggup! " jawab Antonio dengan penuh keyakinan.
Papa Richard dan David menatap Antonio dengan tidak percaya. Apalagi Mama Katie, dia sudah menganggap Antonio hanya omong kosong saja.
"Sudahlah! Tidak usah di dengar dia ngomong apa! Bohong itu!" celetuk Mama Katie dengan ketus.
"Bella juga menyayangi Antonio, Papa... Mama! Tolong percayalah dengan ucapan nya! " tulis Bella dalam notes nya yang diperlihatkan pada Papa Richard, David dan Mama Katie. Bella yang sedari tadi hanya diam, akhirnya membuka suara.
__ADS_1
"Apa sih yang kamu suka dari dia, Bella?! Di luar sana banyak yang lebih daripada dia! " sengit Mama Katie yang kesal dengan Bella.
"Gak, Ma! Bella yakin dengan pilihan Bella kalau Antonio adalah yang terbaik buat Bella! " tulis Bella pada notes nya yang diperlihatkan pada sang Mama.
Rasa kesal dan marah yang masih belum hilang di hati Mama Katie jadi tersulut kembali membaca tulisan Bella.
"Pokoknya Mama tidak setuju! Dan Mama tidak mau melihat kamu berhubungan lagi sama dia! " tuding Mama Katie kepada Antonio.
Bella sedih bukan main. Airmata nya keluar tanpa kompromi. Suara tangis nya yang seperti suara tertekan pun terdengar. David merasa kasihan dengan adik kesayangan nya.
"Sudahlah, Ma! Jangan marah-marah gitu! " lerai David mengingatkan Mama nya.
"Bella! Masuk sana ke kamar! " perintah Mama Bella tegas.
"Dan kamu! Mulai besok tidak usah kerja di sini lagi! Mengerti?! " putusan Mama Katie dengan tegas.
Bella sedih dan kesal dengan Mama nya yang sama sekali tidak mengerti hatinya. Kenapa sang Mama masih memandang status seseorang. Buat Bella sendiri dia tidak pernah memandang status seseorang. Kekayaan atau uang itu bisa dicari. Bella merasa kecewa dengan kedua orang tua nya yang tidak percaya dengan omongan Antonio. Bella berjalan masuk ke kamarnya di lantai atas.
Antonio hanya bisa diam dan menganggukkan kepala nya saja. Buat dia tidak masalah jika tidak kerja di kediaman keluarga Osmond. Karena dia melamar kerja hanya untuk mengisi kekosongan hari-hari nya saja sebelum dia berkecimpung di perusahaan Papanya. Cepat atau lambat pasti dia akan mengundurkan diri nantinya.
"Baiklah, Pak..... Bu...... jika sudah tidak ada yang mau dibicarakan lagi, saya mohon pamit! Dan saya serius dengan Bella! Suatu waktu nanti saya akan buktikan omongan saya! Saya permisi Pak, Bu dan Kak David! " pamit Antonio dengan sopan pada kedua orang tua Bella dan David. Tanpa menunggu jawaban lagi, Antonio berjalan keluar dari rumah menuju halaman depan dimana dia memarkir motor kesayangan nya.
Sebelum berlalu Antonio sempat memandangi teras kamar Bella yang kelihatan dari depan.
"Tunggu aku ya, Bella! " gumam Antonio dalam hatinya.
Antonio pun berlalu dari kediaman keluarga Osmond meninggalkan kedua orang tua Bella dan David yang masih berada di ruang keluarga.
*
*
*
bersambung.....
__ADS_1
_______________________________________