Cinta Tak Se Frekuensi

Cinta Tak Se Frekuensi
Jeana Terluka


__ADS_3

Hari pun sudah pagi Jeana melakukan aktivitas dengan biasa nya biarpun hati nya sedang kacau, jeana sudah sampai di kantor dan seperti biasa di lobi kantor bertemu Tia dan Jihan).


"Je Lo udah di tungguin pak bos dari tadi" ucap Tia).


"ada apa ya" jawab jea).


"coba aja Lo temuin dulu" ucap Jihan).


"ya udah gue ke ruang pak bos dulu ya, bye" ucap jea).


"tok tok tok" jeana mengetuk pintu ruangan pak Rangga).


"iya masuk" ucap Rangga).


"ada apa ya pak? tanya jea).


"je kamu hari ini ikut saya keluar kota untuk mengecek proyek baru yang sudah di ACC jadi kamu siapkan berkas sekarang dan kalau bisa agak cepet ya" perintah Rangga).


"baik pak" jawab jeana).


Jeana sudah menyiapkan semua berkas dan pak Rangga pun sudah menunggu di lobi jeana dan pak Rangga pun naik ke mobil perusahaan dan menuju Bandara).


Setelah beberapa jam naik pesawat Bali-jakarta akhirnya sampai di Bandara dan di luar bandara sudah ada mobil kantor yang sudah menunggu nya ).


Jeana dan pak Rangga sudah sampai proyek yang sudah rapih gedungnya tinggal pengesahan pembukaan perusahaan baru, jeana dan Rangga menuju lantai atas untuk menemui pak Wirandra).


"je kita langsung ke lantai atas ya soalnya pak Wirandra sudah nunggu kita di atas, dan kamu sudah pastikan berkas nya lengkap ya" ucap Rangga).


"baik pak , sudah" jawab jeana).


Rangga dan jeana keluar dari lift pak Rangga lupa mengetuk pintu dan ketika pintu di buka melihat pak Wirandra di peluk oleh Ria, jeana berjalan tepat di belakang pak Rangga sama menyaksikan pemandangan itu , pak Rangga langsung berkata:


"maaf maaf ganggu" ucap Rangga langsung menutup pintu kembali).


jeana menyadari jika yang dia lihat itu ternyata Andra).


"pak Rangga saya izin ke toilet sebentar ini berkasnya saya taro sini dulu ya" ucap Jeana.


Andra pun langsung melepaskan pelukan ria dan membuka pintu:


"sory bro jangan mikir aneh aneh tadi ada kecoa jadi ria langsung peluk gue jadinya" ucap andra


"ya gak apa apa kali Dra gue malah yang gak enak ganggu kalian" ucap Rangga).

__ADS_1


"silahkan masuk , tadi kayaknya kalau gue gak salah liat Lo ber dua kan" tanya Andra).


"oh iya tadi gue sama sekertaris gue cuma dia ke toilet dulu" jawab Rangga).


"oh sekertaris yang Lo bilang perpect itu? tanya Andra).


"Yap betul banget Dra" jawab rangga).


Ria pun agak kesal mendengar Andra memuji sekretaris nya Rangga).


Jeana di dalam toilet tidak bisa menahan tangisnya menghadapi kenyataan kalau pak Wirandra adalah Andra dan jika Ria adalah calon tunangannya dan juga dia baru saja menyaksikan mereka sedang bermesraan, jeana merasakan sakit hati, berarti selama ini Andra hanya memainkan perasaanya dan hati Jena saat ini benar benar hancur, tapi jeana langsung mengusap air matanya karena jea berpikir jika dia harus profesional dalam bekerja).


Jeana melangkah kan kaki menuju ruangan yang tadi sangat membuat hati nya hancur dengan tangan gemetar jea mengetuk pintu ruangan:


"tok tok tok"


"ya silahkan masuk" ucap Andra.


"mungkin itu sekertaris Lo Rangga, gue penasaran deh sekertaris yang Lo bangga banggain selama ini" ucap andra.


Andra pun memerintahkan Ria untuk membuka kan pintu.


"Ria tolong buka kan pintu" perintah Andra.


"jeana" ucap Andra kaget).


"iya perkenalkan nama saya jeana putri saya sekertaris pak Rangga" jeana menjabat tangan dengan Andra dan seolah tidak mengenali Andra).


Namun Andra tidak tahan dengan sikap jeana dan Andra langsung menarik keluar jeana, Ria pun semakin kesal dengan sikap Andra kepada jeana sedangkan Rangga hanya bingung apa yg sebenarnya terjadi dan ada apa).


"je ini semua gak seperti apa yg Lo liat tadi je" ungkap Andra).


"oh jadi pak Wirandra itu adalah Andra yang gue kenal , santai aja Dra gue udah tau semuanya ko di waktu kemarin meeting Lo nyuruh tunangan Lo kan yg nemuin Rangga dan untuk adegan tadi super romantis banget pokoknya" ucap jea kesal).


"apaan si je tunangan?" tanya Andra).


Belum jea menjawab Ria datang dan menjawab iya gue dan pak Andra akan tunangan dikit lagi bener kan yankk Ria sambil merangkul tangan Andra namun di tolak).


"Lo jangan aneh aneh deh Ria sejak kapan kita mau tunangan pacaran aja nggak" ucap Andra).


Rangga pun menghampiri Andra, " iya Dra kemarin si Ria ini bilang ke gua kalau Lo dan Ria mau tunangan dikit lagi setelah proyek ini kelar " ucap Rangga).


"nggak semua itu nggak bener" jawab Andra kesal).

__ADS_1


"Ria kamu jangan memfitnah saya dong" ucap Andra ).


"udah lah itu kan urusan pribadi kalian saya dan pak Rangga jauh jauh kesini mau bahas soal kerjaan bukan cuma untuk bahas soal pribadi kalian" celetuk jea).


"Bener tuh Dra " ucap Rangga).


"nggak je gue harus kelarin sekarang juga biar Lo gak salah paham je" ucap Andra).


"ternyata Lo kenal sama sekertaris gue Dra?" tanya Rangga).


"bukan hanya kenal , bahkan lebih dari itu dia aja pernah ke apartemen gue" jawab Andra.


mendengar itu hati ria semakin kesal, ria pun ingin menampar pipi jeana namun langsung di tahan oleh Andra.


"dasar Lo cewek murahan ngapain Lo ke apartemen Andra" teriak ria.


"Ria stop kamu makin kurang ajar ya ternyata" bentak Andra.


"pak Rangga kita pergi dulu saja dari sini sedang ada masalah pribadi dari pada semakin panas" ajak jea.


"yuk je"jawab Rangga.


Jeana dan Rangga pun melangkah kan kaki menuju lift, namun Andra menyadari kepergian jeana, pintu lift belum tertutup semua Andra langsung menahannya dan menarik jeana keluar lift.


"Lo apa apaan si Dra dari tadi narik narik jeana gitu , Lo urusin aja dulu noh tunangan Lo" celetuk Rangga kesal.


"Lo gak usah ikut campur deh Rangga" ucap Andra kesal.


"jelas lah gue ikut campur jea sekertaris gue karyawan gue kalau dia kenapa Napa gua yg kena tuntut" ucap Rangga semakin memanas.


Rangga menarik jeana " Ayuk je disini situasi nya udah gak terkontrol kita pergi dari sini".


Jeana hanya menyikapi semua ini dengan wajah tenang.


Andra mengancam " jika Lo ajak jeana pergi gue batalin semua kerja sama kita".


Rangga kesal mendengar itu dan ingin menonjok Andra namun jea menghalanginya jea lah yg tertonjok oleh Rangga hingga tidak sadarkan diri , sampai pipi nya berdarah.


Andra pun teriak histeris "jeana" .


"kalau ada apa dengan jeana gue gak akan memaafkan kan Lo Rangga" ancam Andra.


Jeana pun di bawa ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


__ADS_2